<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772</id><updated>2011-07-08T04:12:47.116+07:00</updated><category term='Tips'/><category term='info'/><category term='Nasihat Para Habaib'/><category term='biografi ulama'/><category term='islami'/><title type='text'>DHIVA SIWA ' BLOG</title><subtitle type='html'>CINTA ALLAH DAN RASULNYA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-1439408053425008857</id><published>2010-09-20T21:19:00.000+07:00</published><updated>2010-09-20T21:19:15.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>SYEKH SITI JENAR</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TJdtGqydXnI/AAAAAAAAAcY/XR3UVz57Szk/s1600/siti+jenar.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TJdtGqydXnI/AAAAAAAAAcY/XR3UVz57Szk/s200/siti+jenar.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau (juga dikenal dalam banyak nama lain,  antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh  yang dianggap Sufiagama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui  secara pasti asal-usulnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di masyarakat terdapat banyak varian cerita  mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar. dan juga salah satu penyebar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena  ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi  sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah intelektual  yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran – ajarannya  tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun  demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi  pekerti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang  dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo. Pertentangan praktek sufi  Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal  ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Konsep Dan Ajaran Syekh Siti Jenar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling  kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan  kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar  memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian.  Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut  sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum  yang bersifat keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk  didalamnya hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan  menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa  manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu:  syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru  berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syekh Siti  Jenar juga berpendapat bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam  budi. Pemahaman inilah yang dipropagandakan oleh para ulama pada masa  itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati  pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang  Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia dan Tuhan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dimana  Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4 tahapan ;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Syariat  (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat, zakat dll);&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2.  Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid, dzikir dalam waktu  dan hitungan tertentu;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Hakekat, dimana hakekat dari manusia dan  kesejatian hidup akan ditemukan;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Ma’rifat, kecintaan kepada Allah  dengan makna seluas-luasnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bukan berarti bahwa setelah memasuki  tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya ditiadakan. Pemahaman  inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para ulama pada masa itu tentang  ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. Ilmu yang baru  bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun pasca wafatnya sang Syekh.  Para ulama mengkhawatirkan adanya kesalahpahaman dalam menerima ajaran  yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar kepada masyarakat awam dimana  pada masa itu ajaran Islam yang harus disampaikan adalah pada tingkatan  ’syariat’. Sedangkan ajaran Siti Jenar sudah memasuki tahap ‘hakekat’  dan bahkan ‘ma’rifat’kepada Allah (kecintaan dan pengetahuan yang  mendalam kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang disampaikan oleh  Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata ‘SESAT’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu  apabila harus berdebat masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam  agama apapun, setiap pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa.  Hanya saja masing – masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda –  beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh  karena itu, masing – masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk  mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar. Syekh Siti Jenar  juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih mengutamakan prinsip ikhlas  dalam menjalankan ibadah. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga  atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Manunggaling Kawula Gusti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat  bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan.  Manunggaling Kawula Gusti dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan  dengan Makhluknya, melainkan bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali  semua makhluk. Dan dengan kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi  sangat dekat dengan Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dan dalam ajarannya, ‘Manunggaling Kawula Gusti’  adalah bahwa di dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh  Tuhan sesuai dengan ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang penciptaan  manusia (“Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku  akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan  kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu  tersungkur dengan bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)”)&amp;gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan  demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan  terhadap Tuhan terjadi. Perbedaan penafsiran ayat Al Qur’an dari para  murid Syekh Siti inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh  manusia bersemayam ruh Tuhan, yaitu polemik paham ‘Manunggaling Kawula  Gusti’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pengertian Zadhab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam kondisi manusia modern seperti saat ini  sering temui manusia yang mengalami hal ini terutama dalam agama Islam  yang sering disebut zadhab atau kegilaan berlebihan terhadap Illa yang  maha Agung atau Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mereka belajar tentang bagaimana Allah bekerja,  sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhadap kehendak Allah, maka  yang ada dalam pikirannya hanya Allah, Allah, Allah dan Allah….  disekelilingnya tidak tampak manusia lain tapi hanya Allah yang  berkehendak, Setiap Kejadian adalah maksud Allah terhadap Hamba ini….  dan inilah yang dibahayakan karena apabila tidak ada GURU yang Mursyid  yang berpedoman pada AlQuran dan Hadits maka hamba ini akan keluar dari  semua aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia.Karena hamba ini  akan gampang terpengaruh syaitan, semakin tinggi tingkat keimanannya  maka semakin tinggi juga Syaitan menjerumuskannya.Seperti contohnya Lia  Eden dll… mereka adalah hamba yang ingin dekat dengan Allah tanpa  pembimbing yang telah melewati masa ini, karena apabila telah melewati  masa ini maka hamba tersebut harus turun agar bisa mengajarkan yang HAK  kepada manusia lain seperti juga Rasullah pun telah melewati masa ini  dan apabila manusia tidak mau turun tingkatan maka hamba ini akan  menjadi seprti nabi Isa AS.Maka Nabi ISA diangkat Allah beserta  jasadnya. Seperti juga Syekh Siti Jenar yang kematiannya menjadi  kontroversi.Dalam masyarakat jawa kematian ini disebut “MUKSO” ruh  beserta jasadnya diangkat Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Hamamayu Hayuning Bawana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Prinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip  dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap  muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi  lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kontroversi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kontroversi yang lebih hebat terjadi di sekitar  kematian Syekh Siti Jenar. Ajarannya yang amat kontroversial itu telah  membuat gelisah para pejabat kerajaan Demak Bintoro. Di sisi kekuasaan,  Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung pada pemberontakan  mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki  Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah)  dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dari sisi agama Islam, Walisongo yang menopang  kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini akan terus berkembang  sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat. Kegelisahan ini membuat  mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh Siti Jenar yaitu harus  segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman utusan Syekh Dumbo dan  Pangeran Bayat ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar  memenuhi panggilan Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke  Kerajaan Demak. Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang  akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk  menjatuhkan hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah  membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh  Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah  Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan  Geseng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu  ilmu antara kelima wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar,  kelima wali tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar.  Karena beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat  menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di  hadapan kelima wali. Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya,  serentak keempat muridnya yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki  Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri “kematian”-nya  dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di  hadapan para wali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kisah Pada Saat Pasca Kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.  Terdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar  disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu  bunga dan cahaya Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid  Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid  Mantingan, Jepara, dengan nama lain. Setelah tersiar kabar kematian  Syekh Siti Jenar, banyak muridnya yang mengikuti jejak gurunya untuk  menuju kehidupan yang hakiki. Di antaranya yang terceritakan adalah Kiai  Lonthang dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng Tingkir.(wikipedia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Source :&amp;nbsp;&lt;a href="http://edkhumaedis.blogspot.com/2010/08/syekh-siti-djenar.html"&gt;Edkhumaedis.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-1439408053425008857?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/1439408053425008857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/syekh-siti-jenar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/1439408053425008857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/1439408053425008857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/syekh-siti-jenar.html' title='SYEKH SITI JENAR'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TJdtGqydXnI/AAAAAAAAAcY/XR3UVz57Szk/s72-c/siti+jenar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-5150064052258595325</id><published>2010-09-10T06:02:00.003+07:00</published><updated>2010-09-10T06:02:00.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbEwBW4sYI/AAAAAAAAAbw/pSMaM8p5luE/s1600/lebaran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbEwBW4sYI/AAAAAAAAAbw/pSMaM8p5luE/s640/lebaran.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Idul fitri yang agung,seagung kalimat tayyibah,seagung dinul islam yg kaffah. Seagung silaturahmi yang mengandung Cinta&amp;amp;Kedamaian. Minal Aidin Wal faizin, Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Bathin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-5150064052258595325?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/5150064052258595325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5150064052258595325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5150064052258595325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbEwBW4sYI/AAAAAAAAAbw/pSMaM8p5luE/s72-c/lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6013604434529714473</id><published>2010-09-08T06:34:00.000+07:00</published><updated>2010-09-08T06:34:25.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>KUMPULAN MP3 TAKBIRAN 2010</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbLehQv2dI/AAAAAAAAAcA/FmBHzCZfJgI/s1600/allah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbLehQv2dI/AAAAAAAAAcA/FmBHzCZfJgI/s400/allah.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam postingan ini saya cuma membuat link wap punya sahabat saya sesama alhul banjar yang berisikan kumpulan sms lebaran dan Kumpulan mp3 takbiran 2010 yg juga bisa langsung didownload melalui ponsel anda yang suara takbirnya bisa membuat damai dan tenang disuasana lebaran tahun ini.&lt;br /&gt;Silahkan ke TKP&lt;span style="font-size: large;"&gt; &lt;a href="http://martapura.hexat.com/menu/ucapan%20lebaran"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Semoga aja bermanfaat....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6013604434529714473?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6013604434529714473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/kumpulan-mp3-takbiran-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6013604434529714473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6013604434529714473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/kumpulan-mp3-takbiran-2010.html' title='KUMPULAN MP3 TAKBIRAN 2010'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TIbLehQv2dI/AAAAAAAAAcA/FmBHzCZfJgI/s72-c/allah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-4838981140641304247</id><published>2010-09-02T12:00:00.010+07:00</published><updated>2010-09-02T12:00:05.177+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Rahasia Hidup Sehat Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/THaOPT7BcVI/AAAAAAAAAa0/9jCsBxusdQE/s1600/nb.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/THaOPT7BcVI/AAAAAAAAAa0/9jCsBxusdQE/s200/nb.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dahulu ketika Rasulullah Saw masih hidup, beliau hanya sakit dua kali  saja yaitu ketika turunnya wahyu pertama Al-Quran yaitu ketika beliau  sangat ketakutan sehingga menimbulkan demam hebat dan yang kedua saat  beliau menjelang wafat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu beliau mengalami sakit yang parah  hingga akhirnya meninggal. adapula yang menyebutkan bahwa rasul sakit  lebih dari dua kali, berapapun jumlahnya tidak masalah yang jelas bahwa  beliau memiliki fisik yang sangat baik ditengah jazirah arab yang  terbilang keras, tandus dan panas. siapapun yang bertahan dalam kondisi  cuaca yang ekstrim seperti itu selama berpuluh-puluh tahun plus puluhan  kali peperangan pastilah memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa. Lalu  apa Rahasia kesehatan Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2193098270184835772&amp;amp;postID=4838981140641304247" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;u&gt;Ada beberapa kebiasaan positif yang selalu membuat Rasulullah tampil fit dan jarang sakit&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. SELEKTIF TERHADAP MAKANAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak  ada makanan yang masuk kemulut beliau kecuali makanan itu memenuhi  syarat halal dan baik. Halal &amp;nbsp; berkaitan dengan urusan akherat yaitu  halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. sedangkan baik berkaitan  dengan urusan duniawi yaitu baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan  yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasulullah adalah madu.  beliau biasa meminum maduyang dicampur dengan air untuk membersihkan  pencernaan dan air liur. Rasul bersabda "&lt;i&gt;hendaknya kalian menggunakan dua macam obat yaitu madu dan al-quran". &lt;/i&gt;(HR ibnu majah dan hakim)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%3Ca%20href%20="&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. TIDAK MAKAN SEBELUM LAPAR DAN BERHENTI MAKAN SEBELUM KENYANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aturannya  kapasitas perut dibagi 3 bagian yaitu sepertiga untuk makanan (zat  padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga lagi untuk  udara. Disabdakan "&lt;i&gt;anak adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih  jelek dari perutnya. cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat  memfungsikan tubuhnya. kalau tidak ditemukan jalan lain maka (ia dapat  mengisi perutnya) dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan  sepertiga lagi untuk pernafasan". &lt;/i&gt;(HR majah dan hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. MAKAN DENGAN TENANG, TUMA'NINAH, TIDAK TERGESA-GESA DENGAN TEMPO SEDANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa  hikmahnya? cara makan seperti ini akan menghindarkan dari tersedak,  tergigit, kerja organ pencernaanpun lebih ringan. makanan pun bisa  dikunyah dengan lebih baik sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan  sempurna. makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna.  dalam waktu lama bisa menimbulkan kanker usus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4. CEPAT TIDUR DAN CEPAT BANGUN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;beliau tidur  di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. biasanya  Rasulullah Saw bangun dan bersiwak lalu berwudhu dan sholat sampai waktu  yang diizinkan Allah SWT . beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan  (contohnya tidur siang) namun juga tidak pernah menahan diri untuk  tidur sekedar yang dibutuhkan (contohnya begadang) kecuali setelah isya'  beliau mempunya majelis ilmu bersama sahabat. penelitian daniel f  kripke ahli psikiatri dari universitas california menarik untuk  diungkapkkan. penelitian yang dilakukan di jepang dan AS selama 6 tahun  dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa  tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat. sangat  berlawanan dengan mereka yang tidur 6-7 jam sehari. nah Rasulullah Saw  biasa tidur selepas isya' untuk kemudian bangun malam, jadi beliau tidur  kurang dari 8 jam.Baca juga tips tidur sehat ala Rasulullah &lt;a href="http://atokz.blogspot.com/2010/05/terus-sehat-dengan-meniru-tidur-dari.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5. ISTIQAMAH MELAKUKAN SHAUM (PUASA) SUNAH DILUAR RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kaena  itu, kita mengenal beberapa anjuran puasa sunah seperti puasan senin  kamis, ayyamul bith', puasa nabi dawud, puasa 6 hari dibulan syawal dan  sebagainya. puasa adalah perisai diri terhadap berbagai macam penyakit  jasmani dan rohani. pengaruhnya terhadap kesehatan melebur berbagai  macam ampas makanan, menahan diri dari makanan berbahaya sangat luar  biasa. puasa menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga  energinya tetap terjaga. puasa sangat ampuh untuk pembersihan yang  sifatnya total dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang tak kalah penting dari ikhtiar lagi Rasulullah sangat  mantap dalam ibadah spiritualnya khususnya shalat, beliau pun memiliki  keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati.  penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan  dalam memanage hati pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang  inten dengan Dzat Yang Maha Tinggi akan menentukan kesehatan seseorang  baik jasmani dan rohani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Source :&amp;nbsp;&lt;a href="http://atokz.blogspot.com/2010/08/rahasia-hidup-sehat-rasulullah.html"&gt;atokz.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-4838981140641304247?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/4838981140641304247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/rahasia-hidup-sehat-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4838981140641304247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4838981140641304247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/09/rahasia-hidup-sehat-rasulullah.html' title='Rahasia Hidup Sehat Rasulullah'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/THaOPT7BcVI/AAAAAAAAAa0/9jCsBxusdQE/s72-c/nb.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-4629983581166908361</id><published>2010-08-22T12:45:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T12:45:00.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>SUNAN AMPEL</title><content type='html'>&lt;div class="postmetadata"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S7spldxmjnI/AAAAAAAAAx4/sn16bnH3kIk/s1600/200px-sunan_ampel.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457001097114062450" src="http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S7spldxmjnI/AAAAAAAAAx4/sn16bnH3kIk/s320/200px-sunan_ampel.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 145px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Sunan  Ampel merupakan salah seorang anggota Walisanga yang sangat besar  jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. Sunan Ampel adalah bapak  para wali.Dari tangannya lahir para pendakwah  Islam kelas satu di bumi tanah jawa. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden  Rahmat. Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewaliannya, dan nama  Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya, sebuah  tempat dekat Surabaya1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dilahirkan tahun 1401 Masehi di Champa.Para ahli kesulitan untuk  menentukan Champa disini, sebab belum ada pernyataan tertulis maupun  prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. Saifuddin  Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa  dalam bahasa Aceh, oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan  Aceh. Hamka (1981) berpendapat sama, kalau benar bahwa Champa itu bukan  yang di Annam Indo Cina, sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie,  tetapi di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Sunan Ampel atau Raden Rahmat bernama Maulana Malik Ibrahim atau  Maulana Maghribi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gresik.  Ibunya bernama Dewi Chandrawulan, saudara kandung Putri Dwarawati  Murdiningrum, ibu Raden Fatah, istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Sunan Ampel ada dua yaitu: Dewi Karimah dan Dewi Chandrawati.  Dengan istri pertamanya, Dewi Karimah, dikaruniai dua orang anak yaitu:  Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fatah (sultan pertama kerajaan  Islam Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden  Paku atau Sunan Giri. Dengan Istri keduanya, Dewi Chandrawati, Sunan  Ampel memperoleh lima orang anak, yaitu: Siti Syare’at, Siti Mutmainah,  Siti Sofiah, Raden Maulana Makdum, Ibrahim atau Sunan Bonang, serta  Syarifuddin atau Raden Kosim yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan  Drajat atau kadang-kadang disebut Sunan Sedayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan alim,  sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama  Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka  menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap  masalah-masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:&amp;nbsp;&lt;a href="http://satya89.wordpress.com/2009/07/01/biografi-sunan-ampel/"&gt;Link Lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-4629983581166908361?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/4629983581166908361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-ampel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4629983581166908361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4629983581166908361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-ampel.html' title='SUNAN AMPEL'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S7spldxmjnI/AAAAAAAAAx4/sn16bnH3kIk/s72-c/200px-sunan_ampel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3705718536418437720</id><published>2010-08-21T10:19:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T10:19:00.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>SUNAN GUNUNG JATI</title><content type='html'>&lt;div class="postmetadata"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S9i1lSU2TiI/AAAAAAAAAzY/Ysv_-4xLvYA/s1600/wali06a-sunangunungjati.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465317799993167394" src="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S9i1lSU2TiI/AAAAAAAAAzY/Ysv_-4xLvYA/s320/wali06a-sunangunungjati.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 163px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 181px;" /&gt;&lt;/a&gt;Syech  Syarief Hidayatulloh dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Ayahanda Syech  Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah, seorang dari Mesir  keturunan ke 17 Rosulullah SAW, bergelar Sultan Maulana Muhamad, Ibunda  Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk  Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu  Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Syech Syarief Hidayatullah berkelana  untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya, Tumenggung Cerbon  Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung  Kerajaan Demak, dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati  pada tahun 1479.&lt;br /&gt;Sejak itu pembangunan insfrastruktur Kerajaan Cirebon kemudian dibangun dengan dibantu oleh Sunan Kalijaga,  Arsitek Demak Raden Sepat, yaitu Pembangunan Keraton Pakungwati, Masjid  Agung Sang Cipta Rasa, jalan pinggir laut antara Keraajaan Pakungwati  dan Amparan Jati serta Pelabuhan Muara Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syech Maulana Jati pada Tahun 1526 Masehi, menyebarkan Islam sampai  Banten dan menjadikannya Daerah Kerajaan Cirebon. Dan pada Tahun 1526  Masehi juga tentara Kerajaan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak  dipimpin oleh Panglima Perang bernama Fatahillah merebut Sunda Kelapa  dan Portugis, dan diberi nama baru yaitu Jayakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1533 Masehi, Banten menjadi Kasultanan Banten dengan  Sultannya adalah Putra dari Syech Maulana Jati yaitu Sultan Hasanuddin.&lt;br /&gt;Syech Maulana Jati salah seorang Wali Sanga yang mempekenalkan visi  baru bagi masyarakat tentang apa arti menjadi Pemimpin, apa makna  Masyarakatm, apa Tujuan, Masyarakat, bagaimana seharusnya berkiprah di  dalam dunia ini lewat Proses Pemberdyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syech Maulan Jati melakukan tugas dakwah menyebarkan Agama Islam ke  berbagai lapisan Masyarakat dengan dukungan personel dan dukungan aspek  organisasi kelompok Forum Walisanga, dimana forum Walisanga secara  efektif dijadikan sebagai organisasi dan alat kepentingan dakwah,  merupakan siasat yang tepat untuk mempercepat teresebarnya Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syech Maulana Jati berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi.&lt;br /&gt;Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal dalam usia 120 tahun, sehingga Putra dan Cucunya tidak  sempat memimpin Cirebon karena meninggal terlebih dahulu. Sehingga  cicitnya yang memimpin setelah Syech Maulana Jati.&lt;br /&gt;Syech Syarief Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:&amp;nbsp;&lt;a href="http://lemburkuring2007.wordpress.com/2007/06/21/sunan-gunung-jati/"&gt;link lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3705718536418437720?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3705718536418437720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-gunung-jati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3705718536418437720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3705718536418437720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-gunung-jati.html' title='SUNAN GUNUNG JATI'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/S9i1lSU2TiI/AAAAAAAAAzY/Ysv_-4xLvYA/s72-c/wali06a-sunangunungjati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-280099578772023072</id><published>2010-08-20T09:46:00.002+07:00</published><updated>2010-08-20T09:46:00.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>SUNAN KALI JAGA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TG1Yo-LYQ3I/AAAAAAAAAZ8/qvWS1XhSF7E/s1600/200px-Sunan_kali_jaga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TG1Yo-LYQ3I/AAAAAAAAAZ8/qvWS1XhSF7E/s200/200px-Sunan_kali_jaga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sunan  Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia  adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden  Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya,  Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat  Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat  Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali),  atau jaga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan  menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R.  Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara).  Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Hidup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa  hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan  demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478),  Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan  Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram  dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan  Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan  kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi  Sunan Kalijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan  mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya  cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan  semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk  berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat  bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka  harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan  Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya  kebiasaan lama hilang. Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga  terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir,  wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa  lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul  Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud,  serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk  Jadi Raja"). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua  beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode  dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk  Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran,  Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Source:&amp;nbsp;&lt;a href="http://indo.hadhramaut.info/view/2140.aspx"&gt;indo.hadhramaut.info&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-280099578772023072?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/280099578772023072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-kali-jaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/280099578772023072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/280099578772023072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/sunan-kali-jaga.html' title='SUNAN KALI JAGA'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TG1Yo-LYQ3I/AAAAAAAAAZ8/qvWS1XhSF7E/s72-c/200px-Sunan_kali_jaga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-4184378504688201501</id><published>2010-08-12T21:57:00.000+07:00</published><updated>2010-08-12T21:57:16.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>HIKMAH PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;span style="color: #009900;"&gt;Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: black;"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Rasullah s.a.w.bersabda:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(H.R.Ibnu Khuzaimah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah berfirman yang maksudnya:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Nabi s.a.w.juga bersabda:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(s.al-Baqarah:185)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.shiar-islam.com/doc9.htm"&gt;shiar-islam.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-4184378504688201501?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/4184378504688201501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/hikmah-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4184378504688201501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4184378504688201501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/08/hikmah-puasa-ramadhan.html' title='HIKMAH PUASA RAMADHAN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7940055528940375260</id><published>2010-07-26T22:44:00.003+07:00</published><updated>2010-07-26T22:44:19.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>KEMULIAAN MALAM NISFU SYA'BAN</title><content type='html'>Menyambut Bulan Nifsu Sya’ban 1431 H.Berikut tulisan dari H Mas Alim  Katu (Peserta Program S3 PPs UIN Alauddin) mengenai keistimewaan dan  kemulian Nisfu Sya’ban &lt;br /&gt;Sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan  Sya’ban atau bulan ke-8 dari perhitungan bulan Qamariyah (Hijriah)  merupakan bulan yang biasa dilupakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud Rasulullah, hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada  dalam bulan Sya’ban dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut  pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan  yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan dimaksud adalah bulan  Rajab dan bulan Ramadan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya  ada peristiwa Isra Mikraj yang diperingati dan dirayakan sedang bulan  Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang  paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Keistimewaan dan kemuliaan  bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan  Nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban  sebagaimana disebut pada awal tulisan ini, adalah bulan kedelapan dari  tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam  pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri  adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya  jalan di atas gunung.&lt;br /&gt;Menurut relung Ensiklopedia Panjimas, bulan kedelapan dari tahun  Hijriah itu dinamakan dengan Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan  banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan  oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat  pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan  amalan manusia Allah SWT, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu  diganti dengan catatan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang  biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan  Ramadan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku  menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR  Nasa’I dari Usamah). Sehubungan dengan hal itu Imam Bukhari dan Muslim  meriwayatkan pengakuan Aisyah lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara  min sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa  qalilan. Maksud Aisyah dalam periwayatan ini bahwa Nabi Muhammad SAW  paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan  berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut.  Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan),  dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam  Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan  yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam  Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah  SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam  ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada  beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat  kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah  orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak  berhenti berbuat keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam  magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada  seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam  pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap  pada perbuatannya mensyarikatkan Allah alias musyrik, dan bagi mereka  yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: ?Tatkala datang  malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi,  kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Kecuali Enam Golongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah Rasulullah  memanggil isterinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban.  “Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah  malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api  neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang dimaksud Rasulullah yaitu, Pertama, kelompok manusia  yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras.  Sebagaimana berulang kali dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan hamr  adalah jenis minuman yang memabukkan, baik jenis minuman yang dibuat  secara tradisional mapun jenis minuman yang dibuat secara modern.  Istilah populernya adalah minuman keras atau miras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut pertama  antara lain tuak atau ballok, baik ballok tala, ballok nipa, maupun  ballok ase. Sementara yang disebut kedua antara lain bir dan whyski.  Termasuk kategori sebagai orang yang tidak berhenti minum hamr ialah  orang-orang menyiapkan minuman tersebut atau para pembuat dan  pengedarnya. Mereka ini tidak mendapat pembebasan dari api neraka,  tetapi malah diancam dengan siksaan api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Termasuk kategori  mencerca orang tua ialah berbuat jahat terhadap orang tua yang dalam hal  ini ibu bapak. Menurut ajaran agama yang menyatakan syis saja kepada  ibu atau bapak itu sudah termasuk dosa. Membentak orang tua termasuk  perbuatan yang sangat dilarang. Allah SWT di samping menegaskan kepada  manusia untuk tidak beribadah selainNya, maka kepada kedua orangtua  berbuat baiklah. Waqadha Rabbuka an La ta’buduu Illah Iyyahu wa  bilwalidaini ihsanan (al-Isra: 17:23). Perbutan kategori baik terhadap  orang tua antara lain bertutur kata kepada keduanya dengan perkataan  yang mulia, merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang,  dan kepada keduanya didoakan; “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,  sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Tempat berzina  dimaksud adalah tempat pelacuran yang kini nama populernya tempat PSK  (pekerja seks komersial). Golongan atau kelompok orang yang seperti ini,  pada malam Nisfu Sya’ban tidak mendapat pembebasan dari api neraka,  tetapi sebaliknya mereka dijanji dengan siksaan dan azab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan  harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Misalnya,  penjual bahan bakar minyak, termasuk minyak tanah. Harga dagangan jenis  ini sudah ada harga standar, tetapi kalau penjualnya menaikkan harganya  secara zalim, maka penjual yang demikian itulah yang tidak mendapat  pembebasan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Termasuk kategori petugas  cukai adalah para kolektor pajak atau orang-orang yang menagih pajak dan  retribusi. Misalnya petugas cukai yang bertugas di pasar-pasar yang  menerima uang atau cukai dari penjual dengan bukti penerimaan dengan  karcis. Salah satu bentu ketidakjujuran kalau uang diterima tetapi tidak  diserahkan bukti penerimaan (karcis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, kelompok orang-orang tukang fitnah. Orang-orang kelompok ini  suka menyebarkan isu dan pencitraan buruk yang sesungguhnya hanyalah  sebuah fitnah. Keenam golongan inilah yang disebut tidak mendapat  fasilitas itqun minannar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya  bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci  Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik.  Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam  keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat,  dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api  neraka. Wallahu a’lam bissawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.umm.web.id/unmuh.malang/malam-nisfu-sya%E2%80%99banmalam-mulia-yang-sering-terlupakan.html"&gt;Lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7940055528940375260?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7940055528940375260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/kemuliaan-malam-nisfu-syaban_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7940055528940375260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7940055528940375260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/kemuliaan-malam-nisfu-syaban_26.html' title='KEMULIAAN MALAM NISFU SYA&apos;BAN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-9103060916222062539</id><published>2010-07-24T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-07-24T11:44:10.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>HABIB JINDAN BIN NOVEL</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEpvatH-ykI/AAAAAAAAAUY/Y86p6u6kWpI/s1600/habib-jindan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEpvatH-ykI/AAAAAAAAAUY/Y86p6u6kWpI/s200/habib-jindan.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;Kemampuannya  sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad  bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969.  Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam  lingkungan pendidikan yang sarat religius. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;            Wajah dai yang satu ini tentu sudah banyak dikenal kalangan  habaib dan muhibbin yang ada di Indonesia. Usianya masih relatif muda,  31 tahun, namun reputasinya sebagai ulama dan muballig sudah diakui kaum  muslimin. Tidak saja di Jakarta, tapi juga di banyak majelis haul dan  Maulid yang digelar di berbagai tempat –&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seperti Gresik,  Surabaya, Solo, Pekalongan, Tegal, Semarang, Bandung, Palembang,  Pontianak dan Kalimantan. Hampir semua daerah di negeri ini sudah  dirambahnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Kemampuannya  sebagai dai bukan hanya karena dia adalah cucu Habib Salim bin Ahmad  bin Jindan, “Singa Podium” dan pejuang dakwah di Betawi tahun 1906-1969.  Tapi juga karena sedari kecil dia memang telah tertempa dalam  lingkungan pendidikan yang sarat religius. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Wajah  ulama muda yang shalih ini tampak bersih. Tutur katanya halus, dengan  gaya berceramahnya yang enak didengar dan mengalir penuh untaian kalam  salaf serta kata-kata mutiara yang menyejukkan para pendengarnya.  Seperti kebanyakan habib, dia pun memelihara jenggot, dibiarkannya  terjurai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Habib  Jindan, putra Habib Novel bin Salim bin Jindan Bin Syekh Abubakar,  adalah salah seorang ulama yang terkenal di Jakarta. Ia juga dikenal  sebagai penerjemah bahasa Arab ke bahasa Indonesia yang andal. “Ketika  dia menerjemahkan taushiyah gurunya, Habib Umar bin Hafidz, makna dan  substansinya hampir sama persis dengan bahasa aslinya. Bahkan waktunya  pun hampir sama dengan waktu yang digunakan oleh Habib Umar,” tutur  Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Berkah Ulama dan Habaib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Habib  Jindan bin Novel bin Salim Jindan lahir di Sukabumi, pada hari Rabu 10  Muharram 1398 atau 21 Desember 1977. Sejak kecil ia selalu berada di  lingkungan majelis ta’lim, yang sarat dengan pendidikan ilmu-ilmu agama.  “Waktu kecil saya sering diajak ke berbagai majelis ta’lim di Jakarta  oleh abah saya, Habib Novel bin Salim bin Jindan. Dari situ saya  mendapat banyak manfaat, antara lain berkah dari beberapa ulama dan  habaib yang termasyhur,” kenang bapak lima anak (empat putra, satu  putri) ini kepada &lt;em&gt;alKisah&lt;/em&gt;. Ayahandanya memang dikenal sebagai  muballigh yang termasyhur. Pengalaman masa kecil itu pula yang  mendorongnya selalu memperdalam ilmu agama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Ketika  ia berumur dua tahun, keluarganya tinggal di Pasar Minggu, bersebelahan  dengan rumah keluarga Habib Salim bin Toha Al-Haddad. Pada umur lima  tahun, ia dititipkan untuk tinggal di rumah Habib Muhammad bin Husein  Ba'bud dan putranya, Habib Ali bin Muhammad bin Husein Ba’abud, di  Kompleks Pondok Pesantren Darun Nasyi’ien (Lawang, Malang). “Di Lawang,  sehari-hari saya tidur di kamar Habib Muhammad Ba’bud. Selama di sana,  dibilang mengaji, tidak juga. Namun berkah dari tempat itu selama  setahun saya tinggal, masih terasa sampai sekarang,” ujarnya dengan  senyum khasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Menginjak  umur enam tahun, ia ikut orangtuanya pindah ke Senen Bungur. Ia  mengawali belajar di SD Islam Meranti, Kalibaru Timur (Bungur, Jakarta  Pusat). Ia juga belajar diniyah pada sebuah madrasah yang diasuh oleh  Ustadzah Nur Baiti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian  dia melanjutkan ke tingkat tsanawiyah di Madrasah Jami’atul Kheir,  Jakarta, hingga tingkat aliyah, tapi tidak tamat. Selama di Jami'at  Kheir, banyak guru yang mendidiknya, seperti Habib Rizieq Shihab, Habib  Ali bin Ahmad Assegaf, K.H. Sabillar Rosyad, K.H. Fachrurazi Ibrahim,  Ustadz Syaikhon Al-Gadri, Ustadz Fuad bin Syaikhon Al-Gadri, dan  lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Sejak  muda, sepulang sekolah ia selalu belajar pada habaib dan ulama di  Jakarta, seperti di Madrasah Tsaqafah Islamiyah, yang diasuh Habib  Abdurrahman bin Ahmad Assegaf dan putranya, Ustadz&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Abu  Bakar Assegaf. Habib Jindan juga pernah belajar bahasa Arab di Kwitang  (Senen, Jakarta Pusat) di tempat Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi,  dengan ustadz-ustadz setempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Selain  itu pada sorenya ia sering mengikuti rauhah yang digelar oleh Majelis  Ta’lim Habib Muhammad Al-Habsyi. Di majelis itu, banyak habib dan ulama  yang menyampaikan pelajaran-pelajaran agama, seperti Habib Abdullah  Syami’ Alattas, Habib Muhammad Al-Habsyi, Ustadz Hadi Assegaf, Habib  Muhammad Mulachela, Ustadz Hadi Jawwas, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Beruntung,  karena sering berada di lingkungan Kwitang, ia banyak berjumpa para  ulama dari mancanegara, seperti Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Habib  Ja’far Al-Mukhdor, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf, dan masih  banyak lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Pada  setiap Ahad pagi, ia hadir di Kwitang bersama abahnya, Habib Novel,  yang juga selalu didaulat berceramah. Sekitar 1993, ia bertemu pertama  kali dengan Habib Umar Hafidz di Majlis Ta’lim Habib Ali bin Abdurrahman  Al-Habsyi (Kwitang) saat pengajian Ahad pagi. Pertemuan kedua terjadi  saat Habib Umar bin Salim Al-Hafidz berkunjung ke Jami’at Kheir. Saat  itu yang mengantar rombongan Habib Umar adalah Habib Umar Mulachela dan  Ustadz Hadi Assegaf.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Uniknya,  satu-satunya kelas yang dimasuki Habib Umar adalah kelasnya, padahal di  Jami’at Kheir saat itu ada belasan kelas. Begitu masuk kelas, Ustadz  Hadi Assegaf dari depan kelas memperkenalkannya dengan Habib Umar bin  Salim Al-Hafidz. Saat itu, Ustadz Hadi menunjuknya sambil mengatakan  kepada Habib Umar bahwa dirinya juga bermarga Bin Syekh Abu Bakar bin  Salim, sama klannya dengan Habib Umar bin Salim Al-Hafidz. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Saat  itulah Habib Umar tersenyum sambil memandang Habib Jindan. Itulah  perkenalan pertama Habib Jindan dengan Habib Umar Al-Hafidz di ruang  kelasnya, yang masih terkenang sampai sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Sejak  saat itu hatinya tergerak untuk belajar ke Hadhramaut. Pernah suatu  ketika ia akan berangkat ke Hadhramaut, tapi sayang sang pembawa, Habib  Bagir bin Muhammad bin Salim Alattas (Kebon Nanas), meninggal. Pernah  juga ia akan berangkat dengan salah satu saudaranya, tapi saudaranya itu  sakit. Hingga akhirnya tiba-tiba Habib Abdul Qadir Al-Haddad (Al-Hawi,  Condet) datang ke rumahnya mengabarkan bahwa Habib Umar bin Hafidz  menerimanya sebagai santri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Sumber Inspirasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Lalu  ia berangkat bersama rombongan pertama dari Indonesia yang jumlahnya 30  orang santri. Di antaranya Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa, Habib  Qureisy Baharun, Habib Shodiq bin Hasan Baharun, Habib Abdullah bin  Hasan Al-Haddad, Habib Jafar bin Bagir Alattas, dan lain-lain. Ia  kemudian belajar agama kepada Habib Umar bin Hafidz di Tarim,  Hadhramaut. “Ketika itu Habib Umar belum mendirikan Pesantren Darul  Musthafa. Yang ada hanya Ribath Tarim. Kami tinggal di rumah Habib  Umar,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Baru  dua minggu di Hadhramaut, pecah perang saudara di Yaman. Memang,  situasi perang tidak terasa di lingkungan pondok. Ada perang atau tidak,  Habib Umar tetap mengajar murid-muridnya. Namun dampak perang saudara  ini dirasakan seluruh penduduk Yaman. Listrik mati, gas minim, bahan  makanan langka. “Terpaksa kami masak dengan kayu bakar,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Baginya,  Habib Umar bin Hafidz bukan sekadar guru, tapi juga sumber inspirasi.  “Saya sangat mengagumi semangatnya dalam berdakwah dan mengajar. Dalam  situasi apa pun, beliau selalu menekankan pentingnya berdakwah dan  mengajar. Bahkan dalam situasi perang pun, tetap mengajar. Beliau memang  tak kenal lelah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Saat  itu Darul Musthafa belum mantap seperti sekarang, situasinya serba  terbatas. Walaupun begitu, sangat mengesankan baginya. Dahulu para  santri tinggal di sebuah kontrakan yang sederhana di belakang kediaman  Habib Umar. Sedangkan pelajaran ta’lim, selain diasuh sendiri oleh Habib  Umar, para santri juga belajar di berbagai majelis ta’lim yang biasa  digelar di Tarim, seperti di Rubath Tarim, Baitul Faqih, Madrasah Syeikh  Ali, mengaji kitab &lt;em&gt;Bukhari&lt;/em&gt; di Masjid Ba'alwi, ta’lim di Zawiyah Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (Al-Hawi, Hadhramaut), belajar kitab &lt;em&gt;Ihya&lt;/em&gt;  di Zanbal di Gubah Habib Abdullah bin Abubakar Alaydrus, Zawiyah Mufti  Tarim, diasuh Syaikh Fadhal bin Abdurrahman Bafadhal, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Selama  mengaji dengan Habib Umar, ia sangat terkesan. “Beliau dalam mengajar  tidak pernah marah. Saya tidak pernah mendengar beliau mengomel atau  memaki-maki kami. Kalau ada yang salah, ditegurnya baik-baik dan dikasih  tahu. Selain itu, Habib Umar juga terkenal sangat istiqamah dalam hal  apa pun.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Habib  Jindan mengaku sangat beruntung bisa belajar dengan seorang alim dan  orator ulung seperti Habib Umar. Memang Habib Umar mendidik  santri-santrinya bisa berdakwah. Para santri mendapat pendidikan khusus  untuk memberikan taushiyah dalam bahasa Arab tiap sehabis shalat Subuh,  masing-masing dua orang, walaupun hanya sekitar lima sampai sepuluh  menit. Latihan kultum itu juga menjadi ajang saling memberikan masukan  antarsantri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Setelah  satu tahun menjadi santri, ada program dakwah tiga hari sampai seminggu  bagi yang mau dakwah berkeliling. Bahkan dirinya sudah mengajar untuk  santri-santri senior pada akhir-akhir masa pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Setelah  selama kurang lebih empat tahun, tahun 1998, ia pulang ke Indonsia  bersama rombongan Habib Umar yang mengantar sekaligus santri-santri asal  Indoensia dan berkunjung ke rumah beberapa muridnya. Angkatan pertama  ini hampir seluruhnya dari Indonesia, hanya dua-tiga orang yang santri  setempat. Untuk itulah, ia pulang seminggu terlebih dahulu, untuk  mempersiapkan acara dan program kunjungan Habib Umar di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Saat  pertama kali pulang, ia, oleh sang abah, diperintahkan untuk berziarah  ke para habib sepuh yang ada di Jakarta, Bogor, dan sekitarnya.  Ayahandanya, Habib Novel, Habib Hadi bin Ahmad Assegaf, dan Habib Anis  Al-Habsyi mendorongnya untuk berdakwah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Masukan,  didikan, dan motivasi sang abah ia rasakan hingga sekarang. “Ikhlaslah  dalam berdakwah. Apa yang keluar dari hati akan sampai ke hati,” kata  Habib Jindan menirukan abahnya. Habib Novel (alm.) memang dikenal  sebagai orator ulung sebagaimana abahnya, Habib Salim bin Jindan.  Wajarlah bila Habib Novel ingin putra-putranya menjadi dai-dai yang  tangguh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;“Kalau  ceramah, jangan terlalu panjang. Selagi orang sedang asyik, kamu  berhenti. Jangan kalau orang sudah bosan, baru berhenti, nanti banyak  audiens kapok mendengarnya. Lihat situasi dan keadaannya, sesuaikan  dengan materi ceramahnya dan waktu ceramahnya. Lihat, kalau di situ ada  beberapa penceramah, kamu harus batasi waktu berceramah dan bagi-bagi  waktunya dengan yang lain.” Sampai masalah akhlaq dan sopan santun,  semua orang diajarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Verdana;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://alhabaib.blogspot.com/2009/04/habib-jindan-bin-novel-bin-salim-jindan.html"&gt;alhabaib.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-9103060916222062539?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/9103060916222062539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/habib-jindan-bin-novel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/9103060916222062539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/9103060916222062539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/habib-jindan-bin-novel.html' title='HABIB JINDAN BIN NOVEL'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEpvatH-ykI/AAAAAAAAAUY/Y86p6u6kWpI/s72-c/habib-jindan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7276568686614496829</id><published>2010-07-10T09:49:00.000+07:00</published><updated>2010-07-10T09:49:47.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>HIKMAH ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://sachrony.files.wordpress.com/2008/08/newuniverse.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="newuniverse" class="aligncenter size-medium wp-image-1175" height="227" src="http://sachrony.files.wordpress.com/2008/08/newuniverse.jpg?w=300&amp;amp;h=227" title="newuniverse" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Seandainya Orang-orang Kafir Qurays yang  hidup pada masa Nabi Muhammad Saw masih hidup sampai sekarang, tentu  mereka tidak akan heran dan mengolok-olok Nabi Muhammad ketika Rosululoh  melakukan “Perjalanan di waktu malam” yang di kenal dengan  Isro mi;raj  dari Masjidil Haram ke masjidil Aqso hingga langi ke tujuh hanya dalam  satu malam saja. Sekarang hanya dalam hitungan Jam kita dapat keliling  dunia dengan kecanggihan alat transfortasi yang saat ini dimilki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Nabi melakukan Isro Mi’raj  serta menceritakannya  kepada Masyarakat,  banyak sekali kegoncangan terhadap para pengikut Nabi, mereka galau dan  ragu-ragu akan cerita nabi. Tidak sedikit pengikut nabi kembali Murtad  begitu nabi menceritakan kejadian Isra mi’raz tersebut., karena  peristiwa tersebut sangat sulit di terima  oleh akal, hanya hati yang  jernih dan penuh keimanan kepada Alloh dan rosulnya yang bisa menerima  certa tersebut seperti   Sahabat Abu bakar adalah orang pertama yang  percaya akan cerita nabi tentang Isro Mi;raz sehingga Abu bakar di beri  gelar Assiddiq .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa Isro Mi’raz adalah merupakan  kejadian yang sangat luar biasa dan  bentuk cinta Alloh kepada  Rosululloh. Alloh sendirilah  yang memperjalankan Nabi Muhammad  SAw.Dalam peristiwa itu, tepatnya 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW dapat saja  langsung menuju langit dari Makkah, namun Allah tetap membawanya menuju  Masjidil Aqsha, pusat peribadahan nabi-nabi sebelumnya. Ini dapat  diartikan bahwa b umat Islam tidak memiliki larangan untuk berbuat baik  terhadap sesama manusia, sekalipun kepada golongan di luar Islam. Hal  ini dikarenakan, Islam menghargai peraturan-peraturan sebelum Islam,  seperti halnya khitan yang telah disyariatkan sejak zaman Nabi Ibrahim  AS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa Isro Mi’raj terjadi ketika  nabi sedang dalam kesedihan , dua orang penyokong nabi dalam melakukan  dakwah yaitu Istri nabi siti Khodijah dan pamannya Abu Thalib telah  berpulang kerahmatulloh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat itu ketika nabi  sedang tertidur di dalam masjidil Haram didatangi oleh malaikat Jibriel  dan mikail dibedah dada nabi dan di cuci hatinya dengan air zamzam untuk  menghilangkan sifat-sifat buruk setelah itu  hati nabi dimasukan   dengan iman dan hikmah . Ini adalah merupakan pencucian yang kedua  kalinya yang di alami nabi,  sebelumnya nabi  pernah  juga di cuci  hatinya dan  diisi dengan Rahmah cinta dan kasih sayang  sewaktu nabi di  asuh oleh  Halimatus Sya’diyah. Setelah dilakukan pencucian tersebut  Nabi  memulai perjalanannya  menuju masjidil  Aqso (palestina) dengan  berkendaraan Burouq  ( sejenis kuda yang kecepatannya melebihi cahaya).  Sesampainya di Masjidil Aqso Nabi di sambut oleh para nabi dan rosul  untuk melaksanakan sholat berjamaah dan Nabi Muhammad Saw sebagai  imamnya. Hal ini merupakan suatu bentuk kehormatan bahwa derajat Nabi  Muhammad diatas kenabiaan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah melampaui Masjidil Aqsha, Nabi langsung diangkat naik sampai ke langit tujuh, lalu Sidratul Muntaha dan Baitul Ma’mur.&lt;br /&gt;Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad  SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam  yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limapuluh kali sehari-semalam.  Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun Nabi Musa AS memperingatkan, bahwa  umat Muhammad tidak akan sanggup dengan limapuluh waktu itu. ”Aku telah  belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi  Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah  keringanan untuk umatmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lalu Nabi Muhammad kembali menghadap  Sang Rabb, meminta keringanan dan ternyata dikabulkan. Tidak lagi  lipapuluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas.  Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat  sepuluh waktu itu. ”Mintalah lagi keringanan.” Nabi kembali dan akhirnya  memeroleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya Nabi Musa masih berkeberatan  dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad untuk kembali meminta  keringanan. Namun Nabi Muhammad tidak berani. “Aku sudah meminta  keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan  pasrah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi Muhammad memang mengakui bahwa  pendapat Nabi Musa AS itu benar adanya. Lima kali shalat sehari semalam  itu masih memberatkan. Namun lima waktu itu bukankah sudah merupakan  bentuk keringanan?!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa isra’ dan mi’raj diabadikan  oleh Al-Qur’an dalam surah  Al-Isra’. Bahkan peristiwa inilah yang  mengawali surah ini.sebagaimana Firman Alloh “&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“&lt;b&gt;Maha  Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari  Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi  sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda  (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; (Al-Isra’: 1).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudut pandang tentang isra’ dan mi’raj  memang bisa beragam; dari kacamata akidah, isra mi’raj mengajarkan  tentang kekuasaan Allah swt. yang tidak terhingga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sudut pandang sains, mengajarkan bagaimana dunia keilmuan masih menyisakan teori ilmiah yang belum terkuak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sudut pandang Ahlak , peristiwa ini  mengajarkan bagaimana adab dan akhlak seorang hamba kepada Khaliqnya.  Sungguh beragamnya sudut pandang ini menunjukkan keagungan peristiwa  yang hanya sekali terjadi sepanjang kehidupan manusia, dan hanya terjadi  kepada seorang insan pilihan, Rasulullah saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayyid Quthb menafsirkan ayat pertama  dari surah Al-Isra ini dengan menyebutkan bahwa ungkapan tasbih yang  mengawali peristiwa ini menujukkan keagungannya, karena tasbih diucapkan  manakala menyaksikan atau melihat sesuatu yang luar bisa yang hanya  mampu dilakukan oleh Dzat yang Maha Kuasa. Sedangkan lafadz &lt;i&gt;“bi’abdihi”&lt;/i&gt;  adalah untuk mengingatkan status manusia (Rasulullah) dengan  anugerahnya yang bisa mencapai maqam tertinggi sidratul muntaha, agar ia  tetap sadar akan kedudukanya sebagai manusia meskipun dengan  penghargaan dan kedudukan yang tertinggi sekalipun yang tidak akan  pernah dicapai oleh seluruh manusia sampai hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://sachrony.wordpress.com/2008/08/03/hikmah-isro-miraj-nabi-muhammad-saw/"&gt;sachrony.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_1419445901"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1419445902"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7276568686614496829?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7276568686614496829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/hikmah-isra-miraj-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7276568686614496829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7276568686614496829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/hikmah-isra-miraj-nabi-muhammad-saw.html' title='HIKMAH ISRA MI&apos;RAJ NABI MUHAMMAD SAW'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-8070099624218261763</id><published>2010-07-05T23:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-05T23:20:26.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>10 Adab dalam Masalah Buang Hajat</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Buang hajat merupakan  rutinitas amaliyah yang sering dilakukan semua orang. Maka alangkah  baiknya bila kita mengetahui adab-adab buang hajat sesuai dengan tuntunan  syari’at Islam yang mulia ini.&lt;span id="more-2265"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Adanya tuntunan dalam  masalah buang hajat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat  sempurna. Tidak ada yang tersisa dari problematika umat ini, melainkan  telah dijelaskan secara gamblang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam. Tak heran, jika kaum musyrikin pernah terperangah seraya  berkata kepada Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sungguh nabi kalian telah  mengajarkan segala sesuatu sampai-sampai perkara adab buang hajat  sekalipun.” Salman menjawab: “Ya, benar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;…” (HR. Muslim No.  262)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Diantara  adab-adab tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;1. Berdo’a Sebelum Masuk WC&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;WC dan yang semisalnya  merupakan salah satu tempat yang dihuni oleh setan. Maka sepantasnya  seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari  kejelekan makhluk tersebut. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a ketika akan masuk WC:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;(بِسْمِ اللهِ) اللَّهُمَّ  إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;(Dengan menyebut nama  Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan  setan laki-laki dan setan perempuan.”&lt;/em&gt; (HR. Al-Bukhari no. 142 dan  Muslim no. 375. Adapun tambahan basmalah diawal hadits diriwayatkan oleh  Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Doa ini dapat pula dibaca  dengan lafazh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;(بِسْمِ اللهِ) اللَّهُمَّ  إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَ الْخَبَائِثِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“(Dengan menyebut nama  Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala  bentuk kejahatan dan para pelakunya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;.” (Lihat Fathul Bari dan Syarhu Shahih  Muslim pada penjelasan hadits diatas)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;2. Mendahulukan Kaki Kiri  Ketika Masuk WC Dan Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Keluar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dalam masalah ini tidak  terdapat hadits shahih yang secara khusus menyebutkan disukainya  mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk WC. Hanya saja terdapat  hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyukai  mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Oleh karena itu, beberapa  ulama seperti Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih  Muslim, dan juga Al-Imam Ibnu Daqiqil ‘Id menyebutkan disukainya  seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar  dengan mendahulukan kaki kanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;3. Tidak Membawa Sesuatu  Yang Terdapat Padanya Nama Allah subhanahu wata’ala Atau Ayat Al-Qur`an  kedalam WC&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sesuatu apapun yang  terdapat padanya nama Allah subhanahu wata’ala, atau terdapat padanya  ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama yang disandarkan kepada salah  satu dari nama Allah subhanahu wata’ala seperti Abdullah, Abdurrahman  dan yang lainnya, maka tidak sepantasnya dimasukkan ke tempat buang  hajat (WC). Allah subhanahu wata’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; “&lt;em&gt;Barangsiapa yang  mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari  ketaqwaan hati&lt;/em&gt;.” (QS. Al-Hajj: 32)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Adapun hadits yang sering  dipakai dalam masalah ini tentang peletakan cincin Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam ketika masuk WC merupakan hadits yang dilemahkan para  ulama. (Taudhihul Ahkam, 1/324)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;4. Berhati-hati Dari  Percikan Najis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Tidak berhati-hati dari  percikan kencing merupakan salah satu penyebab diadzabnya seseorang di  alam kubur. Tetapi perkara ini sering disepelekan oleh kebanyakan orang.  Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melewati dua  kuburan, seraya beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Sungguh dua penghuni  kubur ini sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab melainkan karena  menganggap sepele perkara besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena  tidak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan yang lainnya, ia diadzab  karena suka mengadu domba&lt;/em&gt;….” (HR. Al-Bukhari no. 216 dan Muslim no.  292)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dan Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam telah memperingatkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Bersucilah kalian dari kencing.  Sungguh kebanyakan (orang) diadzab di alam kubur disebabkan karena  kencing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Ad-Daraquthni)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;5. Tidak Menampakkan Aurat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Menutup aurat merupakan  perkara yang wajib dalam Islam. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam melarang seseorang dalam keadaan apapun, termasuk  ketika buang hajat, untuk menampakkan auratnya di hadapan orang lain.  Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apabila dua orang buang hajat, maka  hendaklah keduanya saling menutup auratnya dari yang lain dan janganlah  keduanya saling berbincang-bincang. Sesungguhnya Allah sangat murka  dengan perbuatan tersebut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Ahmad dishahihkan Ibnus  Sakan, Ibnul Qathan, dan Al-Albani, dari Jabir bin Abdillah radhiallahu  ‘anhu)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Oleh karena itu, kebiasaan  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah menjauh dari pandangan  para sahabatnya ketika hendak buang hajat. Abdurrahman bin Abi Qurad  radhiallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aku pernah keluar bersama Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam ke tempat buang hajat. Kebiasaan beliau  ketika buang hajat adalah pergi menjauh dari manusia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR.  An Nasa’i No. 16. Dishahihkan Asy Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’us Shahih,  1/495)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;6. Tidak Beristinja’ dengan  Tangan Kanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tangan kanan sebagaimana  sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasallam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;لاَيَمَسَّنَّ أَحَدُكُمْ  ذَكَرَهُ بِيَمِيْنِهِ وَهُوَيَبُوْلُ وَلاَ يَتَمَسَّحْ مِنَ الْخَلاَءِ  بِيَمِيْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Janganlah seseorang diantara kalian  memegang kemaluan dengan tangan kanannya ketika sedang kencing dan  jangan pula cebok dengan tangan kanan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan  Muslim dari shahabat Abu Qotadah radhiallahu ‘anhu)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Hadits inipun mengandung  larangan memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika sedang kencing.  Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan adab (etika yang  baik) dan kebersihan, termasuk ketika buang hajat sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;7. Boleh Bersuci dengan  Batu (Istijmar)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Diantara bentuk kemudahan  dari Allah subhanahu wata’ala ialah dibolehkan bagi seseorang untuk  bersuci dengan batu (istijmar). Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu  berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Suatu hari Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam buang hajat, lalu beliau meminta kepadaku tiga batu  untuk bersuci&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari No. 156)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Namun batu yang dipakai  harus berjumlah ganjil dengan jumlah minimal tiga batu sebagaimana  dinyatakan Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam melarang bersuci (istijmar) kurang dari tiga batu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.”  (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Juga hadits dari Abu  Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Jika kalian bersuci  dengan batu (istijmar), maka hendaklah dengan bilangan ganjil.”&lt;/em&gt;  (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; ulama menyebutkan kriteria  batu yang dipakai adalah batu yang suci lagi kering. Tidak boleh jika  batu tersebut dalam keadaan basah. Dibolehkan juga menggunakan  benda-benda lain selagi bisa menyerap benda najis dari tempat keluarnya,  yaitu qubul dan dubur, dengan syarat berjumlah ganjil dan minimal 3  (tiga) buah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;8. Larangan Beristinja’  dengan Tulang dan Kotoran Binatang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tulang atau kotoran  binatang, disamping keduanya merupakan benda yang tidak dapat  menyucikan. Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam telah melarang beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”  (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam menyebutkan hikmah pelarangan beristinja’ dengan tulang  sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Tulang adalah makanan  saudara kalian dari kalangan jin.&lt;/em&gt;” (HR. Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;9. Tidak Menghadap Atau  Membelakangi Kiblat Ketika Buang Hajat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt; ulama berbeda pendapat  dalam permasalahan ini. Sebagian ulama berpendapat dilarangnya buang  hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat secara mutlak, baik di  tempat terbuka maupun di tempat tertutup. Inilah pendapat Ibnu  Taimiyyah, Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani dan yang lainnya. Berdalil  dengan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Apabila seseorang dari kalian buang  hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi  hendaknya ia menyamping dari arah kiblat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari  No. 394 dan Muslim No. 264)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sebagian ulama lain  berpendapat bahwa larangan buang hajat dengan menghadap kiblat adalah  apabila di tempat terbuka. Namun jika di tempat tertutup, maka  dibolehkan menghadap kiblat. Dalil yang menunjukkan bolehnya perkara  tersebut adalah hadits dari Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhu, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Aku pernah menaiki  rumah saudariku Hafshah (salah satu istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam) untuk suatu kepentingan. Maka aku melihat Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam sedang buang hajat dengan menghadap ke arah  negeri Syam dan membelakangi Ka’bah&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari No. 148 dan  Muslim No. 266)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Demikian pula hadits Jabir  bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Beliau shalallahu  ‘alaihi wasallam melarang kami membelakangi atau menghadap kiblat ketika  buang hajat. Akan tetapi aku melihat beliau kencing dengan menghadap  kiblat setahun sebelum beliau wafat.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, 3/365, dihasankan  Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’us Shahih, 1/493)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pendapat inilah yang nampak  bagi penulis lebih kuat. Dan ini pendapat yang dipilih Al-Imam Malik,  Ahmad, Asy-Syafi’i, dan mayoritas para ulama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Namun dalam rangka  berhati-hati, sebaiknya tidak menghadap kiblat ketika buang hajat  walaupun di tempat tertutup. Hal ini disebabkan karena perbedaan  pendapat yang sangat kuat diantara para ulama dalam masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;10. Berdo’a Setelah Keluar  WC&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a yang dibaca ketika keluar dari tempat  buang hajat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;Bahwasanya Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam jika keluar dari tempat buang hajat membaca  do’a&lt;/em&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 13pt;"&gt;غُفْرَانَكَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;(Aku memohon pengampunanmu).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;”  (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan  Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No. 52)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Terdapat riwayat-riwayat  lain yang menyebutkan beberapa bentuk do’a yang dibaca setelah buang  hajat. Namun seluruh hadits-hadits tersebut didha’ifkan para ulama pakar  hadits. Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata: “&lt;em&gt;Hadits yang paling  shahih tentang masalah ini adalah hadits ‘Aisyah (yang telah disebutkan  diatas)&lt;/em&gt;.” (Taudhihul Ahkam, 1/352)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Inilah beberapa perkara  yang perlu dicermati oleh setiap muslim. Sungguh tidak layak bagi  seorang muslim menganggap hal ini sebagai perkara yang sepele.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Wallähu ta’älä a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://qurandansunnah.wordpress.com/2010/01/13/10-sepuluh-adab-dalam-masalah-buang-hajat/"&gt;qurandansunnah.wordpress.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-8070099624218261763?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/8070099624218261763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/10-adab-dalam-masalah-buang-hajat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8070099624218261763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8070099624218261763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/10-adab-dalam-masalah-buang-hajat.html' title='10 Adab dalam Masalah Buang Hajat'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3308450563291209484</id><published>2010-07-05T22:29:00.001+07:00</published><updated>2010-07-05T22:47:46.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>Sayyidina Umar bin al-Khaththab.ra</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="storycontent"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TDH5enHMhrI/AAAAAAAAAQI/J4U8GBOIlz8/s1600/555.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TDH5enHMhrI/AAAAAAAAAQI/J4U8GBOIlz8/s200/555.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nama lengkapnya adalah Umar bin  Khaththab bin Nufail bin Abdul Izzy bin Rabah bin Qirath bin Razah bin  Adi bin Ka’ab bin Luay al-Quraisy al-‘Adawy. Terkadang dipanggil dengan  Abu Hafash dan digelari dengan al-Faruq. Ibunya bernama Hantimah binti  Hasyim bin al-Muqhirah al-Makhzumiyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Awal Keislamanya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umar masuk Islam ketika para penganut Islam  kurang lebih sekitar 40 (empat puluh) orang terdiri dari laki-laki dan  perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam Tirmidzi, Imam Thabrani dan Hakim telah  meriwayatkan dengan riwayat yang sama bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi  wassalam telah berdo’a,” &lt;i&gt;Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini  dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu  Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam&lt;/i&gt;.”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkenaan dengan masuknya Umar bin al-Khaththab  ke dalam Islam yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang diungkap oleh  Imam Suyuti dalam kitab “ Tarikh al-Khulafa’ ar-Rasyidin” sebagai  berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anas bin Malik berkata:” Pada suatu hari Umar  keluar sambil menyandang pedangnya, lalu Bani Zahrah bertanya” &lt;i&gt;Wahai  Umar, hendak kemana engkau?&lt;/i&gt;,” maka Umar menjawab, “ &lt;i&gt;Aku hendak  membunuh Muhammad&lt;/i&gt;.” Selanjutnya orang tadi bertanya:” &lt;i&gt;Bagaimana  dengan perdamaian yang telah dibuat antara Bani Hasyim dengan Bani  Zuhrah, sementara engkau hendak membunuh Muhammad&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu orang tadi berkata,” &lt;i&gt;Tidak kau tahu  bahwa adikmu dan saudara iparmu telah meninggalkan agamamu&lt;/i&gt;”.  Kemudian Umar pergi menuju rumah adiknya dilihatnya adik dan iparnya  sedang membaca lembaran Al-Quran, lalu Umar berkata, “&lt;i&gt;barangkali  keduanya benar telah berpindah agama&lt;/i&gt;”,. Maka Umar melompat dan  menginjaknya dengan keras, lalu adiknya (Fathimah binti Khaththab)  datang mendorong Umar, tetapi Umar menamparnya dengan keras sehingga  muka adiknya mengeluarkan darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Umar berkata: “&lt;i&gt;Berikan lembaran  (al-Quran) itu kepadaku, aku ingin membacanya&lt;/i&gt;”, maka adiknya  berkata.” &lt;i&gt;Kamu itu dalam keadaan najis tidak boleh menyentuhnya  kecuali kamu dalam keadaan suci, kalau engaku ingin tahu maka mandilah  (berwudhulah/bersuci)&lt;/i&gt;.”. Lalu Umar berdiri dan mandi (bersuci)  kemudian membaca lembaran (al-Quran) tersebut yaitu surat Thaha sampai  ayat,” &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada  tuhanselain Aku, maka sembahlah Aku dirikanlah Shalat untuk mengingatku&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.”  (Qs.Thaha:14). Setelah itu Umar berkata,” Bawalah aku menemui  Muhammad.”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar perkataan Umar tersebut langsung  Khabbab keluar dari sembunyianya seraya berkata:”Wahai Umar, aku merasa  bahagia, aku harap do’a yang dipanjatkan Nabi pada malam kamis menjadi  kenyataan, Ia (Nabi) berdo’a “&lt;i&gt;Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini  dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu  Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam&lt;/i&gt;.”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu Umar berangkat menuju tempat Muhammad  Shallallahu alaihi wassalam, didepan pintu berdiri Hamzah, Thalhah dan  sahabat lainnya. Lalu Hamzah seraya berkata&lt;i&gt;,” jika Allah menghendaki  kebaikan baginya, niscaya dia akan masuk Islam, tetapi jika ada tujuan  lain kita akan membunuhnya&lt;/i&gt;”. Lalu kemudian Umar menyatakan masuk  Islam dihadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu bertambahlah kejayaan Islam dan Kaum  Muslimin dengan masuknya Umar bin Khaththab, sebagaimana ini  diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Mas’ud, seraya berkata,”  Kejayaan kami bertambah sejak masuknya Umar.”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umar turut serta dalam peperangan yang  dilakukan bersama Rasulullah, dan tetap bertahan dalam perang Uhud  bersama Rasulullah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam “&lt;i&gt;Tarikh  al-Khulafa’ar Rasyidin&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah memberikan gelar al-Faruq kepadanya,  sebagaimana ini diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, seraya dia  berkata,” &lt;i&gt;Aku telah bertanya kepada Aisyah, “ Siapakah yang  memanggil Umar dengan nama al-Faruq?&lt;/i&gt;”, maka Aisyah menjawab &lt;i&gt;“Rasulullah&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadist Imam Bukhari dari Abu Hurairah,  Rasulullah bersabda:” &lt;i&gt;Sungguh telah ada dari umat-umat sebelum kamu  para pembaharu, dan jika ada pembaharu dari umatku niscaya ‘Umarlah  orangnya&lt;/i&gt;”. Hadist ini dishahihkan oleh Imam Hakim. Demikian juga  Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari Uqbah bin Amir bahwa Nabi  bersabda,” &lt;i&gt;Seandainya ada seorang Nabi setelahku, tentulah Umar bin  al-Khaththab orangnya&lt;/i&gt;.”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Umar dia  berkata,” Nabi telah bersabda:”&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah telah mengalirkan  kebenaran melalui lidah dan hati Umar&lt;/i&gt;”. Anaknya Umar (Abdullah)  berkata,” &lt;i&gt;Apa yang pernah dikatakan oleh ayahku (Umar) tentang  sesuatu maka kejadiannya seperti apa yang diperkirakan oleh ayahku&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Keberaniannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Riwayat dari Ibnu ‘Asakir telah meriwayatkan  dari Ali, dia berkata,” &lt;i&gt;Aku tidak mengetahui seorangpun yang hijrah  dengan sembunyi sembunyi kecuali Umar bi al-Khaththab melakukan dengan  terang terangan&lt;/i&gt;”. Dimana Umar seraya menyandang pedang dan busur  anak panahnya di pundak lalu dia mendatangi Ka’bah dimana kaum Quraisy  sedang berada di halamannya, lalu ia melakukan thawaf sebanyak 7 kali  dan mengerjakan shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian ia mendatangi perkumpulan mereka satu  persatu dan berkata,” &lt;i&gt;Barang siapa orang yang ibunya merelakan  kematiannya, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, maka  temuilah aku di belakang lembah itu&lt;/i&gt;”. Kesaksian tersebut menunjukan  keberanian Umar bin Khaththab Radhiyallahu’Anhu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada hari rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H ia  wafat, ia ditikam ketika sedang melakukan Shalat Subuh beliau ditikam  oleh seorang Majusi  yang bernama Abu Lu’luah budak milik  al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan  Majusi. Umar dimakamkan di samping Nabi dan Abu Bakar ash Shiddiq,  beliau wafat dalam usia 63 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Disalin dari Biografi Umar Ibn  Khaththab dalam Tahbaqat Ibn Sa’ad, Tarikh al-Khulafa’ar Rasyidin Imam  Suyuthi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/27/%E2%80%98umar-bin-al-khaththab/"&gt;Ahlulhadist&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3308450563291209484?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3308450563291209484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/sayyidina-umar-bin-al-khaththabra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3308450563291209484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3308450563291209484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/07/sayyidina-umar-bin-al-khaththabra.html' title='Sayyidina Umar bin al-Khaththab.ra'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TDH5enHMhrI/AAAAAAAAAQI/J4U8GBOIlz8/s72-c/555.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7771469616355134136</id><published>2010-06-28T23:20:00.001+07:00</published><updated>2010-06-28T23:20:23.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>SUNAN KUDUS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rm7Hq3cpHeI/TCYRWqJjFnI/AAAAAAAAAYM/WUrKFewoSn0/s1600/sunan_kudus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" ru="true" src="http://2.bp.blogspot.com/_rm7Hq3cpHeI/TCYRWqJjFnI/AAAAAAAAAYM/WUrKFewoSn0/s200/sunan_kudus.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Biografi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan  Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa  Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana  hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima  Perang. Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia  berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo  hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan  Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya  bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari  pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk  teguh-menunjuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan  simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid  Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang  melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan  Sunan Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan  tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama  Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan  sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan  Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti "sapi betina". Sampai  sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk  menyembelih sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut  disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti  kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001  malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus  mengikat masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus.  Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan  Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan  Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut riwayat beliau juga termasuk salah seorang pujangga yang  berinisiatif mengarang cerita-cerita pendek yang berisi filsafat serta  berjiwa agama. diantara buah ciptaannya yang terkenal, ialah Gending  Maskumambang dan Mijil. Adapun Imam Ja'far Sodiq yang terkenal di Iran  itu tidak saja sebagai seorang imam dari kaum Syi'ah, akan tetapi juga  sebagai seorang yang terkemuka di dalam soal-soal hukum maupun ilmu  pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka menurut hemat kita Ja'far Sodiq yang terkenal di  Iran sebagai seorang wali, seorang imam dari golongan Syi'ah yang amat  dipuja serta dihormati itu, kiranya bukanlah Ja'far Sodiq seorang wali  yang menjadi salah seorang anggota dari kesembilan wali di Jawa, yang  makamnya terdapat di kota Kudus, adapun Ja'far Sodiq yang kemudian ini,  terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. Disamping bertindak sebagai guru  agama Islam. juga sebagai salah seorang yang kuat syariatnya, Senan  Kudus-pun menjadi senopati dari kerajaan Islam di Demak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain yang termasuk bekas peninggalan beliau adalah Masjid Raya  di-Kudus, yang kemudian dikenal dengan sebutan masjid menara Kudus. Oleh  karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang  indah. Mengenai asal-usulnya nama Kudus menurut dongeng (legenda) yang  hidup dikalangan masyarakat setempat ialah, bahwa dahulu Sunan Kudus  pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di tanah arab, kemudian  beliaupun mengajar pula di sana. pada suatu masa, di tanah arab konon  berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan, penyakit mana  kemudian menjadi reda, berkat jasa sunan kudus., oleh karena itu,  seorang amir disana berkenan untuk memberikan suatu hadian kepada  beliau. akan tetapi beliau menolak,hanya kenang-kenangan beliau meminta  sebuah batu. Batu tersebut katanya berasal dari kota Baitul Makdis, atau  Jeruzalem, maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja'far Sodiq  hidup serta bertempat tinggal, kemudian diberikan nama Kudus. Bahkan  menara yang terdapat di depan masjid itupun juga menjadi terkenal dengan  sebutan menara Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai nama Kudus atau Al Kudus ini di dalam buku Encyclopedia  Islam antara lain disebutkan : "Al kuds the usual arabic nama for  Jeruzalem in later times, the olders writers call it commonly bait al  makdis (according to some : mukaddas), with really meant the temple (of  solomon), a translation of the hebrew bethamikdath, but itu because  applied to the whole town." Mengenai perjuangan Sunan Kudus dalam  menyebarkan agama Islam tidak berbeda dengan para wali lainnya, yaitu  senantiasa dipakai jalan kebijaksanaan, dengan siasat dan taktik yang  demikian itu, rakyat dapat diajak memeluk Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;a href="http://www.kudus-city.4t.com/sejarah/s-kudus.htm"&gt;disini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://tigapuluh-tujuh.blogspot.com/2010/04/sunan-kudus.html%20"&gt;klik disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://alhabaib.blogspot.com/"&gt;ALHABAIB&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7771469616355134136?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7771469616355134136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/sunan-kudus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7771469616355134136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7771469616355134136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/sunan-kudus.html' title='SUNAN KUDUS'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rm7Hq3cpHeI/TCYRWqJjFnI/AAAAAAAAAYM/WUrKFewoSn0/s72-c/sunan_kudus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3318381473442420889</id><published>2010-06-28T22:27:00.000+07:00</published><updated>2010-06-28T22:27:23.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>DZIKIR SEBELUM TIDUR DAN AGAR AMAN DARI MAKHLUK JAHAT</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;     عن أبي هريرة قال: جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا  رسول  الله, ما لقيت من عقرب لدغتنى البارحة. قال: ((أما لو قلت حين أمسيت:  أعوذ  بكلمات الله التامات من شر ما خلق, لم تضرك)) [رواه مسلم]&lt;br /&gt;&lt;img align="left" height="418" src="http://www.adept.co.za/%7Eerica/baby-sleep-erica-copy.gif" width="275" /&gt;Artinya: “Abu Hurairah berkata:  “Seorang laki-laki datang menghadap  Rasulullah saw sambil berkata:  “Wahai Rasulullah, kemarin saya disengat  kalajengking”. Rasulullah saw  bersabda: “Seandainya ketika sore hari  kamu membaca: a’udzu  bikalilmaatillaahit taammaati ming syarri maa  khalaq (aku berlindung  dengan perantara kalimah-kalimah Allah yang  sempurna dan kejahatan  makhlukNya), niscaya kamu tidak akan disengatnya”  (HR. Muslim).&lt;br /&gt;عن عثمان بن عفان قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ما من عبد  يقول  فى صباح كل يوم ومساء كل ليلة: بسم الله الذى لا يضر مع اسمه شيئ فى  الأرض  ولا فى السماء وهو السميع العليم, ثلاث مرات, إلا لم يضره شيئ))  [رواه أبو  داود والترمذى وقال: حديث حسن صحيح]&lt;br /&gt;Artinya: “Utsman bin Affan berkata, Rasulullah saw bersabda: “Tidak  ada  seorang hambapun yang apabila waktu pagi dan sore membaca:   bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai’un fil ardhi wa laa fis   samaa’i wa huwas sami’ul ‘aliim (dengan menyebut nama Allah yang dengan   namaNya sesuatu yang ada di bumi dan di langit ini tidak akan celaka,   dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), sebanyak tiga kali,   kecuali tidak akan dicelakai oleh sesuatu pun” (HR. Abu Dawud dan   Turmudzi dan haditsnya Hasan Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عبد الله بن خبيب قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((اقرأ: قل  هو  الله أحد, والمعوذتين, حين تمسى وحين تصبح, ثلاث مرات تكفيك من كل  شيئ))  [رواه أبو داود والترمذى وقال: حديث حسن صحيح]&lt;br /&gt;Artinya: “Abdullah bin Khubaib berkata, Rasulullah saw bersabda:   “Bacalah surat al-Ikhlas dan surat an-Nas serta al-Falaq ketika waktu   sore dan pagi sebanyak tiga kali, niscaya kamu akan terjaga dari   (gangguan) semua hal” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi, ia berkata: “Hadits   Hasan Shahih”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن علي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له ولفاطمة رضي الله عنهما:   ((إذا أويتما إلى فراشكما, أو إذا أخذتما مضاجعكما, فكبر ثلاثا وثلاثين,   وسبحا ثلاثا وثلاثين, واحمدا ثلاثا وثلاثين)) [متفق عليه]&lt;br /&gt;Artinya: “Dari Ali, bahwasannya Rasulullah saw bersabda kepadanya dan   kepada Fatimah: “Apabila kamu hendak berbaring di atas kasur kamu   (hendak tidur), maka bacalah takbir (Allahu akbar), tasbih   (subhanallaah) dan tahmid (alhamdulillaah), masing-masing sebanyak tiga   puluh tiga kali” (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا أخذ مضجعه نفث فى  يديه,  وقرأ بالمعوذات ومسح بهما جسده [متفق عليه]&lt;br /&gt;Artinya: “Dari Aisyah, bahwasannya Rasulullah saw apabila hendak  tidur,  beliau meniup dengan pelan kedua tangannya, lalu membacakan  (kepada dua  tangannya itu) surat an-Nas, al-Falaq dan al-Ikhlas  kemudian beliau  mengusapkan kedua tangannya itu ke tubuhnya” (HR.  Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة قالت: أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أوى إلى فراشه كل  ليلة  جمع كفيه ثم نفث فيهما, فقرأ فيهما: قل هو الله أحد, وقل أعوذ برب  الفلق,  وقل أعوذ برب الناس, ثم مسح بهما مااستطاع من جسده, يبدأ بهما على  رأسه  ووجهه, وما أقبل من جسده, يفعل ذلك ثلاث مرات [متفق عليه]&lt;br /&gt;Artinya: “Aisyah berkata: “Bahwasannya Rasulullah saw apabila sudah   berbaring di atas kasurnya, beliau setiap malam merapatkan dua telapak   tangannya lalu meniup keduanya dengan pelan, kemudian membacakan pada   kedua telapak tangannya itu surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas,   kemudian beliau mengusapkan keduanya kepada anggota tubuhnya yang dapat   dijangkau. Beliau memulai dari kepala dan wajahnya, lalu bagian  tubuhnya  paling depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali” (HR.  Bukhari  Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes/komunitas-alawiyin-wa-muhibbin-fb/fadhilah-keutamaan-berdzikir/117605494951358"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Komunitas Alawiyin Wa Muhibbin fb&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3318381473442420889?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3318381473442420889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/dzikir-sebelum-tidur-dan-agar-aman-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3318381473442420889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3318381473442420889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/dzikir-sebelum-tidur-dan-agar-aman-dari.html' title='DZIKIR SEBELUM TIDUR DAN AGAR AMAN DARI MAKHLUK JAHAT'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2986566310689602292</id><published>2010-06-13T09:38:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T09:38:11.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Ratusan Siswa Khatam Al-Quran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TBREGrkW_tI/AAAAAAAAAMk/EfpUcD36BFA/s1600/alq.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TBREGrkW_tI/AAAAAAAAAMk/EfpUcD36BFA/s200/alq.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA &lt;/strong&gt;-  Sedikitnya 115 siswa kelas VI SD Islam Al-Azhar, Kelapa Gading, Jakarta  Utara, khatam atau menamatkan bacaan Al-Quran. Bahkan ada di antara  mereka yang khatam berulang-ulang sampai 14 kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 38  siswa yang khatam tersebut juga ada yang hafal dengan juz 30. "Sebagai  bentuk apresiasi kami berikan mereka piala," ungkap Kepala Sekolah SD  Islam Al-Azhar Ida Rospita. Sedangkan yang khatam memperoleh sertifikat  khatam.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Khotmil Quran, Jayadi, menjelaskan kegiatan  siswa ini tiada lain untuk memotivasi anak untuk membaca Al-Quran.  Namun hasilnya sungguh luar biasa.&amp;nbsp; "Banyak diantara mereka yang mampu  menghafalkannya juga," ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara penganugerahan dilakukan  di ruang auditorium sekolah. Turut menghadiri para orang tua murid,  guru, para pimpinan unit TK, SD, SMP, SMA Yayasan Al-Azhar Kelapa  Gading. Kebanggan juga tampak dari siswa penerima piala. "Terima kasih  kepada orang tua dan guru yang telah mengajarkannya," ujar Fajar Tri  salah seorang siswa penerima piala khatam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Caca,  siswa kelas VI B&amp;nbsp; yang mengaku bangga bisa khatam Al-Quran. "Memang  awalnya saat belajar ada kesulitan, tetapi bila sudah sungguh sungguh  terasa mudah dan muncul rasa bangga apalagi bisa khatam," tandasnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;b&gt;(Isfari Hikmat/Koran SI/rhs)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saja anak-anak kita diberi kemudahan dalam menghapal Alqur'an, amien.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://kampus.okezone.com/read/2010/06/11/373/342038/ratusan-siswa-khatam-al-quran"&gt;okezone.com&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2986566310689602292?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2986566310689602292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/ratusan-siswa-khatam-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2986566310689602292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2986566310689602292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/06/ratusan-siswa-khatam-al-quran.html' title='Ratusan Siswa Khatam Al-Quran'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TBREGrkW_tI/AAAAAAAAAMk/EfpUcD36BFA/s72-c/alq.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-5373915660646784694</id><published>2010-05-23T23:58:00.001+07:00</published><updated>2010-05-23T23:59:42.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>HABIB ALI AL-JUFRI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://majalah-alkisah.com/images/stories/12-30-09-ok.jpg" style="border-bottom-color: rgb(204, 221, 238); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(204, 221, 238); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(204, 221, 238); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(204, 221, 238); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #333333; float: left; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 4px;" width="166" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Penampilan fisiknya mengagumkan: tampan, berkulit putih, tinggi, besar, berjenggot tebal dan rapi tanpa kumis. Wajar jika kehadirannya di suatu majelis selalu menonjol dan menyita perhatian orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Tetapi kelebihannya bukan hanya itu. Kalau sudah berbicara di forum, orang akan terkagum-kagum lagi dengan kelebihan-kelebihannya yang lain. Intonasi suaranya membuat orang tak ingin berhenti mengikuti pembicaraannya. Pada saat tertentu, suara dan ungkapan-ungkapannya menyejukkan hati pendengarnya. Tapi pada saat yang lain, suaranya meninggi, menggelegar, bergetar, membuat mereka tertunduk, lalu mengoreksi diri sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Namun jangan dikira kelebihannya hanya pada penampilan fisik dan kemampuan bicara. Materi yang dibawakannya bukan bahan biasa yang hanya mengandalkan retorika, melainkan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru, sarat dengan informasi penting, dan ditopang argumentasi-argumentasi yang kukuh. Wajar, karena ia memang memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam dalam berbagai cabang keilmuan, ditambah pengetahuannya yang tak kalah luas dalam ilmu-ilmu modern, juga kemampuannya menyentuh hati orang, membuat para pendengarnya bukan hanya memperoleh tambahan ilmu dan wawasan, melainkan juga mendapatkan semangat dan tekad yang baru untuk mengoreksi diri dan melakukan perubahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Itulah sebagian gambaran Habib Ali bin Abdurrahman Al-Jufri, sosok ulama dan dai muda yang nama dan kiprahnya sangat dikenal di berbagai negeri muslim, bahkan juga di dunia Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ia memang sosok yang istimewa. Pribadinya memancarkan daya tarik yang kuat. Siapa yang duduk dengannya sebentar saja akan tertarik hatinya dan terkesan dengan keadaannya. Bukan hanya kalangan awam, para ulama pun mencintainya. Siapa sesungguhnya tokoh ini dan dari mana ia berasal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menimba Ilmu dari para Tokoh Besar&lt;/strong&gt;Habib Ali Al-Jufri lahir di kota Jeddah, Arab Saudi, menjelang fajar, pada hari Jum’at 16 April 1971 (20 Shafar 1391 H). Ayahnya adalah Habib Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Alwi Al-Jufri, sedangkan ibundanya Syarifah Marumah binti Hasan bin Alwi binti Hasan bin Alwi bin Ali Al-Jufri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Di masa kecil, ia mulai menimba ilmu kepada bibi dari ibundanya, seorang alimah dan arifah billah, Hababah Shafiyah binti Alwi bin Hasan Al-Jufri. Wanita shalihah ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengarahkannya ke jalur ilmu dan perjalanan menuju Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Setelah itu ia tak henti-hentinya menimba ilmu dari para tokoh besar. Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf adalah salah seorang guru utamanya. Kepadanya ia membaca dan mendengarkan pembacaan kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, Tajrid Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, dan kitab-kitab penting lainnya. Cukup lama Habib Ali belajar kepadanya, sejak usia 10 tahun hingga berusia 21 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ia juga berguru kepada Habib Ahmad Masyhur bin Thaha Al-Haddad, ulama terkemuka dan penulis karya-karya terkenal. Di antara kitab yang dibacanya kepadanya adalah Idhah Asrar `Ulum Al-Muqarrabin. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki juga salah seorang gurunya. Kepadanya ia mempelajari kitab-kitab musthalah hadits, ushul, dan sirah. Sedangkan kepada Habib Hamid bin Alwi bin Thahir Al-Haddad, ia membaca Al-Mukhtashar Al-Lathif dan Bidayah Al-Hidayah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ia pun selama lebih dari empat tahun menimba ilmu kepada Habib Abu Bakar Al-`Adni bin Ali Al-Masyhur, dengan membaca dan mendengarkan kitab Sunan Ibnu Majah, Ar-Risalah Al-Jami`ah, Bidayah Al-Hidayah, Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah, Tafsir Al-Jalalain, Tanwir Al-Aghlas, Lathaif Al-Isyarat, Tafsir Ayat Al-Ahkam, dan Tafsir Al-Baghawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1412 H (1991 M) Habib Ali mengikuti kuliah di Fakultas Dirasat Islamiyyah Universitas Shan`a, Yaman, hingga tahun 1414 H (1993 M).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Kemudian ia menetap di Tarim, Hadhramaut. Di sini ia belajar dan juga mendampingi Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz sejak tahun 1993 hingga 2003. Kepadanya, Habib Ali membaca dan menghadiri pembacaan kitab-kitab Shahih Al-Bukhari, Ihya’ Ulumiddin, Adab Suluk Al-Murid, Risalah Al-Mu`awanah, Minhaj Al-`Abidin, Al-`Iqd An-Nabawi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, Al-Hikam, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Selain kepada mereka, ia pun menimba ilmu kepada para tokoh ulama lainnya, seperti Syaikh Umar bin Husain Al-Khathib, Syaikh Sayyid Mutawalli Asy-Sya`rawi, Syaikh Ismail bin Shadiq Al-Adawi di Al-Jami` Al-Husaini dan di Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, juga Syaikh Muhammad Zakiyuddin Ibrahim. Di samping itu, Habib Ali juga mengambil ijazah dari 300-an orang syaikh dalam berbagai cabang ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dakwah yang Dialogis&lt;/strong&gt;Berbekal berbagai ilmu yang diperolehnya, ditambah pengalaman berkat tempaan para gurunya, ia pun mulai menjalankan misi dakwahnya. Aktivitas dakwahnya dimulai pada tahun 1412 H/1991 di kota-kota dan desa-desa di negeri Yaman. Ia kemudian berkelana dari satu negeri ke negeri lain. Perjalanannya ke mancanegara dimulai pada tahun 1414 H/1993 dan terus berlangsung hingga kini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Berbagai kawasan negara dikunjunginya. Misalnya negara-negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, Yordania, Bahrain, Arab Saudi, Sudan, Suriah, Oman, Qatar, Kuwait, Lebanon, Libya, Mesir, Maroko, Mauritania, Jibouti.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Negara-negara non-Arab di Asia, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, Sri Lanka. Di Afrika, di antaranya ia mengunjungi Kenya dan Tanzania. Sedangkan di Eropa, dakwahnya telah merambah Inggris, Jerman, Prancis, Belgia, Belanda, Irlandia, Denmark, Bosnia Herzegovina, dan Turki. Ia pun setidaknya telah empat kali mengadakan perjalanan dakwah ke Amerika Serikat; pertama tahun 1998, kedua tahun 2001, ketiga tahun 2002, dan keempat tahun 2008. Di samping juga mengunjungi Kanada&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Perjalanan dakwahnya ke berbagai negeri membawa kesan tersendiri di hati para jama’ah yang mendengarkan penjelasan dan pesan-pesannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Di Jerman, ia membuat jama’ah masjid sebanyak tiga lantai menangis tersedu-sedu mendengar taushiyahnya. Orang-orang yang tinggal di Barat, yang cenderung keras hatinya, ternyata bisa lunak di tangan Habib Ali. Di Amerika ada yang merasa bahwa memandang dan berkumpul bersama Habib Ali Al-Jufri selama satu malam cukup untuk memberinya tenaga dan semangat untuk beribadah selama tiga bulan. Di Inggris ia terlibat pelaksanaan Maulid Nabi di stadion Wembley. Di Denmark ia mengadakan jumpa pers dengan kalangan media massa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Di Darul Musthafa, Tarim, Hadhramaut setiap tahun, bulan Rajab-Sya`ban, ia menjadi pembicara rutin Daurah Internasional. Ia pun merangkul para dai muda di Timur Tengah, serta membimbing dan memberikan petunjuk kepada para pemuda yang berbakat. Ia suka duduk bersama para pemuda dan mengadakan dialog terbuka secara bebas.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Dalam berdakwah, ia aktif menjalin hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat. Ia memasuki kalangan yang paling bawah, seperti suku-suku di Afrika, hingga kalangan paling atas, seperti keluarga keamiran Abu Dhabi. Ia berhubungan dengan kalangan awam hingga kalangan yang paling alim, seperti Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (mufti de facto negeri Syria), Syaikh Ali Jum`ah (mufti Mesir), dan ulama-ulama besar lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Banyak sekali bintang film, artis dan aktris, para seniman, di Mesir yang bertaubat di tangannya. Ini mengakibatkan pemerintah Mesir merasa khawatir, kalau hal ini berlangsung terus akan memberikan dampak buruk bagi industri perfilman Mesir, yang merupakan salah satu sumber penghasilan utama setelah pariwisata. Artis yang sebelumnya “terbuka” jadi berhijab, yang dulunya aktor jadi berdakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Kini ia pun secara rutin tampil di televisi. Penyampaian dakwahnya menyentuh akal dan hati. Cara dakwahnya yang sejuk dan simpatik, pandangan-pandangannya yang cerdas dan tajam, pembawaannya yang menarik hati, membuatnya semakin berpengaruh dari waktu ke waktu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Kemunculan Habib Ali di dunia dakwah membawa angin segar bagi kaum muslimin, terutama kalangan Sunni. Cara dakwahnya berbeda dengan dakwah kalangan yang cenderung keras, kasar, dan kering dari nilai-nilai ruhani, serta cenderung menyerang orang lain, dan banyak menekankan pada model konflik ketimbang harmoni dengan kalangan non-muslim. Bahkan mereka memandang masyarakat muslim sekarang sebagai reinkarnasi dari masyarakat Jahiliyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu koran Denmark kembali menampilkan kartun Nabi. Berbeda dengan reaksi sebagian kalangan muslim yang penuh amarah dan tindak kekerasan di dalam menanggapinya, Habib Ali Jufri dengan kesejukan hatinya serta ketajaman pandangan, pikiran, akal, dan mata bathinnya telah melakukan serangkaian langkah yang bervisi jauh ke depan. Ia berharap, langkah-langkahnya akan berdampak positif bagi kaum muslimin, terutama yang tinggal di negara-negara Barat, serta akan menguntungkan dakwah Islam di masa kini dan akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Bukannya melihat kasus ini sebagai ancaman dan bahaya terhadap Islam dan muslimin, Habib Ali justru secara cerdas melihat hal ini sebagai peluang dakwah yang besar untuk masuk ke negeri Eropa secara terbuka, untuk menjelaskan secara bebas tentang Rasulullah SAW dan berdialog dengan penduduk serta kalangan pers di sana tentang agama ini dan tentang fenomena muslimin. Singkatnya, ia justru melihat ini sebagai peluang dakwah yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Tentu saja cara pandang Habib Ali juga disebabkan pemahamannya yang sangat dalam tentang karakter masyarakat Barat. Salah satu karakter terbesar mereka adalah mempunyai rasa ingin tahu yang besar, berpikir rasional, dan memiliki sikap siap mendengarkan. Karakter-karakter umum ini, ditambah sorotan perhatian kepada Rasulullah, merupakan peluang besar untuk memberikan penjelasan. Mereka ingin tahu tentang Nabi SAW, berarti mereka dalam kondisi siap mendengarkan. Mereka rasional, berarti siap untuk mendapatkan penjelasan yang logis.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Apabila kita bisa menjelaskan tentang Nabi SAW dan agama ini kepada mereka dengan cara yang menyentuh akal dan hati mereka, maka kita justru akan bisa mengubah mereka. Dari yang anti menjadi netral, yang netral menjadi pro, yang pro menjadi muslim, yang antipati menjadi simpati, yang keras menjadi lembut, yang marah menjadi dingin, yang acu menjadi penasaran. Sekaligus pula mencegah simpatisan menjadi oposan, pro menjadi anti dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Karena karakter masyarakat Barat yang terbuka, toleran, lebih bisa menerima keanekaragaman budaya, maka peluang dakwah terbuka bebas. Inilah ranah ideal untuk dakwah Islamiyah. Tentu saja ini bagi para da`i yang berfikiran terbuka, berakal lurus dan tajam, cerdas memahami situasi kondisi, dan memiliki dada yang cukup lapang dalam menerima tanggapan negatif, serta giat melakukan pendekatan yang konstruktif dan positif, serta memiliki akhlak yang mulia. Di sinilah Habib Ali Al-Jufri masuk dengan dakwahnya yang dialogis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terjalinnya Silaturahim&lt;/strong&gt;Tentu saja untuk berani melakukan dialog dengan pers Barat dibutuhkan kecerdasan dan keluasan berpikir serta pemahaman atas pola berpikir masyarakat Barat. Habib Ali dan para dai ini, selain sangat memahami masyarakat Barat, juga memiliki tim khusus yang melakukan penelitian-penelitian secara ilmiah dan mendetail tentang subyek apa pun yang dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Ketika melihat berbagai reaksi yang ada atas kasus kartun Nabi, Habib Ali menemukan satu benang merah: semua kelompok dalam masyarakat Islam marah. Kemarahan yang mencerminkan masih adanya sisa-sisa mahabbah kepada Nabi SAW ini bersifat lintas madzhab, lintas thariqah, lintas jama’ah, bahkan lintas aqidah. Habib Ali melihat ini sebagai peluang pula untuk menyatukan visi kaum muslimin dan menyatukan barisan mereka. Kalau kaum muslimin tak bisa bersatu dalam madzhab, thariqah, bahkan aqidah, mereka ternyata bisa disatukan dalam mahabbah dan pembelaan terhadap Nabi SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Langkah Habib Ali tidak berhenti di sini. Ia membentuk sekelompok dai yang dikenal dengan akhlaqnya, keterbukaan pikiran dan keluasan dadanya, serta kesiapannya untuk melakukan dialog secara intensif dan bebas dengan masyarakat Barat. Kemudian ia bersama kelompok dai ini mengadakan safari intensif keliling Eropa bertemu dengan kalangan pers dan berbagai kalangan lainnya untuk memberikan penjelasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Habib Ali dan para dai tersebut mengambil momen ini untuk memupuk cinta muslimin kepada Rasulullah, untuk menghidupkan lagi tradisi-tradisi yang lama mati, dan untuk mengajak muslim berakhlaq mulia sebagaimana akhlaq nabinya, sambil mengingatkan kaum muslimin yang berdemo agar menjaga adab dan akhlaq Nabi. Ia juga menyeru kepada kaum muslimin untuk memanfaatkan momen ini dengan menghadiahkan buku-buku tentang Nabi Muhammad kepada para tetangga dan kawan-kawan mereka yang non-muslim, serta untuk membuka topik untuk menjelaskan kepada mereka tentang Rasulullah dan kedudukan beliau di lubuk hati kaum muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Bukan hanya itu. Ia pun memanfaatkan momen ini untuk menyatukan dai-dai sedunia dalam satu shaf dan mempelopori berdirinya organisasi dai sedunia. Yang menarik, dalam semua tindakan dan langkahnya ini, ia senantiasa menggandeng, berkoordinasi, dan bermusyawarah serta melibatkan para ulama besar dunia, seperti Syaikh Muhammad Sa`id Ramadhan Al-Buthi, Syaikh Ali Jum`ah (mufti Mesir), dan ulama-ulama besar lainnya. Sehingga gerakan ini menjadi gerakan kolektif, milik bersama, bukan milik Habib Ali saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Sebagai salah satu dampak dari gerakan ini adalah terjalinnya silaturahim dan tersambungnya komunikasi yang sebelumnya terputus atau kurang intensif di antara para ulama dan dai muslimin karena mereka menjadi giat berkomunikasi lintas madzhab, pemikiran, kecenderungan pribadi, bahkan lintas aqidah.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Gerakan yang dipelopori Habib Ali ternyata mampu mengikat sejumlah besar pemuka Islam dari berbagai latar belakang yang berbeda ke dalam satu shaf lurus yang panjang untuk bersama-sama menanggapi sebuah isu internasional dengan satu suara bulat yang tidak terpecah-pecah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Kita berharap, ini tidak akan berakhir, bahkan justru menjadi sebuah awal dari persatuan ulama dan dai-dai muslimin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://alhabaib.blogspot.com/2010/05/habib-ali-al-jufri-pelopor-dakwah-masa.html"&gt;lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-5373915660646784694?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/5373915660646784694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/05/habib-ali-al-jufri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5373915660646784694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5373915660646784694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/05/habib-ali-al-jufri.html' title='HABIB ALI AL-JUFRI'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6149227200167233940</id><published>2010-05-23T23:48:00.000+07:00</published><updated>2010-05-23T23:48:02.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>Al-Habib Umar bin Hafidh</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/sejuknya-pandanganmu1.jpg?w=80&amp;amp;h=96" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="sejuknya-pandanganmu1" border="0" class="alignright size-thumbnail wp-image-454" height="200" src="http://assajjad.files.wordpress.com/2008/12/sejuknya-pandanganmu1.jpg?w=80&amp;amp;h=96" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-color: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-style: initial; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; margin-top: 5px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 4px;" title="sejuknya-pandanganmu1" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh. &amp;nbsp;Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w.&amp;nbsp;&lt;span id="more-451"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 10px; text-align: justify;"&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://assajjad.wordpress.com/2008/12/22/biografi-al-habib-%E2%80%98umar-bin-hafiz/"&gt;lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6149227200167233940?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6149227200167233940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/05/al-habib-umar-bin-hafidh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6149227200167233940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6149227200167233940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/05/al-habib-umar-bin-hafidh.html' title='Al-Habib Umar bin Hafidh'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-4228683324810669620</id><published>2010-04-11T12:27:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T12:27:21.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>As-Sayyid Al-Ustadz Muhammad bin Husayn bin ‘Ali Ba’abud Al-’Alawiy Al-Husayni</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FdZZrGT0I/AAAAAAAAAKc/xffMlKup4PI/s1600/al-habib-muhammad-bin-husein-bin-ali-bin-muhammad-baabud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FdZZrGT0I/AAAAAAAAAKc/xffMlKup4PI/s320/al-habib-muhammad-bin-husein-bin-ali-bin-muhammad-baabud.jpg" wt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;nilah ringkasan riwayat hidup As Sayyid Al Habib Al Ustadz Muhammad bin Husein bin Ali bin Muhammad Ba’abud Al Alawi Al Husaini yang berhubungan dengan nasab beliau, masa pertumbuhan beliau, keluarga beliau, masa pendidikan, serta jasa beliau di dalam mengajarkan Al-Qur’an, bahasa Al-Qur’an, hukum-hukum syariat islam, dan lain sebagainya. Semoga ALLAH SWT menjadikan ringkasan ini sebagai ‘ibroh yang bermanfaat bagi diri kita sekalian dan sebagai peringatan bagi anak cucu beliau serta para kerabat dan murid beliau, amin. Allohumma amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasab beliau dari pihak ayah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Abdurrahman bin Abdullah bin Zein bin Musyayakh bin Alwi bin Abdullah bin Al Mu’allim Muhammad Ba’abud bin Abdullah yang bergelar ‘Abud bin Muhammad Maghfun bin Abdurrahman Ba-buthoinah bin Ahmad bin Alwi bin Al Faqih Ahmad bin Abdurrahman bin Alwi yang dikenal dengan ‘Ammul Faqih bin Syech Muhammad Shohib Mirbath bin Syech Ali Kholi’ Qosam bin Syech Alwi bin Syech Muhammad bin Alwi bin Syech Ubaidillah bin Al Muhajir Ilallah Ahmad bin Isa bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-‘Uroidhi bin Al Imam Ja’far As-Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Al Imam Ali Zainal Abidin bin Al Husein cucu Rasullullah dan buah hatinya bin Ali bin Abi Thalib wabnu Fatimah Az-Zahroh putri Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nasab beliau dari pihak ibu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Ni’mah binti Hasyim bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syech bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al Faqihil Muqoddam bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath dan seterusnya sampai akhir nasab yang tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang ayah beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Husein dilahirkan di “Bour”, Hadramaut pada tahun 1288 Hijriyah dari ayahnya Al Habib Ali, seorang yang alim dan Waliyullah yang merupakan salah seorang murid dari Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir dan Al Habib Abdullah bin Husein bil Faqih. Sedangkan ibunya adalah As-Syarifah Muzenah binti Sayyid Muhammad bin Abdullah bin Ja’far Alaydrus yang berasal dari daerah Tarbeh, Hadramaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usia Al Habib Husein 3 tahun wafatlah ayah beliau yaitu pada tahun 1291 Hijriyah di ‘Ardh Kheleh, Bour, maka ibundanyalah yang memelihara beliau, adapun ibunda beliau wafat pada tahun 1322 Hijriyah di kota Sewun yaitu yang ketika itu Al Habib Husein telah berada di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Husein dibesarkan di Bour dan belajar ilmu pada guru-guru disana, terutama ialah Al Habib Zein bin Alwi Ba’abud. Pada usia 20 tahun Al Habib Husein menikah dengan As-Syarifah Syifa’ binti As-Sayyid Abdullah bin Zein Ba’abud, yang mana As-Syarifah Syifa’ tersebut wafat di masa hidup Al Habib Husein. Pada tahun 1318 Hijriyah, berlayarlah Al Habib Husein ke Jawa, Indonesia dan berdiam beberapa lama di rumah keponakan beliau Muhammad bin Ahmad bin Ali Ba’abud di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah wafat keponakan beliau tersebut, Al Habib Hasyim bin Abdullah bin Yahya menulis surat kepada Al Habib Husein yang ketika itu tinggal di Batu Pahat, Malaysia dimana isi surat itu meminta kepada Al Habib Husein untuk kembali ke Indonesia dan menikah dengan anak beliau yaitu janda dari keponakan Al Habib Husein sendiri As-Syarifah Ni’mah, agar supaya Al Habib Husein memelihara anak – anaknya yaitu Sidah, Abdurrahman dan Ahmad, oleh karena Al Habib Hasyim telah mengetahui kebaikan budi pekerti Al Habib Husein dan memilihnya untuk menjadi suami putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka datanglah Al Habib Husein ke Surabaya dan menikahinya, dan Allah SWT mengaruniai mereka berdua satu putra dan tujuh putri yaitu Muzenah, Alwiyah, Ruqoyyah, Muhammad, Nur, Maryam, Aminah, dan Aisyah. Al Habib Husein adalah seorang pedagang, beliau mempunyai sebuah toko dan mengirim barang-barang ke Sulawesi dan Kalimantan pada langganan-langganan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara hidup Al Habib Husein sangat sederhana, bersih, mengatur waktu sebaik-baiknya, tidur agak sore dan bangun tengah malam untuk bertahajud, di waktu pagi hari pergi ke toko sampai siang hari, beliau lazim sholat berjamaah di Masjid Ampel dan setelah sholat Maghrib beliau lazim mebaca Al-Qur’an dan Rotibul Haddad bersama anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sangat memuliakan tamu yang datang padanya dan disaat lain beliau gemar membaca kitab-kitab atau menghadiri majlis pengajian Sayyidina Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya di Surabaya, begitu pula beliau banyak mendapat faedah ilmu dari mertuanya Al Habib Hasyim bin Abdullah bin Yahya yang terkenal kealimannya, begitu juga daripada mufti Jakarta masa itu Al Habib Ustman bin Abdullah bin Yahya adik dari mertua beliau apabila datang dari Jakarta ke Surabaya tinggal di rumah beliau dan mengadakan majlis ta’lim dan pengajian selama ia tinggal di Surabaya, dan banyak lagi majlis pengajian atau rouhah para ulama yang beliau hadiri seperti majlis Al ‘Allamah As-Sayyid Yahya Al Mahdali Al Yamani, Majlis Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, Al Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor, Al Habib Ahmad bin Muhsin Al Haddar yang tinggal di kota Bangil, Majlis Al Habib Alwi bin Thohir Al Haddad mufti Johor, Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik, dan Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang Jakarta yang mana ia adalah juga sahabat beliau semasa menuntut ilmu di Hadramaut, rohimahumullahu ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Al Habib Husein diantaranya ialah beliau berparas tampan dan berkulit putih, berhidung mancung dan berbadan tinggi, bersih pada badan dan pakaiannya. Akhlak beliau murah hati, jujur, kasih sayang terutama pada fakir miskin dan anak-anak kecil, beliau rajin di dalam berumah tangga serta menjunjung tinggi ahli ilmu, dan beliau sering kali berkata pada istrinya dan juga keluarga bahwa ia memohon kepada Allah dan mengharap supaya putra beliau yaitu Al Ustadz Muhammad menjadi seorang yang mengajarkan ilmu, yang mana ALLAH SWT telah mengabulkan do’a tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Husein banyak berjasa diantaranya seringkali menjamin pendatang-pendatang baru dari Hadramaut, terkadang memberi uang tanggungan, beliau sering memberi hutang kepada orang yang membutuhkan lalu menghalalkannya, banyak bershodaqoh, menderma untuk masjid ampel, dab beliau adalah sebagai salah satu pengurus Madrasah Al Khoiriyyah Surabaya dan Robitothul Alawiyyah, yang mana beliau bekerja secara jujur dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam Jum’at tanggal 3 Muharram 1376 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 1956 pukul 10.20 Al Habib Husein pulang ke rahmatullah, banyak sekali para pengantar jenazah beliau dari dalam dan luar kota lalu disembahyangkan di Masjid Jami’ Lawang yang diimami oleh sahabat beliau Qodhi Arob di masa itu yaitu Al Habib Ahmad bin Gholib Al Hamid, dan dimakamkan di pemakaman Bambangan Lawang, rohimahullahu rohmatal abror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ibunda Al Ustadz Muhammad yaitu As-Syarifah Ni’mah dilahirkan di Surabaya pada tahun 1288 Hijriyah dari seorang ayah yaitu Al Habib Hasyim bin Abdullah bin Aqil bin Yahya, dan dari seorang ibu As-Syarifah Maryam binti Al Habib Abdurrahim bin Abdullah Al Qodiri Al Djaelani keturunan daripada As-Syech Abdil Qodir Al Djaelani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah putri bungsu Al Habib Hasyim, beliau tumbuh di sebuah rumah yang penuh ilmu dan ibadah, yang mana ibunda beliau As-Syarifah Maryam mendapatkan ilmu dan ketaqwaan berkat pendidikan ayahnya Al Habib Abdurrahim yang telah membawanya ke negeri Haromain dan tinggal beberapa lama di Madinatul Munawwaroh dan perjalanannya ke sebagian jazirah arab diantaranya Negeri Baghdad, maka tumbuhlah As-Syarifah Ni’mah ini atas ketaatan dan ketaqwaan dan cinta ilmu, lebih-lebih lagi paman beliau Al Habib Utsman bin Abdullah bin Yahya yang sering datang ke Surabaya dan tinggal di rumahnya menjadikan beliau bertambah ilmu dan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sangatlah menjaga sholatnya dan bangun akhir malam, membaca Al-Qur’an dan dzikir-dzikir serta sholawat atas Nabi SAW, dan kebanyakan duduk-duduk beliau dengan para tamunya perempuan berisikan masalah-masalah agama, nasehat-nasehat atau membaca kitab-kitab, syair-syair dan hikayat-hikayat yang bermanfaat. Beliau sangatlah menjaga diri, bersih, murah hati dan membantu suaminya di dalam menerima tamu, bahkan setiap hari beliau membuat makanan-makanan untuk persiapan jika datang tamu, lalu jika tidak ada tamu yang datang beliau mengirimkan makanan tersebut ke Masjid yang dekat dengan rumahnya sebagai sedekah untuk anaknya yang telah meninggal dunia dan para kerabat beliau, khususnya kedua orang tua beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syarifah Ni’mah pulang ke rahmatullah pada pagi hari Jum’at pukul 06.40 pada tanggal 5 Jumadil Ula tahun 1358 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 23 Juni 1939 Masehi, dan dimakamkan di pemakaman Pegirian Surabaya di belakang makam ayahanda beliau Al Habib Hasyim bin Abdullah bin Yahya, rohimahumullahu jami’an amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit tentang kedua orang tua Al Ustadz Muhammad bin Husein Ba’abud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beliau Al Ustadz Muhammad dilahirkan di Surabaya daerah Ampel Masjid di sebuah rumah keluarga yang dekat dengan Masjid Ampel sekitar 20 meter, pada malam Rabu tanggal 9 Dzulhijjah tahun 1327 Hijriyyah. Menurut cerita ayahanda beliau bahwa ibunda beliau saat melahirkan beliau mengalami kesukaran hingga pingsan, maka ayahanda beliau bergegas mendatangi rumah Al Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya yang memberikan air kepada ayahanda beliau untuk diminumkan pada ibunda beliau, maka setelah diminumkannya air tersebut, dengan kekuasaan Allah ibunda beliau melahirkan dengan selamat. Dan Al Habib Abu Bakar bin Yahya berpesan untuk dilaksanakan sunnah aqiqoh dengan dua ekor kambing tanpa mengundang seseorang pada waktu walimah kecuali sanak keluarga ibunda beliau saja, maka terlaksanalah walimah tersebut dengan dihadiri oleh Al Habib Abu Bakar bin Yahya, dan beliau pula lah yang memberi nama dengan nama “Muhammad” disertai dengan pembacaan do’a – do’a dan fatihaah dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ustadz Muhammad mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dari masa kecilnya, lebih – lebih ayahanda beliau sedikit memanjakan beliau dikarenakan beliau adalah putra satu – satunya dan juga disebabkan firasat baik ibunda beliau terhadap beliau. Lalu pada saat umur beliau 7 tahun adalah masa beliau berkhitan, yang mana ayahanda beliau mengadakan walimah yang besar, dan setelah itu ayahanda beliau memasukkan beliau di madrasah Al Mu’allim Abdullah Al Maskati Al Qodir, hal ini sesuai isyaroh dari Al habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya, akan tetapi beliau tidak mendapat banyak dari Al Mu’allim Al Maskati tersebut dan tidaklah lama masa belajar beliau disitu, kemudian ayahanda beliau memasukkannya di madrasah Al Khoiriyyah. Dan dikarenakan pada masa itu susunan pelajaran di dalam madrasah tidaklah seperti yang diharapkan, disebabkan oleh tidak adanya kemampuan yang cukup bagi para pengajarnya, maka beliau merasa tidak mendapatkan pelajaran kecuali hanya sedikit, akan tetapi setelah beliau berada di kelas 4 terbukalah hati beliau untuk ilmu, terutama setelah datangnya para tenaga pengajar dari Tarim Hadramaut, seperti guru beliau Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih dan Al Habib Hasan bin Abdullah Alkaf, ditambah dengan adanya guru-guru yang mempunyai kemampuan yang cukup seperti Al Habib Abdurrohman binahsan bin Syahab dan terutama oleh karena perhatian dari Al Arif billah Sayyidinal Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor, yang mana Al Ustadz Muhammad merasakan berkat pandangan serta do’a-do’a beliau di dalam majlis-majlis rouhahnya, dimana Al Ustadz Muhammad sangatlah rajin menghadirinya, dan telah membaca beberapa kitab di hadapan beliau, juga bernasyid “Rosyafat” gubahan Al Habib Abdurrohman bin Abdullah bil Faqih dihadapan beliau bersama As Sayyid Ali bin Abu Bakar bin Umar bin Yahya. Al Habib Muhammad Al Muhdor sangat menyayangi beliau dan sering kali mendo’akan beliau, maka ketika itulah beliau merasa mendapatkan futuh dan manfaat juga barokah daripada belajar ilmu. Berlangsunglah masa belajar beliau di kelas 6 sampai hampir 6 tahun, dan di tengah-tengah masa belajar itu beliau sering menggantikan tempat para guru-guru di dalam mengajar bilamana mereka berudzur untuk datang mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan daripada nasib baik bagi beliau yaitu pada akhir tahun ajaran tepatnya pada bulan Sya’ban tahun 1343 Hijriyyah ketika para pelajar yang lulus menerima ijazah kelulusan yang dibagikan langsung oleh Al Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor, beliau menerima ijazah dengan peringkat ke-satu dari seluruh pelajar yang lulus waktu itu, bersamaan dengan itu Al Habib Muhammad Al Muhdor menghadiahkan kepada beliau sebuah jam kantong yang bermerk “Sima”. Lalu Al Habib Muhammad Al Muhdor mengusap-usap kepala dan dada beliau sambil mendo’akan beliau ketika Al Habib Aqil bin Ahmad bin Aqil pengurus madrasah waktu itu memberitahukan bahwa Al Ustadz Muhammad tahun itu akan diangkat menjadi guru di Al Madrosatul Khoiriyyah. Setelah beliau menjadi guru di Madrosatul Khoiriyyah, disamping mencurahkan tenaga di dalam memberikan pelajaran pagi dan sore di madrasah beliau juga banyak sekali memberikan ceramah-ceramah di banyak tempat serta menterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia ceramah-ceramah para mubaligh Islam yang datang dari luar negeri seperti Ad Da’i As Syech Abdul Alim As Shiddiqi dari India dan yang selainnnya. Rohimahumullahu ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah diantara guru – guru beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tasawwuf dan tarikh ialah ayahanda beliau Al Habib Husein bin Ali Ba’abud, di dalam membaca dan menulis bahasa Arab As Syech Ali bin Ahmad Ba-bubay, di dalam Al Qur’anul karim As Syech Abdullah bin Muhammad Ba Mazru’, dalam bahasa Arab, Khot, Insya’, dan Hisab As Sayyid Abdurrohman binahsan bin Syahab, di dalam fiqih, tafsir, tasawwuf, nahwu, dan ilmu balaghoh Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih, di dalam fiqih dan tajwid Al Habib Hasan bin Abdullah Alkaf, di dalam nahwu dan hisab As Sayyid Ja’far bin Zein Aidid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain guru-guru ini masih banyak lagi dari golongan para wali dan alim ulama yang beliau sering membaca kitab-kitab di hadapan mereka, dan kebanyakannya adalah kitab-kitab hadits, tasawwuf, dan kitab-kitab karangan para salaf Alawiyyin. Diantara para ulama tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdor dari Bondowoso, Al Habib Ali bin Abdurrohman Al Habsyi Kwitang Jakarta, Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik, Al Habib Al Alamah Alwi bin Thohir Al Haddad Johor, Al Habib Thohir bin Ali Al Jufri, Al Habib Ahmad bin Tholibul Athos Pekalongan, Al Habib Abdurrohman bin Zein Ba’abud, dan Al Habib Zein bin Muhammad Ba’abud, rodhiallahuanhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1348 Hijriyyah, tepatnya pada hari Kamis sore tanggal 22 bulan Robi’ust Tsani ayahanda beliau menikahkan beliau dengan As Syarifah Aisyah binti As Sayyid Husein bin Muhammad bil Faqih, walimatul aqad berlangsung di rumah ayahanda beliau, dan yang menjadi wali adalah saudara kandung As Syarifah Aisyah yaitu As Sayyid Syech bin Husein bil Faqih yang telah mewakilkan aqad kepada Qodhi Arob di Surabaya masa itu yaitu Al Habib Ahmad bin Hasan bin Smith. Sedangkan walimatul urs pada malam Jum’at 22 Robi’ust Tsani di rumah istri beliau di Nyamplungan gang 4 Surabaya. Allah SWT telah mengaruniai beliau pada pernikahan ini enam putra dan delapan putri, mereka adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syifa’, Muznah, Ali, Khodijah, Sidah, Hasyim, Fatimah, Abdullah, Abdurrohman, Alwi, Maryam, Alwiyyah, Nur, dan Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Jum’adil Akhir tahun 1359 Hijriyyah bertepatan pada bulan Juli 1940 masehi, dengan kehendak ALLAH SWT beliau sekeluarga pindah dari Surabaya ke kota Lawang, dan dikota inilah beliau mendirikan madrasah dan pondok pesantren “Darun Nasyiien”, yang pembukaan resminya jatuh pada awal bulan Rojab 1359 Hijriyyah, bertepatan dengan 5 Agustus 1940 Masehi. Yang mana pondok tersebut mendapat perhatian oleh banyak orang dari Jawa dan luar Jawa, serta memberi hasil dan barokah, alhamdullillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula tempat untuk madrasah adalah di jalan Talun timur pasar Lawang, yang sekarang berubah namanya menjadi jalan Pandowo, dan setelah beberapa bulan berpindah pula ayahanda beliau dari Surabaya ke Lawang dan tinggal bersama-sama beliau, yang mana menambahkan barokah bagi rumah dan pondok beliau. Dan pada waktu penjajahan Jepang sampai awal masa kemerdekaan berpindah-pindahlah beliau dari satu tempat ke tempat yang lain di daerah sekitar kota Lawang, seperti Karangsono, Simping, dan Bambangan yang ketika itu terjadi serangan penjajah Belanda atas kota Malang. Walhamdulillah pada masa-masa berubah-ubah pemerintahan, pelajaran tidak terputus kecuali pada waktu penjajahan Jepang sekitar 17 hari karena penjajah Jepang pada waktu itu memerintahkan untuk menutup madrasah-madrasah ketika mereka menduduki suatu daerah, lalu ketika kembalinya penjajahan Belanda yang kedua terpaksa beliau menutup madrasah demi keamanan selama 3 bulan saja. Dan semenjak 1 April 1951 beliau sekeluarga pindah ke jalan Pandowo yang beliau diami sampai akhir hayat beliau, yang tepat dibelakangnya terdapat pondok pesantren dengan bangunan yang cukup baik untuk para pelajar yang tinggal, dengan kamar-kamar dan musholla bernama “Baitur Rohmah”, serta kelas-kelas, dan yang telah mengurusi pembangunan serta mengarsiktekturinya adalah putra beliau Al Ustadz Ali bin Muhammad Ba’abud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali para pengunjung daripada ulama dan orang-orang sholeh ke rumah serta ke pondok beliau, diantara mereka adalah Al Habib Ali bin Abdurrohman Al Habsyi Jakarta, Al Habib Zein bin Abdullah bin Muhsin Al Athos Bogor dan saudaranya Al Habib Husein, Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul, Al Habib Alwi bin Ali Al Habsyi Solo, Al Habib Alwi bin Abdullah Al Habsyi Barabai Kalimantan, Al Habib Husein bin Abdullah Al Hamid Tuban, Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih Malang, Al Habib Abdullah Umar Alaydrus Surabaya, Al Habib Ali bin Husein Al Athos, Al Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf Jeddah, Al Habib Salim bin Abdullah As Syathiri Tarim, As Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki Makkah, dan banyak lagi selain mereka yang hal itu semua adalah membuahkan keberkahan Insya ALLAH Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah ayahanda beliau wafat, ALLAH SWT mengilhami beliau untuk mengadakan rouhah atau majlis ta’lim pada tiap hari Kamis sore yang ditutup dengan bacaan tahlil atas arwah ayah bunda beliau untuk memperingati mereka berdua serta dengan tujuan memberi manfaat kepada para santri beliau dan selain mereka daripada para pecinta ilmu dari dalam dan luar kota, maka ketika As Sayyid Al Arif billah Al Habib Muhammad bin Umar Alaydrus Surabaya mendengar tentang hal itu beliau sangat gembira seraya mendo’akan untuk Ustadz Muhammad dan majlisnya. Maka dengan rahmat Allah SWT rouhah tersebut telah berlangsung selama 36 tahun di masa hidup beliau dan telah memberi kesan yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian rouhah tersebut adalah rouhah yang berbarokah dengan dalil sebagian mimpi-mimpi dari sebagian keluarga dan selain mereka, yaitu bahwa rouhah dan sebagian majlis-majlis yang lain dihadiri oleh An Nabi SAW dan arwah para salafus sholeh, dimana terdapat tanda-tanda yang menunjukkan tentang hal itu, walhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu pagi jam 10:20 tanggal 18 Dzulhijjah tahun 1413 Hijriyyah bertepatan dengan tanggal 9 Juni 1993 beliau pulang ke rahmatullah SWT, ayahanda dan guru kami tercinta Al Ustadz Muhammad bin Husein Ba’abud. Almarhum disembahyangkan di pondok pesantren beliau pada keesokan harinya yaitu hari Kamis dan diantar jenazahnya oleh banyak orang ke pemakaman Bambangan Lawang dan dimakamkan beliau disamping makam ayahanda beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang diwasiatkan oleh hamba yang faqir kepada rahmat ALLAH SWT Muhammad bin Husein Ba’abud sesuai dengan yang diwasiatkan oleh Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir kepada istri-istrinya dan dzuriyatnya laki-laki dan perempuan selama turun temurun, wasiat ini teruntuk mereka dan untuk siapa saja yang mendengarnya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaknya mereka menjalankan sunnah-sunnah nya atau perilaku atau perjalan penghulu daripada utusan ALLAH SWT, yaitu Sayyiduna Muhammad SAW, dan juga supaya mengikuti sunnah dan perjalanan para kholifah yang mendapat petunjuk “khulafaur rosyidin”, kesemuanya ini sesuai dengan firman ALLAH SWT dan juga berdasar sabda Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak mampu menjalankan semuanya itu maka setidak-tidaknya janganlah keluar atau menyimpang daripada jalan ataupun petunjuk para salafus sholeh yaitu para leluhur kita yang sholeh serta terbukti kewaliannya. Dan barangsiapa belum mendapat jua taufik hidayat untuk itu semua maka paling tidak hendaknya ia meneladani kepada saya, yaitu meneladani di dalam hal ibadahku juga kholwatku, dan di dalam menjauhkan diri dari kebanyakan orang bersamaan dengan perlakuanku yang baik terhadap anak kecil dan orang besar laki-laki dan perempuan jauh maupun dekat tanpa harus sering berkumpul atau banyak bergaul, dan tanpa harus saling tidak peduli ataupun saling benci-membenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaknya sangatlah berhati-hati di dalam bermusuhan dan berselisih ataupun berkelahi dengan siapa saja, di dalam apa saja dan bagaimanapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah mengalami saya diantara kalian maka janganlah tidak meneladani kepada jalanku yaitu di dalam hal-hal yang sifatnya terpuji, janganlah lebih sedikit dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan aku wasiatkan kepada mereka semua untuk selalu memohonkan kasih sayang rahmat ALLAH atas diriku serta memohonkan ampun dengan membacakan istighfar untukku sesuai dengan kesanggupannya masing-masing pada setiap waktu dan lebih-lebih di dalam hari-hari As-Syuro dan hari-hari di bulan Rojab dan di bulan Romadhon serta bulan Haji dan pada bulan dimana pada bulan dimana ALLAH SWT mentakdirkan akan wafatku, dan barangsiapa diluaskan oleh ALLAH atasnya dan dimudahkan atasnya untuk bershodaqoh maka hendaknya bershodaqoh untukku dengan apa-apa yang ringan atasnya sedikit atau pun banyak khususnya di dalam waktu-waktu yang lima ini. Dan aku mengizinkan bagi siapa saja yang hendak berhaji atau umroh atas diriku, dikerjakan oleh dirinya sendiri ataupun mengupahkan kepada orang lain sesungguhnya perbuatan itu dilipat gandakan oleh ALLAH SWT 10 kali lipat, ALLAH jua lah yang dapat menolong seseorang untuk berbuat kebajikan, semoga ALLAH SWT memberikan pertolongannya bagi diri kita sekalian untuk berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kemudian aku juga berpesan kepada kalian untuk mempererat tali silaturahmi yaitu ikatan kekeluargaan, karena sesungguhnya silaturahmi itu sangat memberi pengaruh terhadap keberkahan harta dan rezeki dan salah satu penyebab dipanjangkannya umur, silaturahmi itu menunjukkan keluhuran budi pekerti dan tanda-tanda seseorang mendapat kebaikan di hari kemudian. Maka hati-hatilah kalian daripada memutuskan tali persaudaraan, karena sesungguhnya perbuatan itu sangatlah keji juga siksanya sangatlah pedih, seseorang yang memutus silaturrahim itu terkutuk berdasarkan dalil Al Qur’an, orang yang memutus adalah pertanda orang yang lemah iman, orang yang memutus tidak akan mencium bau surga, orang yang memutus maka kesialannya menular kepada tetangga-tetangganya, maka sambunglah tali persaudaraan kalian wahai saudara-saudaraku karena sesungguhnya tali rahim itu bergantung pada salah satu tiangnya singgasana ALLAH yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan saya berpesan pula kepada diri saya dan kepada orang-orang yang tersebut tadi agar supaya banyak beristikhoroh dan musyawarah di dalam segala urusan dan hendaknya selalu mengambil jalan yang hati-hati, walaupun pada hakekatnya berhati-hati itu tidak dapat meloloskan seseorang daripada ketentuan ALLAH dan takdir-NYA, akan tetapi menjalankan sebab-sebab tidaklah boleh ditinggalkan, justru oleh sebab itulah wasiat atau pesan-pesan dan nasehat-nasehat itu diperlukan dan dianjurkan, oleh karena hal itu semua adalah salah satu segi dari sebab-sebab di dalam mengajak orang kepada ALLAH dan mengajak untuk menuju kebahagiaan serta keselamatan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ALLAH SWT mencurahkan kasih sayangnya terhadap orang-orang yang suka bernasehat dan membalas mereka dengan kebaikan yang banyak, dan semoga ALLAH Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk mengamalkan segala apa yang mereka katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan sanad beliau dengan para masyayech :&lt;br /&gt;Sanad beliau bersambung dengan para masyayech melalui ayah beliau Al Habib Husein daripada ibunya As Syarifah Muznah Al Aydrus dan dari Al Habib Zein bin Alwi Ba’abud daripada kakek beliau Al Habib Ali bin Muhammad Ba’abud daripada ayah-ayahnya, dan dari Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir shohibul masileh daripada Al Habib Umar dan Al Habib Alwi, daripada ayah keduanya Al Habib Ahmad, daripada ayahnya Al Habib Hasan, daripada ayahnya Al Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad, daripada ayah-ayahnya, dan sanad para leluhur itu asal dimana para alawiyyin menerima, sebagaimana mereka juga menerima dari selain alawiyyin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir daripada Al Habib Aqil bin Umar bin Yahya di Makkatal mukaromah ( kakek Al Ustadz Muhammad yang ketiga dari ibunda beliau ) , dan dari As Syech Al Imam Mansyur bin Yusuf Al Badiri di Madinatul munawaroh yang menerima dari Al Habib Al Imam Musyayach bin Alwi Ba’abud ( kakek Al Ustadz Muhammad yang keenam dari ayah beliau ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kakek beliau Al Habib Ali bin Muhammad Ba’abud menerima juga dari Al Habib Abdullah bin Husein bil Faqih, dan para masyayech ini juga masyayech dari Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir. Sedangkan melalui guru beliau Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih sanad beliau juga bersambung dengan yang telah tersebut diatas, oleh karena guru beliau adalah Al Habib Abu Bakar bin Muhammad bil Faqih yang menerima dari Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, dan oleh karena guru-guru beliau adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Abdullah bin Umar As Syatiri dan Al Habib Alwi bin Abdurrohman Al Masyhur dan Al Habib Seggaf bin Hasan Alaydrus, yang mana mereka telah menerima daripada Al Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, dan beliau daripada Al Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, sedangkan Al Habib Idrus bin Umar Al Habsyi di dalam kitabnya “’iqdul yawaqitil jauhariyah” telah menyebutkan guru-gurunya dan sanad mereka dan ijazah-ijazah mereka dengan terperinci, rodhiallahu anhum ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan perjalanan kehidupan seorang yang insyaALLAH tergolong pada jajaran Waliyullah yang berada dalam barisan Pemimpin kita, Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tergolong orang – orang yang mengikuti jejak langkah mereka sehingga kita dapat menjadi orang – orang yang selamat dunia dan akhirat. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Lengkapnya...&lt;a href="http://alawiy.wordpress.com/manaqib/as-sayyid-al-ustadz-muhammad-bin-husayn-bin-ali-baabud-al-alawiy-al-husayni/"&gt;klik!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-4228683324810669620?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/4228683324810669620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/as-sayyid-al-ustadz-muhammad-bin-husayn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4228683324810669620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4228683324810669620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/as-sayyid-al-ustadz-muhammad-bin-husayn.html' title='As-Sayyid Al-Ustadz Muhammad bin Husayn bin ‘Ali Ba’abud Al-’Alawiy Al-Husayni'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FdZZrGT0I/AAAAAAAAAKc/xffMlKup4PI/s72-c/al-habib-muhammad-bin-husein-bin-ali-bin-muhammad-baabud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-405137509145066417</id><published>2010-04-11T12:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T12:08:33.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Faedah membaca ayat kursyi sebelum tidur.</title><content type='html'>Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Abu Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu dilepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya ia berbohong wahai Abu Hurairah ," kata Nabi : "Padahal nanti malam ia akan datang lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Sesungguhnya orang itu berbohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya orang itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diserahkan ke hadapan Rasulullah S.A.W ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika itu tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kali ini kau pasti akan ku serahkan kepada Rasulullah SAW. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah SWT, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sumber Lengkapnya...&lt;a href="http://once19.blogspot.com/"&gt;KLIK!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-405137509145066417?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/405137509145066417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/faedah-membaca-ayat-kursyi-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/405137509145066417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/405137509145066417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/faedah-membaca-ayat-kursyi-sebelum.html' title='Faedah membaca ayat kursyi sebelum tidur.'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3455377714971674933</id><published>2010-04-11T12:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T12:01:52.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>Al HABIB HUSIEN Bin HADI Al HAMID</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FXMdIlLII/AAAAAAAAAKU/06XPIeMdmw4/s1600/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FXMdIlLII/AAAAAAAAAKU/06XPIeMdmw4/s320/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg" wt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Waliyullah Yang Berumur Panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Husein termasuk seorang Waliyullah yang berumur panjang dan jauh dari penyakit-penyakit. Selian itu, ia sampai akhir hayatnya tidak pernah absen shalat Subuh berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Brani Kulon, Kraksan, Probolinggo (Jawa Timur), ada seorang Habib yang berumur panjang, ia wafat dalam usia 124 tahun. Ketika ditanya, kenapa ia tidak punya penyakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di hati saya, tidak mempunyai sedikit pun rasa iri dan dengki terhadap pemberian orang lain,” demikian kata Habib Husein bin Hadi bin Salim Al-Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kunci dari Habib Husein berumur panjang adalah tidak lain karena ia secara istiqamah shalat Subuh berjemaah di Masjid dan gemar melakukan jalan kaki sekitar satu jam. Habib Husein berjalan kaki tiap sambil berdakwah, setiap tempat yang beliau lalui selalu ia mendatangkan rahmah. Ia berjalan kaki dari rumahnya yang ada di Brani keliling kampung atau ke pasar. Dengan berjalan kaki tiap pagi, seluruh peredaran darah dalam tubuh jadi lancar. Udara segar yang dihirup membuat kesegaran tubuh tetap prima, itulah salah satu keistimewaan waktu dari shalat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Husein sendiri lahir di Hadramaut, Yaman Selatan pada tahun 1862 M dari pasangan Habib Hadi bin Salim Al-Hamid dan Ummu Hani. Dari kecil, Habib Husein dididik langsung oleh kedua orang tuanya itu. Patut diketahui, Habib Hadi bin Salim Al-Hamid, ayahanda Habib Husein, dikenal sebagai salah seorang wali yang kesohor di Hadramaut. Habib Husein dibesarkan sampai umur 86 tahun di Hadramaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang sekarang, usia 86 tahun itu sudah memasuki usia senja, kakek-kakek di mana orang sudah mulai kehilangan kekuatan dan gairahnya. Namun bagi Habib Husein, usia seperti itu tergolong muda. Kekuatannya tak jauh berbeda dengan usia pemuda saat ini. Itulah salah satu kekuatan Habib Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 86 tahun atau tepatnya 1929 M, ia masih senang mengembara ke berbagai negeri. Termasuk ke Hujarat dengan menggunakan kapal laut bersama saudagar-saudagar Arab yang berdagang melanglang buana ke berbagai negeri. Sejak itu ia Habib Husein meninggalkan Yaman dan tidak pernah kembali lagi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 2 tahun, Habib Husein tinggal di Gujarat. Selama di Gujarat, ia berguru pada ulama setempat dan berdagang. Setelah itu, ia kembali mengembara ke Indonesia dengan menggunakan kapal saudagar yang menuju Batavia. Tak berapa lama kemudian, ia mengembara lagi ke berbagai daerah dan akhirnya ia sampai ke kota Pekalongan. Di kota ini, Habib Husein kemudian berguru pada seorang wali besar, yakni Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas hingga beberapa tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada auliya’ yang sangat terkenal di Kota Pekalongan itu, Habib Husein selain berguru ilmu lahir, ia juga mendalami ilmu batin. Sebagai tanda bahwa Habib Husein telah mencapai maqam kewalian yang mumpuni, ia kemudian dihadiahi sebuah sorban (kain putih) dan kopiah putih dari Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alattas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pesan Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alattas (Pekalongan), Habib Husein kemudian mengasah ilmu kepada Habib Muhammad bin Muhammad Al- Muhdhor, yang tidak lain adalah guru dari Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib Alatas. Selama menjadi murid Habib Muhammad, Habib Husein senantiasa menadapat perintah untuk berdakwah ke berbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugasnya yang terakhir dari gurunya itu, Habib Husein diperintahkan untuk menyebarkan dakwah ke Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia masuk ke desa yang terpencil itu sekitar tahun 1939. Saat itu kondisi desa Brani masih berupa hutan belantara dan sarang penyamun. Tampaknya, Habib Husein memang sengaja ditugasi untuk membrantas para penyamun untuk kembali ke jalan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Habib Husein tinggal di Brani Kulon, ia langsung membuka dakwah dan dakwahnya itu diterima secara luas ke seluruh pelosok Kab Probolinggo. Tak mudah seperti dibayangkan, Habib Husein tidak langsung menempati rumah mewah di Brani. Ia harus membabat alas terlebih dahulu, bahkan ia hidup menumpang pada salah satu penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati hanya hidup menumpang, ia tetap gigih berdakwah dalam rangka menyebarkan ajaran Islam. Kendati tempat tinggalnya menumpang, tetapi penyebaran Islam tak pernah berhenti hingga kemudian ia berhasil mendirikan pesantren kecil. Di desa itu pula ia mengakhiri masa lajangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan bersama para habaib dari berziarah ke Makam Habib Husein bin Abdullah Alaydrus (Kramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara). Habib Husein di dalam kereta api pernah dipaksa untuk menyediakan tempat duduknya oleh seorang pemuda kumal dan hanya memakai kaos oblong. Melihat seorang pemuda yang berdiri di depannya, Habib Husein kemudian berdiri sembari menyerahkan tempat duduknya kepada pemuda asing itu. Setelah berdialog beberapa saat dan Habib Husein memberi bekal uang yang tersisa pada pemuda tersebut. Tak berapa lama, tiba-tiba pemuda asing itu menghilang begitu saja. Ketika teman-teman Habib Husein mendapatinya sendirian, dan menanyakan tentang keberadaan pemuda asing tadi, Habib Husein berkata,”Dia itu sebenarnya adalah Nabiyallah Khiddir Alaihi Salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amaliah Habib Husein tidak saja menyeimbangkan ibadah dengan Allah SWT (hablumminnallah), ia juga menjalin hubungan yang erat dengan Umat (hablumminannas). Sering Habib Husein berjalan-jalan ke pasar dan melihat pedagang yang barang dagangannya tidak habis terjual atau malah tidak terjual sama sekali. Habib Husein tak segan-segan memborong barang dagangan dari pedagang yang ada di pasar agar si pedagang itu tidak menderita kerugian, atau minimal sang pedagang mendapat keuntungan. Tak pelak dengan keseimbangan amaliah itu, dakwahnya diterima dengan baik oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, dalam soal keilmuan, para santri PP Aswaja Brani Kulon sangat mempercayai kalau Habib Husein itu adalah titisan dari Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Ikhwalnya ia mendapat julukan Titisan Syeikh Abdul Qadir Jaelani, adalah ketika Habib Ahmad, salah seorang sahabatnya pernah bermunajat kepada Allah agar bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Dalam mimpinya, ia dipertemukan dengan Syeikh Abdul Qadir Jaelani yang bersorban putih, dan ketika didekati ternyata wajah itu adalah wajah Habib Husein bin Hadi Al-Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana banyak diketahui, Habib Husein kerap dikunjungi oleh para Habaib pada jamannya seperti salah seorang habib yang dikenal sebagai salah satu pejuang RI yakni Habib Soleh Tanggul (Jember). Habib Husein juga mempunyai kedekatan khusus dengan Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih (Darul Hadits, Malang) dan lain-lain. Bahkan anak cucu keturunan dari Habib Husein banyak yang masuk pesantren Darul Hadits, seperti Habib Muhammad Shodiq (anak), Habib Abdul Qadir (cucu), Habib Salim (cucu). Sekarang pesantren peninggalan Habib Husein di asuh oleh Abdul Qadir bin Muh Shadiq bin Husein Al-Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Husein wafat hari Jum’at Legi, 11 Safar 1406 H/25 Januari 1986. Jenazahnya kemudian di makamkan di sebelah utara Masjid Al Mubarok, komplek Pondok Pesantren Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Probolinggo, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disarikan dari Manakib Habib Husein yang disusun oleh Habib Abdul Qadir bin Muhammad Shodiq bin Husein bin Al-Hamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber lengkapnya...&lt;a href="http://rifqie24.blogspot.com/2009/02/al-habib-husein-bin-hadi-al-hamid.html"&gt;KLIK!&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3455377714971674933?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3455377714971674933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/al-habib-husien-bin-hadi-al-hamid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3455377714971674933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3455377714971674933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/al-habib-husien-bin-hadi-al-hamid.html' title='Al HABIB HUSIEN Bin HADI Al HAMID'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FXMdIlLII/AAAAAAAAAKU/06XPIeMdmw4/s72-c/Al+Habib+Husein+bin+Hadi+Al+Hamid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2427782976557786103</id><published>2010-04-11T11:42:00.001+07:00</published><updated>2010-04-11T11:48:07.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>BIOGRAFI HABIB MUNZIR AL MUSAWA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FUQh16JlI/AAAAAAAAAKM/4iYb4x8R4GM/s1600/habibana-munzir-al-musawa2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FUQh16JlI/AAAAAAAAAKM/4iYb4x8R4GM/s320/habibana-munzir-al-musawa2.jpg" wt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Al-Allamah wal Fahamah Sayyidi Syarif Al-Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Al-musawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al Uraidhiy bin Jakfar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azahra Putri Rasul SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama beliau Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah beliau menyelesaikan sekolah menengah atas, beliau mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian beliau meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ah ke Ma’had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994, selama empat tahun, disana beliau mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Munzir Al-Musawa kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah Habib Munzir membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, beliau terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, beliau tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dengan kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelisnya mengalami pasang surut, awal berdakwah ia memakai kendaraan umum turun naik bus, menggunakan jubah dan surban, serta membawa kitab-kitab. Tak jarang beliau mendapat cemoohan dari orang-orang sekitar. Beliau bahkan pernah tidur di emperan toko ketika mencari murid dan berdakwah. Kini majlis taklim yang diasuhnya setiap malam selasa di Masjid Al-Munawar Pancoran Jakarta Selatan, yang dulu hanya dihadiri tiga sampai enam orang, sudah berjumlah sekitar 10.000 hadirin setiap malam selasa, Habib Munzir sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta dan sekitarnya, beliau juga membuka majelis di rumahnya setiap malam jum’at bertempat di jalan kemiri cidodol kebayoran, juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:&lt;br /&gt;Jawa barat :&lt;br /&gt;Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.&lt;br /&gt;Jawa tengah :&lt;br /&gt;Slawi, Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa timur :&lt;br /&gt;Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali :&lt;br /&gt;Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NTB&lt;br /&gt;Mataram, Ampenan&lt;br /&gt;Luar Negeri :&lt;br /&gt;Singapura, Johor, Kualalumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku yang sering menjadi rujukan beliau di majelisnya antara lain: kitab As-syifa (Imam Fadliyat), Samailul Muhammadiyah (Imam Tirmidzi), Mukasyifatul Qulub (Imam Ghazali), Tambili Mukhdarim (Imam Sya’rani), Al-Jami’ Ash-Shahih/Shahih Bukhari (Imam Bukhari), Fathul Bari’ fi Syarah Al-Bukhari (Imam Al-Astqalani), serta kitab karangan Imam Al-Haddad dan kitab serta pelajaran yang didapat dari guru beliau Habib Umar bin Hafidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Rasulullah SAW sengaja digunakan untuk nama Majelisnya yaitu “Majelis Rasulullah SAW”, agar apa-apa yang dicita-citakan oleh majelis taklim ini tercapai. Sebab beliau berharap, semua jamaahnya bisa meniru dan mencontoh Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai panutan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun guru-guru beliau antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Umar bin Hud Al-Athas (cipayung), Habib Aqil bin Ahmad Alaydarus, Habib Umar bin Abdurahman Assegaf, Habib Hud Bagir Al-Athas, di pesantren Al-Khairat beliau belajar kepada Ustadz Al-Habib Nagib bin Syeikh Abu Bakar, dan di Hadramaut beliau belajar kepada Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim (Rubath Darul Mustafa), juga sering hadir di majelisnya Al-Allamah Al-Arifbillah Al-Habib Salim Asy-Syatiri (Rubath Tarim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling berpengaruh didalam membentuk kepribadian beliau adalah Guru mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sanad Guru beliau adalah:&lt;br /&gt;Al-Habib Munzir bin fuad Al-Musawa berguru kepada Guru Mulia Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Musnid Al-Arifbillah Sayyidi Syarif Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh bin Syeikh Abu Bakar bin Salim,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdullah Assyatiri,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (simtuddurar),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur (shohibulfatawa),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdullah bin Husen bin Thohir,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Umar bin Seggaf Assegaf,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Hamid bin Umar Ba’alawiy,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Habib Al-Hafizh Ahmad bin Zein Al-Habsyi,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (shohiburratib),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Husein bin Abubakar bin Salim,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Abubakar bin Salim (fakhrulwujud),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Ahmad bin Abdurrahman Syahabuddin,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdurrahman bin Ali (Ainulmukasyifiin),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Ali bin Abubakar (assakran),&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abubakar bin Abdurrahman Assegaf,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Hafizh Al-Habib Abdurrahman Assegaf,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Muhammad Mauladdawilah,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Musnid Al-Habib Ali bin Alwi Al-ghayur,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Hafizh Al-Imam faqihilmuqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawiy,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ali bin Muhammad Shahib Marbath,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Muhammad Shahib Marbath bin Ali,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ali Khali’ Qasam bin Alwi,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Alwi bin Muhammad,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Muhammad bin Alwi,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Alwi bin Ubaidillah,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Isa Arrumiy,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqib,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ali Al-Uraidhiy bin Ja’far Asshadiq,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ja’far Asshadiq bin Muhammad Al-Baqir,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Allamah Al-Imam Ali Zainal Abidin Assajjad,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Imam Husein ra,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada ayahnya Al-Imam Ali bin Abi Thalib ra,&lt;br /&gt;Dan beliau berguru kepada Semulia-mulia Guru, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW, maka sebaik-baik bimbingan guru adalah bimbingan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad guru beliau sampai kepada Rasulullah SAW, begitu pula nasabnya. Demikian biografi singkat ini dibuat mohon maaf apabila ada kesalahan. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Sumber Lengkapnya....&lt;a href="http://assajjad.wordpress.com/2009/03/05/biografi-habib-munzir-al-musawa/"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2427782976557786103?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2427782976557786103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/biografi-habib-munzir-al-musawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2427782976557786103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2427782976557786103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/04/biografi-habib-munzir-al-musawa.html' title='BIOGRAFI HABIB MUNZIR AL MUSAWA'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/S8FUQh16JlI/AAAAAAAAAKM/4iYb4x8R4GM/s72-c/habibana-munzir-al-musawa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-8615102357444661355</id><published>2010-02-03T22:28:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T22:28:52.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat Para Habaib'/><title type='text'>Jangan Remehkan Amal</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;Pesan&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Calisto MT;"&gt;Habib 'Abdullah bin   'Alwi Al-Haddad&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; text-indent: 19.85pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;BERAMALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;   sebanyak mungkin, dan pilihlah amal yang dapat kamu kerjakan secara   berkesinambungan (&lt;i&gt;mudâwamah&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Jangan remehkan satu amal pun yang   pernah kau kerjakan.&amp;nbsp; Sebab, setelah Imam Ghazâlî wafat, seseorang bermimpi   bertemu dengannya dan bertanya, “Bagaimana Allâh memperlakukanmu?”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; text-indent: 19.85pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   “DIA mengampuniku,” jawab Imam Ghazâlî.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; text-indent: 19.85pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;“Amal apa   yang menyebabkan Allâh mengampunimu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; text-indent: 19.85pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;“Suatu hari,   ketika aku sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat hinggap di penaku.&amp;nbsp;   Kubiarkan ia minum tinta itu hingga puas.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; text-indent: 19.85pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 3pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;Ketahuilah,   amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang   remeh oleh nafsu.&amp;nbsp; Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu,   pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun   karena orang lain yang berada di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;sumber : &lt;a href="http://www.taman-ilmu.com/nasihat%20anak%20cucu%20nabi-habib%20Abdullah%20Al-Haddad.htm"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-8615102357444661355?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/8615102357444661355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/02/jangan-remehkan-amal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8615102357444661355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8615102357444661355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/02/jangan-remehkan-amal.html' title='Jangan Remehkan Amal'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7511723735985099940</id><published>2010-02-03T22:24:00.000+07:00</published><updated>2010-02-03T22:24:34.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat Para Habaib'/><title type='text'>Nasihat Imam Jakfar Ash-Shadiq  Kepada Putranya</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;  &lt;b&gt;  &lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;DUHAI ANAKKU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;,   barang siapa merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allâh, maka dia   kaya.&amp;nbsp; Barang siapa suka memandang harta orang lain, dia akan mati miskin.&amp;nbsp;   Barang siapa tidak ridha (tidak rela) dengan apa yang telah diberikan Allâh   kepadanya, maka dia telah menentang keputusan-Nya (&lt;i&gt;qadhâ&lt;/i&gt;).&amp;nbsp; Barang   siapa memandang remeh kesalahannya, maka dia akan memandang besar kesalahan   orang lain.&amp;nbsp; Barang siapa memandang besar kesalahannya, maka dia akan   memandang remeh kesalahan orang lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; direction: ltr; margin-left: 15px; margin-right: 15px; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="color: black; margin-left: 15px; margin-right: 15px;"&gt;    &lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;Duhai anakku,   barang siapa membuka aib orang lain, maka aib keturunannya akan tersingkap.&amp;nbsp;   Barang siapa menghunus pedang seorang yang bengis, maka dia akan terbunuh   darinya.&amp;nbsp; Barang siapa menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya, maka   dia sendiri yang akan terjerumus ke dalamnya.&amp;nbsp; Barang siapa memasuki   tempat-tempat yang biasa dikunjungi orang-orang bodoh, maka dia akan   direndahkan.&amp;nbsp; Barang siapa bergaul dengan ulama, dia akan dimuliakan.&amp;nbsp; Dan   barang siapa memasuki tempat-tempat kemaksiatan, maka dia akan dituduh   berbuat maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="color: black; margin-left: 15px; margin-right: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="color: black; margin-left: 15px; margin-right: 15px;"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: 11pt;"&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.taman-ilmu.com/nasihat%20anak%20cucu%20nabi-Imam%20Jakfar.htm"&gt;selengkapnya&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7511723735985099940?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7511723735985099940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/02/nasihat-imam-jakfar-ash-shadiq-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7511723735985099940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7511723735985099940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/02/nasihat-imam-jakfar-ash-shadiq-kepada.html' title='Nasihat Imam Jakfar Ash-Shadiq  Kepada Putranya'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-952924645827170430</id><published>2010-01-06T23:31:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T23:31:47.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>KEWAJIBAN SEORANG SUAMI</title><content type='html'>Kewajiban sebagai seorang suami banyak sekali, namun secara umum yang terpenting di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kewajiban materi meliputi pemberian nafkah; kebutuhan makanan, pakaian, pendidikan keluarga, serta tempat tinggal. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak boleh memberatkan isteri dengan mengajukan berbagai tuntutan di luar kemampuannya. Jangan membuat suasana kacau karena permasalahan sepele, sebagaimana yang telah diwasiatkan Rasulullah Sholallahu ‘alahi wassalam: “Ingatlah dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena mereka berada di sisimu bagaikan pelayan dan kalian tidak bisa memiliki lebih dari itu kecuali mereka telah melakukan perbuatan keji dengan bukti jelas” Shahih diriwayatkan at-Tirmidzi dalm Sunannya (1163) dan Ibnu dalam Sunannya (1851)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kewajiban non materi seorang suami meliputi; menggembirakan isteri dan bersikap lemah lembut dalam bertutur kata. Sang suami harus bermusyawarah dan meminta pendapat isteri dalam menunaikan kebaikan. Begitu juga sang suami harus berterima kasih atas jerih payah isterinya dan tidak boleh mendiamkan di atas tiga hari karena urusan keduniaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaknya seorang suami memberi kesempatan bagi isterinya untuk beramal shalih, bersedekah dengan hartanya, memberi hadiah, menyambut tamu dari keluarga dan kerabatnya, serta setiap orang yang mempunyai hak atasnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaklah mengambil waktu yang cukup untuk tinggal di rumah dan berusaha semaksimal mungkin menghindari keluar rumah/sering bepergian tanpa tujuan. Karena sering keluar rumah yang tanpa manfaat, misal begadang, akan membawa kehancuran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaknya suami tidak melarang isterinya berkunjung kepada keluarga dan kerabatnya asal tidak berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita adalah mahluk yang lemah, maka wajib bagi laki-laki memberi perhatian cukup, melarangnya ke pasar dan tempat lain sendirian, dan harus menjauhkannya dari tempat ikhtilat dan khalwah dengan laki-laki lain. Begitu juga seorang suami, harus menjauhkan dari rumahnya segala sesuatu yang merusak aqidah dan akhlak keluarga, dan menyingkirkan segala sarana maksiat yang menghancurkan kehormatan, seperti alat musik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang suami harus mengajarkan kepada isterinya ilmu agama dan mendidiknya di atas kebaikan, serta menyiapkan segala kebutuhannya dalam rangka untuk meraih ilmu dan istiqamah dalam beragama sesuai dengan ajaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku “Romantika Kawin Muda” karya Al Ustadz Zaenal Abidin Syamsudin, Penerbit; Pustaka Imam Abu Hanifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikelislam.e-salim.com/?p=415#more-415"&gt;Link Sumber..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-952924645827170430?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/952924645827170430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/01/kewajiban-seorang-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/952924645827170430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/952924645827170430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/01/kewajiban-seorang-suami.html' title='KEWAJIBAN SEORANG SUAMI'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2885957562683106121</id><published>2010-01-06T23:27:00.000+07:00</published><updated>2010-01-06T23:27:01.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>KEWAJIBAN SEORANG ISTERI</title><content type='html'>Di antara kewajiban seorang isteri yang paling utama dan prinsipil, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mentaati dan mematuhi perintah suami selagi tidak menganjurkan maksiat kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala. Karena tidak ada ketaatan kepada mahluk bila menganjurkan kepada maksiat dan pelanggaran terhadap ajaran Allh, seperti sabda Rasulullah Sholallahu ‘alahi Wassalam: “Tidak ada ketaatan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala”. (Shahih diriwayatkan Muslim dalam Shahihnya (4840), at-Tirmidzi dalam Sunannya (1707) dan Ibnu Majah dalam Sunannya (2865) dengan lafazh Ibnu Majah serta dishahihkan Syaikh al-Albani.) &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam bidang jasmani, seorang isteri harus memberi pelayanan fisik baik yang berkaitan dengan kebutuhan pribadinya atau rumah tangganya, sehingga ibadah Nafilah (sunah) menjadi gugur demi menunaikan tugas tersebut. Dari Abi Huraiah rahimahullah, sesungguhnya Rasulullah Sholallahu ‘alahi Wassalam bersabda: “Tidak boleh bagi seorang isteri berpuasa (sunnat) sementara suami ada di rumah kecuali atas izinnya (suami), tidak boleh ia mengizinkan orang lain masuk rumahnya kecuali atas izinnya (suami), dan setiap harta suami yang diinfaqkan sang isteri tanpa seizinnya, maka sang suami mendapatkan pahala separuh baginya.” (Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (2066 dan (5360)), Imam Muslim dalam Shahihnya (2367) dan Abu Dawud dalam Sunannya (1687) dan (2458)).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam bidang rohani, seorang isteri harus menjaga perasaan suami dan menciptakan suasana tenang dan kondusif dalam rumah tangga serta membantu meringankan beban dan penderitaan yang menimpa suami.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Dalam bidang kesejahteraan, seorang isteri harus mengingatkan suami tentang kebaikan, membantu dalam kebajikan dan ketaatan, membantu dalam bidang sosial, menyantuni fakir miskin dan membantu orang-orang yang lemah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam bidang pendidikan, seorang isteri harus membantu suami dengan jiwa raga dan menerima segala nasehat dan arahannya. Begitu juga dia harus membantunya dalam mendidik dan meluruskan adab anak-anak serta menghindarkan sikap antipati/masa bodoh terhadap masa depan pendidikan anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hendaklah seorang isteri tidak mengajukan tuntutan nafkah atau lainnya yang memberatkan suami, hendaknya ia qona’ah dalam hidupnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berkhianat dalam dirinya, harta benda suami dan rahasia-rahasianya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku Romantika Kawin Muda karya Al Ustadz Zaenal Abidin Syamsudin, Penerbit; Pustaka Imam Abu Hanifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikelislam.e-salim.com/?p=425#more-425"&gt;link sumber...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2885957562683106121?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2885957562683106121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/01/kewajiban-seorang-isteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2885957562683106121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2885957562683106121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2010/01/kewajiban-seorang-isteri.html' title='KEWAJIBAN SEORANG ISTERI'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2872631756926770756</id><published>2009-10-11T16:01:00.000+07:00</published><updated>2009-10-11T16:01:17.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>Syeikh Muhammad Arsyad</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/StGdDCEmpKI/AAAAAAAAAJU/AZcgeS62lDA/s1600-h/Syekh+Muhammad+Arsyad+Al-Bajari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/StGdDCEmpKI/AAAAAAAAAJU/AZcgeS62lDA/s320/Syekh+Muhammad+Arsyad+Al-Bajari.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Nama lengkap beliau Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah bin Abdur Rahman al-Banjari bin Saiyid Abu Bakar bin Saiyid Abdullah al-’Aidrus bin Saiyid Abu Bakar as-Sakran bin Saiyid Abdur Rahman as-Saqaf bin Saiyid Muhammad Maula ad-Dawilah al-’Aidrus, dan seterusnya sampai kepada Saidina Ali bin Abi Thalib dan Saidatina Fatimah bin Nabi Muhammad SAW. Lahir di Lok gabang tanggal 19 maret 1710 M ,Sebagaimana kebiasaan Ulama-ulama dahulu selalu menaruh Kota tempat tinggal dibelakang nama, seperti, Al bantani yang berasal dari banten , Al fadani yang berasal dari Padang begitupun Al Banjari yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan. Kemasyhuran Ulama ulama yang berasal dari Indonesia di Mekkah terbilang cukup banyak, sebut saja Syech Nawawi Al bantani , Syech Abdul shomad al Palembani, Syech Arsyad Al banjari dan masih banyak lagi ulama-ulama yang berasal dari Nusantara cukup terkenal di mekkah, Bahkan Syech Nawawi Albantani setelah sekian lama berdakwa di Tanah kelahirannya, beliau kembali keMekkah sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syech Arsyad Albanjaripun sangat terkenal dimekkah karena keluasan ilmu yang dimiliki teutama ilmu Qiraat, Bahkan Beliau mengarang Kitab Qiraat 14 yang bersumber dari dari Imam Syatibi dan uniknya kitab tersebut setiap Juz dilengkapi dengan kaligarafi khas Banjar . Karya lainnya yang cukup termasyhur dikalimantan adalah kitab Fiqih Sabilal Muhtadin dan juga menjadi rujukan Ulama-ulama di jawa.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, tatkala Sultan Kerajaan Banjar (Sultan Tahmidullah) mengadakan kunjungan ke kampung-kampung, hingga sampailah sang Sultan ke kampung Lok Gabang. Alangkah terkesimanya Sang Sultan manakala melihat lukisan yang indah dan menawan hatinya. Maka sang Sultan bertanya, siapakah pelukisnya, lalu ia mendapat jawaban bahwa Muhammad Arsyad adalah sang pelukis yang sedang dikaguminya. Mengetahui kecerdasan dan bakat sang pelukis, terbesitlah di hati sultan, sebuah keinginan untuk mengasuh dan mendidik Arsyad kecil di istana. Usia Arsyad sendiri ketika itu baru sekitar tujuh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultanpun mengutarakan keinginan hatinya kepada kedua orang tua Muhammad Arsyad. Pada mulanya Abdullah ayah dari Syech Arsayd Al banjari dan istrinya merasa enggan melepas anaknya tercinta. namun demi masa depan sang buah hati yang diharapkan menjadi anak yang berbakti kepada agama, negara dan orang tua, maka diterimalah tawaran sang sultan. Kepandaian Muhammad Arsyad dalam membawa diri, sifatnya yang rendah hati, kesederhanaan hidup serta keluhuran budi pekertinya menjadikan segenap warga istana sayang dan hormat kepadanya. Bahkan sultan pun memperlakukannya seperti anak kandung sendiri.&lt;br /&gt;Menginjak dewasa Syech Arsyad al banjari belajar di Mekkah selama kurang lebih 30 tahun beliau diantara guru-gurunya adalah Syeck Athaillah al Misri Pengarang Kitab Tashauf Al Hikam, Syech Abdus Shomad AlPalembani, Syech Yasin Al Yamani . Selama belajar Syech Muhammad Al abanjari telah menguasai berbagai Disiplin Ilmu dan telah memperoleh beberapa Ijazah Sanad dari guru-gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi masa belajar di Mekah dan Madinah yang demikian lama serta banyaknya jumlah pelajaran dan jenis kitab dipelajari, dan kapabilitas ulama tempatnya berguru menjadikan Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari akhirnya menjadi seorang ulama besar tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1772 M Syech Muhanmmad Arsyad Al Banjari minta ijin kepada guru-gurunya untuk kembali kekampung Halamannya Di banjarmasin Untuk melakukan dakwah dan syiar islam. Dan sebelum kembali ke Kalimantan syech Muhammad Arsyad sempat singgah dan bermalam di Jakarta di rumah salah seorang temannya Sewaktu belajar di Mekkah bahkan beliau sempat memberikan petunjuk Arah Qiblat Masjid Jembatan Lima jakarta, masjid pekojan dan masjid luar batang . Setelah beberapa lama di Jakarta Beliau kembali ke Banjarmasin untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian Syech Muhammad Arsyad Albanjari kepada Masyarakat banjar yang hidup dibawah garis kemiskinan , membuat beliau berinisiatif bahwa dakwah tidak cukup hanya memberikan nasehat, mengajar saja Namun beliau coba mengangkat taraf hidup Masyarakat Banjar dengan melakukan Program Irigasi untuk meningkatkan hasil panen dan mengubah lahan-lahan yang non produktif menjadi lahan produktif. Dan Hasilnya pun cukup menggembirakan dan membawa mamfaat yang besar bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 41 tahun Syech arsyad Al banjari melakukan dakwah pada masyarakat banjar dan berhasil mencetak murid-murid yang mampu meneruskan perjuangan dakwahnya , dan beliau juga sering mengirim murid-murid nya untuk Hijrah dan berdakwah di daerah yang masyarakatnya haus akan ilmu-ilmu agama. Disamping itu pula beliau banyak menulis kitab diantara karya-karya beliau adalah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tuhfah al-Raghibin fi Bayani Haqiqah Iman al-Mu’minin wa ma Yufsiduhu Riddah al-Murtaddin, karya&lt;br /&gt;pertama, diselesaikan tahun 1188 H./1774 M.&lt;br /&gt;2. Luqtah al-’Ajlan fi al-Haidhi wa al-Istihadhah wa an-Nifas an-Nis-yan, diselesaikan tahun 1192 H./1778 M.&lt;br /&gt;3. Sabil al-Muhtadin li at-Tafaqquhi fi Amri ad-Din, diselesaikan pada hari Ahad, 27 Rabiulakhir 1195 H./1780 M.&lt;br /&gt;4. Risalah Qaul al-Mukhtashar fi ‘Alamatil Mahdil Muntazhar, diselesaikan pada hari Khamis 22 Rabiul Awal 1196 H./1781 M.&lt;br /&gt;5. Kitab Bab an-Nikah.&lt;br /&gt;6. Bidayah al-Mubtadi wa `Umdah al-Auladi&lt;br /&gt;7. Kanzu al-Ma’rifah&lt;br /&gt;8. Ushul ad-Din&lt;br /&gt;9. Kitab al-Faraid&lt;br /&gt;10. Kitab Ilmu Falak&lt;br /&gt;11. Hasyiyah Fathul Wahhab&lt;br /&gt;12. Mushhaf al-Quran al-Karim&lt;br /&gt;13. Fathur Rahman&lt;br /&gt;14. Arkanu Ta’lim al-Shibyan&lt;br /&gt;15. Bulugh al-Maram&lt;br /&gt;16. Fi Bayani Qadha’ wa al-Qadar wa al-Waba’&lt;br /&gt;17. Tuhfah al-Ahbab&lt;br /&gt;18. Khuthbah Muthlaqah&lt;br /&gt;Pada tahun 1807 M syech Arsyad al banjari dipanggil alloh Swt dan beliau diamakamkan di Kalampayan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://putramartapura.blogspot.com/2009/08/nama-lengkap-beliau-syeikh-muhammad.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2872631756926770756?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2872631756926770756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/10/syeikh-muhammad-arsyad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2872631756926770756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2872631756926770756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/10/syeikh-muhammad-arsyad.html' title='Syeikh Muhammad Arsyad'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/StGdDCEmpKI/AAAAAAAAAJU/AZcgeS62lDA/s72-c/Syekh+Muhammad+Arsyad+Al-Bajari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-8719097793082124306</id><published>2009-10-11T15:37:00.004+07:00</published><updated>2009-10-11T15:50:24.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi ulama'/><title type='text'>KH, Zaini Ghani Sekumpul</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_twxhf3VX5rQ/SqysI8BtLMI/AAAAAAAAAcM/2d8j3aG0dQU/s1600-h/Untitled-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_twxhf3VX5rQ/SqysI8BtLMI/AAAAAAAAAcM/2d8j3aG0dQU/s200/Untitled-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tulisan ini saya copas dari&amp;nbsp;&lt;a href="ttp://putramartapura.blogspot.com"&gt;putra martapura&lt;/a&gt; karena kecintaan saya juga pada abah guru maka saya posting di blog saya ,semoga aja bermanfaat dan menambah kecintaan kita terhadap wali-wali Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani yang selagi kecil dipanggil dengan nama Qusyairi adalah anak dari perkawinan Abdul Ghani bin H Abdul Manaf dengan Hj Masliah binti H Mulya. Muhammad Zaini Ghani merupakan anak pertama, sedangkan adiknya bernama H Rahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura pada malam Rabu tanggal 27 Muharram 1361 H bertepatan dengan tanggal 11 Februari 1942 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceriterakan oleh Abu Daudi, Asy Syekh Muhammad Ghani sejak kecil selalu berada di samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Kedua orang ini yang memelihara Qusyairi kecil. Sejak kecil keduanya menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan. Keduanya juga menanamkan pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Alquran. Karena itulah, Abu Daudi meyakini, guru pertama dari Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani adalah ayah dan neneknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kecil beliau sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama. Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1949 saat berusia 7 tahun, beliau mengikuti pendidikan “formal” masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura. Guru-guru beliau pada masa itu antara lain, Guru Abdul Muiz, Guru Sulaiman, Guru Muhammad Zein, Guru H. Abdul Hamid Husain, Guru H. Rafi’i, Guru Syahran, Guru Husin Dahlan, Guru H. Salman Yusuf. Kemudian tahun 1955 pada usia 13 tahun, beliau melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura. Pada masa ini beliau sudah belajar dengan Guru-guru besar yang spesialist dalam bidang keilmuan seperti al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif, al-Alim al-Fadhil Husain Qadri, al-Alim al-Fadhil Salim Ma’ruf, al-Alim al-Allamah Syaikh Seman Mulya, al-Alim Syaikh Salman Jalil, al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif, al-Alim al-Fadhil al-Hafizh Syaikh Nashrun Thahir, dan KH. Aini Kandangan. Tiga yang terakhir merupakan guru beliau yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermati deretan guru-guru beliau pada saat itu adalah tokoh-tokoh besar yang sudah tidak diragukan lagi tingkat keilmuannya. Walaupun saya tidak begitu mengenal secara mendalam tetapi kita mengenal Ulama yang tawadhu KH. Husin Qadri lewat buku-buku beliau seperti Senjata Mukmin yang banyak dicetak di Kal-Sel. Sedangkan al-Alim al-Allamah Seman Mulya, dan al-Alim Syaikh Salman Jalil, ingin rasanya berguru dan bertemu muka ketika masih hidup. Syaikh Seman Mulya adalah paman beliau yang secara intensif mendidik beliau baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Dan ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman hampir tidak pernah mengajarkan langsung bidang-bidang keilmuan itu kepada beliau kecuali di sekolahan. Tapi Guru Seman langsung mengajak dan mengantarkan beliau mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan sepesialisasinya masing-masing baik di daerah Kal-Sel (Kalimantan) maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami Hadits dan Tafsir, guru Seman mengajak (mengantarkan) beliau kepada al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang terkenal sebagai muhaddits dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari ternyata Guru Tuha Seman Mulya adalah pakar di semua bidang keilmuan Islam itu. Tapi karena kerendahan hati dan tawadhu tidak menampakkannya ke depan khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraidh. (Pada masa itu, hanya ada dua orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu beliau dan al-marhum KH. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga adalah Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin. Beliau ini pada masa tuanya kembali berguru kepada Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang beliau contohkan kepada kami agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di antara guru-guru beliau lagi selanjutnya adalah Syaikh Syarwani Abdan (Bangil) dan al-Alim al-Allamah al-Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin Kutbi. Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus beliau, atau meminjam perkataan beliau sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah). Dari beberapa guru beliau lagi adalah Kyai Falak (Bogor), Syaikh Yasin bin Isa Padang (Makkah), Syaikh Hasan Masyath, Syaikh Ismail al-Yamani, dan Syaikh Abdul Kadir al-Bar. Sedangkan guru pertama secara ruhani adalah al-Alim al-Allamah Ali Junaidi (Berau) bin al-Alim al-Fadhil Qadhi Muhammad Amin bin al-Alim al-Allamah Mufti Jamaludin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari, dan al -Alim al-Allamah Muhammad Syarwani Abdan Bangil. (Selain ini, masih banyak tokoh lagi di mana sebagiannya sempat saya catat dan sebagian lagi tidak sempat karena waktu itu beliau menyebutkannya dengan sangat cepat. Sempat saya hitung dalam jumblah kira-kira, guru beliau ada sekitar 179 orang sepesialis bidang keilmuan Islam terdiri dari wilayah Kalimantan sendiri, dari Jawa-Madura, dan dari Makkah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamanda beliau semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil beliau sudah menunjukkan sifat mulia; penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan oleh ayahnda beliau sendiri. Seperti misalnya suatu ketika hujan turun deras sedangkan rumah beliau sekeluarga sudah sangat tua dan reot. Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah.Pada waktu itu, ayah beliau menelungkupi beliau untuk melindungi tubuhnya dari hujan dan rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Ghani bin Abdul Manaf, ayah dari Syekh Muhammad Ghani juga adalah seorang pemuda yang shalih dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem memenej usaha dagang beliau sampaikan kepada kami lewat cerita-cerita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cerita yang diriwayatkan adalah Sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur, dibagi empat. Tak pernah satu kalipun di antara mereka yang mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnda beliau membuka kedai minuman. Setiap kali ada sisa teh, ayahnda beliau selalu meminta izin kepada pembeli untuk diberikan kepada beliau. Sehingga kemudian sisa-sisa minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga. Adapun sistem mengatur usaha dagang, beliau sampaikan bahwa setiap keuntungan dagang itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan. Salah seorang ustazd kami pernah mengomentari hal ini, “bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu kecil beliau bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah sang ayah menegur beliau, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa dibuat sayur.” Beliau langsung berhenti dan menyerahkannya kepada sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Catatan lain berupa beberapa kelebihan dan keanehan: Beliau sudah hapal al-Qur`an semenjak berusia 7 tahun. Kemudian hapal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Semenjak kecil, pergaulan beliau betul-betul dijaga. Kemanapun bepergian selalu ditemani (saya lupa nama sepupu beliau yang ditugaskan oleh Syaikh Seman Mulya untuk menemani beliau). Pernah suatu ketika beliau ingin bermain-main ke pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamanda beliau Syaikh Seman Mulya di hadapan beliau dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada yang melihat Syaikh, begitu juga sepupu yang menjadi “bodyguard’ beliau. Beliaupun langsung pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 9 tahun pas malam jum’at beliau bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Beliaupun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, beliau kembali bermimpi hal serupa. Dan pada malam jum’at ketiga, beliau kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini beliau dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syaikh. Ketika sudah masuk beliau melihat masih banyak kursi yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beliau merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak dikira orang yang pertama kali menyambut beliau dan menjadi guru adalah orang yang menyambut beliau dalam mimpi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pesan beliau tentang karamah adalah agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugrah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau skill. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Dan karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tapi shalatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tapi “bakarmi” (orang yang keluar sesuatu dari duburnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai ulama yang ramah dan kasih sayang kepada setiap orang, beliau juga orang yang tegas dan tidak segan-segan kepada penguasa apabila menyimpang. Karena itu, beliau menolak undangan Soeharto untuk mengikuti acara halal bil halal di Jakarta. Begitu juga dalam pengajian-pengajian, tidak kurang-kurangnya beliau menyampaikan kritikan dan teguran kepada penguasa baik Gubernur, Bupati atau jajaran lainnya dalam suatu masalah yang beliau anggap menyimpang atau tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada hari Rabu 10 Agustus 2005 jam 05.10 pagi beliau telah berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum beliau wafat, beliau memberikan wasiat kepada seluruh kerabat, para murid dan kaum muslimin. yang di buat pada hari Ahad Tanggal 11 Jumadil Akhir 1413 H&lt;/span&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWINDOW%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWINDOW%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWINDOW%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	text-align:right;	mso-pagination:widow-orphan;	direction:rtl;	unicode-bidi:embed;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt; &lt;/style&gt;, yang isi wasiatnya berbunyi:&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_twxhf3VX5rQ/SqyngK1nKUI/AAAAAAAAAcE/tE7VTJmlpWk/s1600-h/IMG_0001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_twxhf3VX5rQ/SqyngK1nKUI/AAAAAAAAAcE/tE7VTJmlpWk/s400/IMG_0001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salam Hormatku kepada Abah Guru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;moga kita dirahmati Allah.swt&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://putramartapura.blogspot.com/2009/08/kh-zaini-ghani-sekumpul.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_1157617393573"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1157617393574"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-8719097793082124306?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/8719097793082124306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/10/kh-zaini-ghani-sekumpul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8719097793082124306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/8719097793082124306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/10/kh-zaini-ghani-sekumpul.html' title='KH, Zaini Ghani Sekumpul'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_twxhf3VX5rQ/SqysI8BtLMI/AAAAAAAAAcM/2d8j3aG0dQU/s72-c/Untitled-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7150700029067958376</id><published>2009-09-30T12:41:00.002+07:00</published><updated>2009-10-02T11:02:43.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Dipuji dan Memuji Dalam Islam</title><content type='html'>Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan&lt;br /&gt;sehari-hari, adalah fenomena pujian. Secara garis besar, pujian&lt;br /&gt;bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan&lt;br /&gt;untuk menjilat, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta&lt;br /&gt;pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi&lt;br /&gt;élan positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan&lt;br /&gt;diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat&lt;br /&gt;kita lupa daratan, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering&lt;br /&gt;orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk&lt;br /&gt;terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingatkan dalam firmanNya:&lt;br /&gt;الف اوّكَزُت مكسفنأ، وه ملعأ نمب ىقتا .&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang&lt;br /&gt;paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Najm; 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan&lt;br /&gt;tiga kiat yang sangat menarik untuk diteladani.&lt;br /&gt;Pertama, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh&lt;br /&gt;pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang&lt;br /&gt;memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa:&lt;br /&gt;مهللا ينذخاؤتال امب نولوقي&lt;br /&gt;“Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan&lt;br /&gt;oleh orang-orang itu.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah&lt;br /&gt;perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita.&lt;br /&gt;Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena&lt;br /&gt;getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita&lt;br /&gt;yang terjerumus menjadi besar kepala dan lepas kontrol.&lt;br /&gt;Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita&lt;br /&gt;yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap&lt;br /&gt;manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang&lt;br /&gt;memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan&lt;br /&gt;belang serta sisi gelap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah&lt;br /&gt;dengan berdoa:&lt;br /&gt;يلرفغاو ام نوملعيال&lt;br /&gt;“Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari&lt;br /&gt;diriku)”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kiat yang ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain&lt;br /&gt;tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita&lt;br /&gt;agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari&lt;br /&gt;apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar&lt;br /&gt;pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa:&lt;br /&gt;ينْلعجاو اريخ اّمم نوّنظي&lt;br /&gt;“Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira”. (HR.&lt;br /&gt;Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw.&lt;br /&gt;dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana&lt;br /&gt;mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang&lt;br /&gt;terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah&lt;br /&gt;menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji.&lt;br /&gt;Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi&lt;br /&gt;Saw., yaitu di antaranya:&lt;br /&gt;Pertama, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang&lt;br /&gt;bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain&lt;br /&gt;dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui&lt;br /&gt;yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab&lt;br /&gt;bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka&lt;br /&gt;Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan&lt;br /&gt;konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si&lt;br /&gt;Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat,&lt;br /&gt;“Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya&lt;br /&gt;tadi.” Setelah itu beliau menambahi, “Barangsiapa yang ingin&lt;br /&gt;melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi.” (HR. Al-&lt;br /&gt;Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.)&lt;br /&gt;Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk&lt;br /&gt;doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam&lt;br /&gt;mendalami tafsir Al-Qur’an, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra.:&lt;br /&gt;مهللا هْهّقف يف نيدلا هْمّلعو ليوأتلا&lt;br /&gt;“Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia&lt;br /&gt;ilmu tafsir (Al-Qur’an).” (HR. Al-Hakim, dari Sa’id bin Jubair)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, di saat Nabi Saw.  melihat ketekunan Abu Hurairah ra. dalam&lt;br /&gt;mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa&lt;br /&gt;agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa&lt;br /&gt;yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan&lt;br /&gt;oleh Allah Swt. dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat&lt;br /&gt;yang paling banyak meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan&lt;br /&gt;salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita.&lt;br /&gt;Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh&lt;br /&gt;karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain&lt;br /&gt;secara langsung, Nabi Saw. menegurnya:&lt;br /&gt;تعطق قنع كبحاص&lt;br /&gt;“Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan&lt;br /&gt;Muslim, dari Abu Bakar ra.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan&lt;br /&gt;hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu&lt;br /&gt;di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya&lt;br /&gt;dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-&lt;br /&gt;tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah&lt;br /&gt;bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai&lt;br /&gt;lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya&lt;br /&gt;sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain;&lt;br /&gt;serta terus berdoa kpd Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari&lt;br /&gt;apa yang tampak di mata orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, yg tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji&lt;br /&gt;seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.&lt;br /&gt;Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti&lt;br /&gt;bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan&lt;br /&gt;demikian, kita tidak sampai menjerumuskan org yang kita puji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber lengkapnya : &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/hikmah/1077-tips-memuji-dan-dipuji-dalam"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7150700029067958376?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7150700029067958376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/09/tips-dipuji-dan-memuji-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7150700029067958376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7150700029067958376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/09/tips-dipuji-dan-memuji-dalam-islam.html' title='Tips Dipuji dan Memuji Dalam Islam'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-443836267527892953</id><published>2009-09-29T20:09:00.002+07:00</published><updated>2009-10-02T11:09:31.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>NORDIN N STOP</title><content type='html'>Ditulis Oleh Al-Ustadz Abu Karimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NORDIN TEWAS, SUKA CITA KAUM MUSLIMIN&lt;br /&gt;DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang&lt;br /&gt;suci,sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan&lt;br /&gt;berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu&lt;br /&gt;gembong teroris Khawarij dimasa kini,yang gemar melakukan&lt;br /&gt;tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia,tidak&lt;br /&gt;terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun&lt;br /&gt;berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya&lt;br /&gt;benih-benih pemikiran khawarij,dia tentu akan merasa sedih&lt;br /&gt;dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka,yang selama ini&lt;br /&gt;dianggap “berjihad” dengan cara-caranya.Bahkan tidak sedikit dari&lt;br /&gt;mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau&lt;br /&gt;“mati syahid”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin yang kami muliakan,termasuk diantara petunjuk&lt;br /&gt;didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi&lt;br /&gt;wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan&lt;br /&gt;kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seseorang bersedih,sementara mereka&lt;br /&gt;dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti&lt;br /&gt;koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt;alaihi wasallam dan para sahabatnya,dan melakukan berbagai&lt;br /&gt;tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang&lt;br /&gt;hidup didalam negeri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;اَل ُّلِحَي ٍمِلْسُمِل ْنَأ َعِّوَرُي اًمِلْسُم&lt;br /&gt;“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti seorang muslim&lt;br /&gt;lainnya.”&lt;br /&gt;(HR.Abu Dawud (5004),dari beberapa sahabat Nabi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya ,Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan&lt;br /&gt;tegas menyebut mereka kaum khawarij sebagai anjing-anjing neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;ُجِراَوَخْلا ُباَلِك ِراَّنلا&lt;br /&gt;“Khawarij adalah anjing-anjing neraka.”&lt;br /&gt;(HR.Ibnu Majah:173,dari Ibnu Abi Aufa radhiallahu anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya para sahabat Nabi –semogaAllah meridhai&lt;br /&gt;mereka- tidak merasa sedih dengan meninggalnya tokoh-tokoh&lt;br /&gt;teroris khawarij,bahkan sebaliknya dengan menampakkan&lt;br /&gt;perasaan gembira dan bersyukur atas meninggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Ghalib berkata: Abu Umamah –radhiallahu anhu- melihat&lt;br /&gt;kepala-kepala (kaum khawarij) yang dipajang ditangga masjid&lt;br /&gt;Damaskus, lalu Abu Umamah berkata:&lt;br /&gt;ُباَلِك ِراَّنلا ُّرَش ىَلْتَق َتْحَت ِميِدَأ&lt;br /&gt;ِءاَمَّسلا ُرْيَخ ىَلْتَق نم ُهوُلَتَق&lt;br /&gt;“anjing-anjing neraka, (mereka) seburuk-buruk yang terbunuh&lt;br /&gt;dibawah kolong langit,dan sebaik-baik yang terbunuh adalah yang&lt;br /&gt;mereka bunuh.”&lt;br /&gt;Lalu Abu Umamah berkata:sekiranya aku tidak mendengar hadits&lt;br /&gt;ini (dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam) sekali,dua kali&lt;br /&gt;sampai tujuh kali, aku tidak akan memberitakannya kepada kalian.”&lt;br /&gt;(HR.Tirmidzi:3000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah hadits ini yang menunjukkan betapa seringnya&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam memberi peringatan kepada&lt;br /&gt;umatnya dari bahaya kaum khawarij ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula yang dilakukan Ali bin Abi Thalib radhiallahu&lt;br /&gt;anhu,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Zabban bin Shabirah&lt;br /&gt;Al-Hanafi bahwa ia berkata ketika menceritakan keikutsertaannya&lt;br /&gt;dalam perang Nahrawan dalam menumpas kaum Khawarij:&lt;br /&gt;“Aku termasuk yang menemukan dzu tsadyah .lalu&lt;br /&gt;menyampaikan berita gembira ini kepada Ali radhiallahu anhu,dan&lt;br /&gt;aku melihatnya sujud yang menunjukkan kegembiraannya.”&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-mushannaf: 8424)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud Dzu tsadyah adalah salah seorang dari kalangan&lt;br /&gt;khawarij yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi&lt;br /&gt;Wasallam ,dzu tsadyah artinya yang memiliki benjolan pada&lt;br /&gt;bagian tangannya yang menyerupai payudara,bagian atasnya&lt;br /&gt;seperti puting payudara yang memiliki bulu-bulu kecil mirip kumis kucing. (fathul bari:12/298)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sikap para ulama salaf dalam menyikapi kaum teroris&lt;br /&gt;khawarij.Semoga Allah memelihara kita semua dari kejahatan dan&lt;br /&gt;makar mereka,dan semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin&lt;br /&gt;dari berbagai pemikiran dan syubhat mereka yang menyesatkan&lt;br /&gt;manusia dari jalan Allah Azza Wajalla.Benarlah ucapan Abul ‘Aliyah rahimahullah:&lt;br /&gt;نإ يلع نيتمعنل ام يردأ امهتيأ مظعأ نأ يناده هللا&lt;br /&gt;مالسإلل ملو ينلعجي ايرورح&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku merasakan dua kenikmatan yang aku tidak&lt;br /&gt;mengetahui manakah diantara dua kenikmatan tersebut yang&lt;br /&gt;terbesar: ketika Allah memberi hidayah kepadaku untuk memeluk&lt;br /&gt;islam, dan tidak menjadikan aku sebagai haruri (khawarij).”&lt;br /&gt;(diriwayatkan Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf:18667)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh: Abu Karimah Askari bin Jamal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=101&amp;amp;Itemid=1"&gt;www.ibnulqoyyim.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=101&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-443836267527892953?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/443836267527892953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/09/nordien-n-stop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/443836267527892953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/443836267527892953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/09/nordien-n-stop.html' title='NORDIN N STOP'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6012122510056410285</id><published>2009-07-24T09:45:00.000+07:00</published><updated>2009-07-24T09:47:21.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>RUKUN ISLAM</title><content type='html'>Materi aqidah kali ini membahas tentang rukun islam. Meski telah sering kita dengar, namun ada baiknya kita kembali ulang, untuk memantapkan pemahaman kita. Dalil yang berkaitan dengan rukun islam ini diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar -semoga Allah meridloinya- : Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;'Islam dibangun di atas 5 rukun, yaitu : Syahadat bahwa tiada illah selain Allah dan Muhammad adalah rosul Allah, Mendirikan shalat, Membayar zakat, Puasa ramadhan, dan Barhaji ke Baitullah al Haram'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar bin Khathab -semoga Allah meridloinya- ketika Jibril datang dan bertanya tentang Islam kemudian beliau menjawab; &lt;br /&gt;'Islam adalah Bersyahadat bahwa tiada illah selain Allah dan Muhammad adalah rosul Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa ramadhan, berhaji jika mampu dalam perjalanannya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al Qur'an surat Ali Imran : 18 : &lt;br /&gt;"Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian). Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al Qur'an surat At Taubah : 128 : &lt;br /&gt;" sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rosul dari kamu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat mengiginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al Qur'an surat Al Bayyinah :5 : &lt;br /&gt;"padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta mengeluarkan zakat. Demikian itulah tuntunan agama yang lurus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al Qur'an surat Al Baqarah : 183 : &lt;br /&gt;" wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Al Qur'an surat Ali Imran : 97 &lt;br /&gt;" padanya terdapat tanda-tanda nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim ; barangsiapa yang memasuki (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji) maka sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sendiri secara bahasa berarti : tunduk dan patuh.&lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah : memperlihatkan kepatuhan - ketundukan dan menampakkan syariat dengan berpegang pada apa yang datang dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam sehingga darahnya terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian islam ada 2 :&lt;br /&gt;1. Pengertian Umum : pengertian ini mencakup semua zaman sehingga nabi Ibrahim disebut muslim pada zamannya, kaum Nabi Musa juga disebut muslim pada zamannya begitu juga kaumnya nabi Isa di sebut muslim pada zamannya. Karena mereka tunduk pada syariat Allah yang diturunkan melalui rosul-rosulNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengertian Khusus : mengkhususkan pada syariat nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam saja yang di sebut islam. Sehingga umat Muhammad saja yang di sebut muslim sedangkan kaum yahudi dan nasrani tidak disebut muslim mereka hanya di sebut ahlu kitab. Kondisi ini terjadi pada saat sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/rukun_islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6012122510056410285?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6012122510056410285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/rukun-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6012122510056410285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6012122510056410285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/rukun-islam.html' title='RUKUN ISLAM'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3619408043712022879</id><published>2009-07-24T09:40:00.000+07:00</published><updated>2009-07-24T09:43:01.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>MEWASPADAI LISAN</title><content type='html'>Lisan, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah sholallohu alaihi wasalam&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam ( HR Muslim )&lt;br /&gt;di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu , tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain..&lt;br /&gt; Ghibah&lt;br /&gt;Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam &lt;br /&gt;"Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci" terus bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita? "Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Di dalam Al quran , Allah ta'ala menggambarkan orang yang meng-ghibahi saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya: &lt;br /&gt;"Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya tentu kalian akan benci" ( Al Hujurat 12)&lt;br /&gt;Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai , semakin menjijkkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia , apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijkkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan dan ditinggalkan.&lt;br /&gt;Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam di malam mi'rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa mereka lah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Namimah&lt;br /&gt;Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya "adu domba". Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur'an. Mereka yang berjalan dengan namimah , menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar . Ancaman Rasulullah bagi tukang namimah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba (HR Bukhari)&lt;br /&gt;akibat ghibah ini sangat besar sekali, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dusta&lt;br /&gt;Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlaq orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq &lt;br /&gt;"Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan "di bawah kerak api neraka" Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan "Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/lisan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3619408043712022879?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3619408043712022879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/mewaspadai-lisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3619408043712022879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3619408043712022879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/mewaspadai-lisan.html' title='MEWASPADAI LISAN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6974040019301020221</id><published>2009-07-24T09:33:00.001+07:00</published><updated>2009-07-24T09:40:02.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>TIADA KEMULIAAN TANPA ISLAM</title><content type='html'>Umar bin Khaththab semoga Allah meridloinya mengatakan: "Kita adalah umat yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berikan kemuliaan dengan Islam, maka bagaimanapun cara kita mencari kemuliaan tanpa Islam maka Allah akan tetap menjadikannya sebagai kehinaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Umar mengatakan ungkapan ini ? Kapan Umar menyusun perkataan ini ?&lt;br /&gt;Umar mengatakan ini pada moment yang agung dan pada satu periode yang mulia dalam Islam. Beliau mengatakan ini ketika beliau berangkat untuk membuka Baitul Maqdis, untuk mengambil kunci-kunci Baitul maqdis yang telah kita abaikan karena kita mengabaikan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berangkat ke sana untuk mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis. Kemudian orang-orang Nashara mendengar kedatangan Umar yang namanya telah menguncang dunia, yang jika nama Umar disebut di majlis Kisra dan Kaisar, maka kedua raja ini hampir pingsan mendengarnya, karena takut.&lt;br /&gt;Umar yang tidur di pelepah kurma, tetapi hati para taghut yang berada di atas singgasana ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar yang hanya makan gandum, tetapi para bangsawan yang memiliki emas dan perak gemetar jika melihatnya.&lt;br /&gt;Umar yang jika berjalan di suatu jalan, maka syetan akan memilih jalan lain.&lt;br /&gt;Umar yang sudah dikenal dikalangan muslimin Melayu, India, Iraq, Sudan, Andalus, dan akan dikenal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang Nashara mendengar Umar akan datang untuk mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis, mereka keluar dengan jumlah yang sangat besar. Para wanita keluar di atap-atap rumah, anak-anak keluar di berbagai jalan dan gang.&lt;br /&gt;Sedangkan pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh tiga panglima, mereka kaluar dalam konvoi pasukan yang belum pernah didengar dunia.&lt;br /&gt;Bagaimana pengawal yang mengiringi Umar yang akan mengambil kunci-kunci Baitul Maqdis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada iring-iringan yang mengawal ! Orang-orang mengira beliau akan datang dengan para pembesar shahabat, para pembesar Anshar dan Muhajirin dari para ulama dan orang-orang shalehnya, tetapi beliau datang hanya dengan mengendarai satu unta dan ditemani seorang pembantunya. Kadang Umar yang menuntun unta dan pembantunya naik dan kadang Umar yang naik unta dan pembantunya yang menuntun !&lt;br /&gt;Ketika mendekati Baitul Maqdis, para pejabat muslimin bertanya-tanya: "Siapa itu ? Mungkin salah saeorang tentara yang memberi tahu kedatangan Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan itu mendekat, ternyata orang tersebut adalah Umar bin Khaththab ! Ketika beliau sampai di Baitul Maqdis, tiba giliran beliau menuntun unta dan pembantunya yang berada di atas unta.&lt;br /&gt;Amr bin Ash mengatakan: "Wahai Amirul Mukminin, orang-orang mennati kehadiran anda, penghuni dunia keluar untuk menyambut kehadiran anda dan orang-orang mendengar tentang anda tetapi anda datang dengan penampilan seperti ini ?"&lt;br /&gt;Kemudian Umar mengatakan perkataannya yang sangat terkenal, yang tetap diingat sepanjang masa: "Kita adalah umat yang telah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berikan kemuliaan dengan Islam, maka bagaimanapun juga jika kita mencari kejayaan dengan yang lain, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membangun peradaban kita dari nol dengan satu modal; Laa ilaaha illallaah.&lt;br /&gt;Pasukan Umar bin Khaththab keluar dengan 30.000 orang yang bertauhid. Setiap orang yang bertauhid sama dengan 3 juta tentara dunia sekarang. Mereka keluar untuk berperang melawan Persia, berperang untuk melawan Kisra yang kafir dan sesat. Ketika mereka tiba di Qadisiyah, Kisra ingin melakukan perundingan dengan Umar karena takut mati. Maka ia mengutus Hurmuzan -salah seorang mentrinya- untuk mendatangi Madinah Nabawiyah kota Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk duduk bersama Umar Al Faruq di meja perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan tersebut keluar dengan rombongan yang besar untuk menemui Umar, dengan hati yang hampir robek karena takut…Mengapa? Karena dia ragu-ragu. Bagaimana ia akan bicara dengan Umar bin Khaththab ? Apakah ia akan berbicara secara langsung atau melalui perantara ?Apakah ia akan duduk bersama di atas tanah ? Apakah ia dapat melihat Umar secara langsung tanpa alat dan pengeras suara ?&lt;br /&gt;Maka ia memakai perhiasan, sutra, emas dan perak. Ia menembus jalan dari Iraq menuju Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia masuk Madinah, ia bertanya: "Dimana istana Khalifah Umar ?"&lt;br /&gt;Para shahabat mengatakan: "Umar tidak punya istana."&lt;br /&gt;Ia bertanya: "Bagaimana ia memimpin kalian ?"&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Beliau memimpin kami di atas tanah."&lt;br /&gt;Ia bertanya: "Di mana rumahnya ? Apakah rumahnya memiliki keistimewaan ?"&lt;br /&gt;Mereka menjawab: " Rumahnya seperti rumah kita."&lt;br /&gt;Ia berkata: "Tolong tunjukkan pada saya rumahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berangkat dan berjalan di gang-gang kota Madinah yang sempit, sampai mereka sampai di sebuah rumah yang kecil miskin yang hanya dibangun dari tanah biasa.&lt;br /&gt;Ia bertanya: "Apakah ini rumahnya ?"&lt;br /&gt;Mereka mengatakan: "Ya"&lt;br /&gt;Ia bertambah takut dan gemetar, ia bertanya: "Apakah ini rumahnya ?"&lt;br /&gt;Mereka mengatakan: "Kita akan tanya keluarganya"&lt;br /&gt;Kemudian mereka mengetuk pintu rumah. Putranya keluar, mereka bertanya: "Apakah Amirul Mukminin ada di rumah ?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab: "Beliau sedang tidak di rumah, silahkan anda cari di masjid "&lt;br /&gt;Kantor, istana dan tempat duduknya di masjid.&lt;br /&gt;Utusan ini segera berangkat ke masjid. Anak-anak berjalan dibelakang utusan Beberapa wanita melihat dari atap rumah dan dari balik pintu, untuk melihat orang yang datang dengan sutra dan emas yang bersinar karena pantulan sinar matahari.&lt;br /&gt;Utusan tersebut mencari Umar. Mereka pergi dan memasuki masjid, mengamati orang-orang yang tidur -karena beliau tidur di masjid- maka mereka tidak menemukan. Mereka mengatakan: "Kita cari di tempat lain. Maka mereka mencari lagi.&lt;br /&gt;Mereka mendatangi sebuah pohon di luar kota Madinah, ternyata beliau berada di situ. Beliau tertidur di di bawah pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Persia ini tercengang dan semakin takut.&lt;br /&gt;Mereka membangunkan Umar. Ketika beliau bangun, beliau bertanya: "Siapa ini ?"&lt;br /&gt;Mereka mengatakan: "Ini adalah Hurmuzan dan rombongannya, datang untuk berunding dengan anda, wahai Amirul Mukminin."&lt;br /&gt;Orang Persia tersebut berkata: "Anda telah berhukum dengan adil sehingga anda merasa aman dan bisa tidur."&lt;br /&gt;Jadi kita adalah umat yang telah Allah berikan kejayaan dengan Islam, maka jika kita mencari kejayaan dengan selain Islam, Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;Pada saat kita mencari kejayaan dengan pakaian dan penampilan, bukan dengan agama, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;Pada saat kita merasa bangga dengan rumah dan istana, maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita merasa bangga dengan berbagai kendaraan, kakayaan dam makanan dan merasa bangga dengan Islam maka Allah akan memberikan kehinaan kepada kita. Karena kita adalah umat yang telah Allah berikan kejayaan dengan Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain Islam Allah akan memberikan kehinaan kepada kita.&lt;br /&gt;Mengapa kita tidak merasa bangga, wahai para pemuda dan orang tua, mengapa kita tidak merasa bangga dengan Islam ?&lt;br /&gt;Ya… ada ditengah-tengah kita, orang yang tidak ingin masuk lebih dalam pada agama. Dia ingin Islam yang biasa-biasa saja, shalat dan puasa saja.&lt;br /&gt;Sedankan dakwah dan istiqamah adalah sesuatu yang dia tidak inginkan.&lt;br /&gt;Mengapa ?&lt;br /&gt;Karena zionisme internasional telah menamakan para da'i dengan istilah fundamentalis dan berbagai istilah menakutkan lainnya…maka orang-orang yang kurang wawasan, sedikit pengetahuan dan lemah mental (imannya) merasa berat jika dikatakan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa membagi manusia menjadi dua bagian, Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;"Maka apakah patut kami menjadikan orang-orang islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ? Mengapa kamu (berbuat demikian) bagaimanakah kamu mengambil keputusan" (QS Al Qalam: 35-36)&lt;br /&gt;Pilihannya hanya satu dari dua, muslim atau mujrim (orang yang berbuat dosa)… orang yang baik atau jelek… sesat atau dapat petunjuk… shaleh atau merusak… taat atau ma'siyat. Tidak ada pilihan ketiga.&lt;br /&gt;"Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat ?" (QS Shaad ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran kita bagi setiap orang biasa yang ingin hidup biasa dalam Islam agar bergabung dengan para wali Allah, orang-orang pilihan, orang-orang yang istiqamah, karena agamawan dalam Islam tidak sama dengan agamawan dalam Nashrani.. tidak..pilihan kita hanya satu, menjadi orang yang istiqamah sukses bahagian atau sesat bodoh dan gagal dalam hidup.&lt;br /&gt;Dalam agama kita hanya ada satu pilihan, menjadi orang yang baik , bertaqwa, wara' dan menghadapkan diri kepada Allah atau menjadi orang yang celaka, lalai, sesat yang akan dikembalikan ke neraka yang menyala-nyala.&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;"Demikianlah Kami (Allah) jadikan kalian umat wasath (pertengahan). Betapa indah ungkapan wasath (pertengahan). Apa yang dimaksud dengan wasath ? Banyak dari para ahli tafsir yang mengatakan bahwa maksudnya adalah umat pilihan. Sebagian yang lain mengatakan maksudnya: pertengahan dalam segala sesuatu." (QS Al Baqarah 143)&lt;br /&gt;Kedua makna ini benar. Alhamdulillah kita ini umat Islam memiliki aqidah pertengahan. Kita tidak hidup tanpa aqidah seperti orang-orang yang tidak punya pegangan. Kita tidak hidup dengan hati kosong, jiwa kosong, tetapi kita punya aqidah. Namun kita juga bukan yang berlebihan dalam beribadah sampai-sampai menyembah segala sesuatu, menyembah batu, pohon, bintang, bulan, sapi, harta, pakaian…tidak… tetapi kita beribadah kepada Dzat yang memang berhak dijadikan tujuan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu"&lt;br /&gt;(QS Muhammad 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/kemuliaan_islam.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6974040019301020221?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6974040019301020221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/ada-apa-dibalik-pernikahan_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6974040019301020221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6974040019301020221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/ada-apa-dibalik-pernikahan_24.html' title='TIADA KEMULIAAN TANPA ISLAM'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3090760300219789138</id><published>2009-07-03T10:39:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T10:40:56.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Imam Syafi'I</title><content type='html'>Nama dan Nasab&lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Safi'I dan bertemu nasabnya dengan nabi Muhammad dengan Abdul Manaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 150 H di Ghozah dan ibunya membawa beliau ke Mekkah setelah beliau berusia 2 tahun dan dari ibunya tersebut beliau belajar al qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru&lt;br /&gt;Diantara guru-guru beliau adalah paman beliau sendiri Muhammad bin Ali kemudian abdul Aziz bin Majisun dan kepada imam Malik beliau belajar Al Muwatho'&lt;br /&gt;Kehidupan ilmiah&lt;br /&gt;Pada usia 10 tahun beliau belajar bahasa dan syair hingga mantab. Kemudian belajar fiqih , hadis dan al qur'an kepada ismail bin qostantin, kemudian menghafal muwatho' dan mengujikannya kepada imam Malik. Imam Muslim bin Kholid mengijinkan beliau berfatwa ketika beliau berusia 10 tahun atau kurang. Menulis dari Muhammad bin Hasan ilmu fiqih. Imam Malik melihat kekuatan dan kecerdasan beliau sehingga memuliakan dan menjadikan Syafi'i sebagai orang dekatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid&lt;br /&gt;Diantara murid beliau adalah imam Ahmad, Khumaidi, Abu Ubaid, Al Buthi, Abu Staur dan masih banyak yang lain.&lt;br /&gt;Peranan dalam membela sunnah&lt;br /&gt;Beliau memeliki kedudukan tersendiri yang membedakan diantara ahlul hadis yang lain. Beliaulah yang meletakkan kaidah-kaidah riwayat pembelaan terhadap sunnah dan memiliki beberapa pendapat yang berbeda dengan imam Malik dan Abu Hanifah, yaitu bahwa sebuah hadis apabila sahih maka wajib mengamalkannya walaupun tidak dilakukan oleh ahlul madinah (seperti yang disyararatkan oleh imam Malik dan Abu Hanifah). Dengan ini beliau dijuluki nasirussunnah (penolong sunnah) dan tidaklah dapat diingkari oleh setiap yang menulis mustholah hadis dan pembahasan sunnah serta kitab ussul bahwa mereka mengikuti apa yang ditulis oleh safi'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pendapat beliau&lt;br /&gt;Pokok pendapat beliau sebagaimana pendapat imam yang lain adalah beramal dengan kitab dan sunnah serta ijma'. Kelebihan beliau adalah beramal dengan kitab dan sunnah seta ijma' lebih luas dari pada imam Malik dan Abu Hanifah karena beliau menerima hadis ahad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ulama' tentang beliau&lt;br /&gt;Para ulama' ahlul hadis dijaman ini apabila berkata maka mereka berkata menggunakan perkataan imam Syafi'i. Imam Ahmad berkata, 'tidaklah ada orang yang menyentuh pena dan tinta kecuali Syafi'i. Dan tidaklah kita mengetahui sesuatu yang global dari tafsir dan nasih mansuh dari hadis kecuali setelah duduk bersama imam Syafi'i."&lt;br /&gt;Ahmad bin hambal pernah berkata pada ishaq bin rokhuyah "kemarilah aku tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang engkau belum pernah melihat yang semisalnya maka dia membawaku kepada imam syafi'i."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan imam syafi'i&lt;br /&gt;1. tidaklah saya berdebat dengan seseorang kecuali agar ia tepat , benar dan tertolong dan ia mendaptkan penjagaan serta pengawasan Allah dan tidaklah saya berdebat dengan seseorang kecuali saya tidak perduli apakah Allah akan menjelaskan kebenaran dari mulutju atau mulut dia. &lt;br /&gt;2. amalan yang paling hebat ialah dermawan dalam kondisi sempit, menjaga diri ketika sendirian dan mengucapkan kalimat yang benar dihadan orang yang berharap dan yang takut &lt;br /&gt;3. bantulah dalam berkata dengan diam dan mengambil hukum dengan berfikir &lt;br /&gt;4. barang siapa belajar al qur'an maka ia akan agung dipandangan manusia, barang siapa yang belajar hadis akan kuat hujjahnya , barang siapa yang belajar nahwu maka dia akan dicari, barang siapa yang belajar bahasa arab akan lembut tabiatnya, barang siapa yang belajar ilmu hitung akan banyak fikirannya, barang siapa belajar fiqih akan tinggi keddukannya, barang siapa yang tidak mampu menahan dirinya maka tidak bermanfaat ilmunya dan inti dari itu semua adalah taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wafat beliau&lt;br /&gt;Wafat pada tahun 204 H. setelah memenuhi dunia dengan ilmu dan ijtihad beliau dan memenuhi hati-hati manusia dengan cinta pengagungan dan kecondongan paada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/syafii.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3090760300219789138?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3090760300219789138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/imam-syafii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3090760300219789138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3090760300219789138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/imam-syafii.html' title='Imam Syafi&apos;I'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-555016180360441059</id><published>2009-07-03T10:35:00.000+07:00</published><updated>2009-07-03T10:39:02.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Ada Apa Dibalik Pernikahan ?</title><content type='html'>Nikah. Untuk satu kata ini, banyak pandangan sekaligus komentar yang berkaitan dengannya. Bahkan sehari-hari pun, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan kita akan bersinggungan dengan hal yang satu ini. Tak terlalu banyak beda, apakah di majelisnya para lelaki, pun di majelisnya wanita. Sedikit diantara komentar yang bisa kita dengar dari suara-suara di sekitar, diantaranya ada yang agak sinis, yang lain merasa keberatan, menyepelekan, atau cuek-cuek saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menyepelekan nikah, bilang "Apa tidak ada alternatif yang lain selain nikah ?", atau "Apa untungnya nikah?".&lt;br /&gt;Bagi yang merasa berat pun berkomentar "Kalau sudah nikah, kita akan terikat alias tidak bebas", semakna dengan itu "Nikah ! Jelasnya bikin repot, apalagi kalau sudah punya anak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lumayan banyak 'penggemarnya' adalah yang mengatakan "Saya pingin meniti karier terlebih dahulu, nikah bagi saya itu gampang kok".&lt;br /&gt;Terakhir, para orang tua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya "Kamu nggak usah buru-buru menikah, cari duit dulu yang banyak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya bersamaan dengan banyak orang yang 'enggan' nikah, ternyata angka perzinaan atau 'kecelakaan" semakin meninggi ! Itu beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja tidak semua orang berpandangan seperti itu. Sebagai seorang muslim tentu kita akan berupaya menimbang segalanya sesuai dengan kaca mata islam. Apa yang dikatakan baik oleh syariat kita, pastinya baik bagi kita. Sebaliknya, bila islam bilang sesuatu itu jelek pasti jelek bagi kita. Karena pembuat syariat, yaitu Allah adalah yang menciptakan kita, yang tentu saja lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang mungkin muncul di tengah masyarakat kita sehingga timbul berbagai komentar seperti di atas, tak lepas dari kesalahpahaman atau ketidaktahuan seseorang tentang tujuan nikah itu sendiri.&lt;br /&gt;Nikah di dalam pandangan islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia bahkan merupakan sunnah (ajaran) para nabi dan rasul, seperti firman Allah :&lt;br /&gt;"dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan" (QS Ar-ra'd : 38)&lt;br /&gt;Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam ajaran islam memiliki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa tujuan yang mulia, diantaranya :&lt;br /&gt;• Nikah dimaksudkan untuk menjaga keturunan, mempertahankan kelangsungan generasi manusia. Tak hanya untuk memperbanyak generasi saja, namun tujuan dari adanya kelangsungan generasi tersebut adalah tetap tegaknya generasi yang akan membela syariat Allah, meninggikan dienul islam , memakmurkan alam dan memperbaiki bumi. &lt;br /&gt;• Memelihara kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal yang diharamkan, sekaligus menjaga kesucian diri. &lt;br /&gt;• Mewujudkan maksud pernikahan yang lain, seperti menciptakann ketenangan, ketenteraman. Kita bisa menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara kekuatan laki-laki dan kelembutan seorang wanita yang diikat dengan tali pernikahan, sungguh merupakan perpaduan yang begitu sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan pun menjadi sebab kayanya seseorang, dan terangkatnya kemiskinannya. Nikah juga mengangkat wanita dan pria dari cengkeraman fitnah kepada kehidupan yang hakiki dan suci (terjaga). Diperoleh pula kesempurnaan pemenuhan kebutuhan biologis dengan jalan yang disyariatkan oleh Allah. Sebuah pernikahan, mewujudkan kesempurnaan kedua belah pihak dengan kekhususannya. &lt;br /&gt;Tumbuh dari sebuah pernikahan adanya sebuah ikatan yang dibangun di atas perasaan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS Ar Ruum : 21)&lt;br /&gt;Itulah beberapa tujuan mulia yang dikehendaki oleh Islam. Tentu saja tak keluar dari tujuan utama kehidupan yaitu beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/pernikahan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-555016180360441059?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/555016180360441059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/ada-apa-dibalik-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/555016180360441059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/555016180360441059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/07/ada-apa-dibalik-pernikahan.html' title='Ada Apa Dibalik Pernikahan ?'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2968224201542074574</id><published>2009-06-02T17:05:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T17:09:20.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>MAKNA TAUHID</title><content type='html'>Oleh : Ridwan Hamidi, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sesungguhnya kaidah Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar; satu-satunya yang diterima dan diridloi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa untuk hamba-hamba Nya, yang merupakan satu-satunya jalan menuju kepada Nya, kunci kebahagiaan dan jalan hidayah, tanda kesuksesan dan pemelihara dari berbagai perselisihan, sumber semua kebaikan dan nikmat, kewajiban pertama bagi seluruh hamba, serta kabar gembira yang dibawa oleh para rasul dan para nabi adalah IBADAH HANYA KEPADA ALLAH Subhaanahu Wa Ta'aalaa SEMATA TIDAK MENYEKUTUKANNYA, bertauhid dalam semua keinginannya terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, bertauhid dalam urusan penciptaan, perintah-Nya dan seluruh asma (nama-nama) dan sifat-sifat Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An Nahl: 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون&lt;br /&gt;Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS Al Anbiyaa’ : 25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ&lt;br /&gt;“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At Taubah: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ(2)أَلاَ لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ&lt;br /&gt;“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS Az Zumar: 2-3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”(QS Al Bayyinah: 5) &lt;br /&gt;            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya.” (Majmu’ Fatawa 15/25)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka syetan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Syetan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Jika syetan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, syetan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bid’ah dan khurafat. (Al Istighatsah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal 293, lihat Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayyaan, hal 4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Setiap dakwah Islam yang baru muncul tidak dibangun di atas tauhid yang murni kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan tidak menempuh jalan yang telah dilalui oleh para salaful ummah yang shalih, maka akan tersesat hina dan gagal, meski dikira berhasil, tidak sabar ketika berhadapan dengan musuh, tidak kokoh dalam al haqq dan tidak kuat berhadapan (dengan berbagai rintangan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Kita saksikan banyak contoh-contoh dakwah yang dicatat dalam sejarah berbicara kenyataan yang menyedihkan ini dan akhir yang buruk. Dakwah-dakwah yang berlangsung bertahun-tahun, yang telah mengorbankan nyawa dan harta kemudian berakhir dengan kebinasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Namun seorang mu’min yang yakin dengan janji Allah yang pasti benar, tidak akan putus asa dan menjadi kendor, tidak akan gentar menghadapi berbagai cobaan dan tidak akan menerima jika sekian banyak percobaan-percobaan itu berlangsung silih berganti tanpa ada manfaat yang diambil atau jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. (Sebagaimana hadits dari sahabat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no 6133) dan Imam Muslim (no 2998) serta Imam Ahmad dalam Musnadnya (2/379) &lt;br /&gt;            Sudah ada teladan dan contoh yang paling bagus pada diri Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat. (QS Al Ahzaab: 21) &lt;br /&gt;            Inilah manhaj pertama dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam berdakwah kepada tauhid, memulai dengan tauhid dan mendahulukan tauhid dan semua urusan yang dianggap penting. (Diringkas dari Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayyaan, hal 2-6)  &lt;br /&gt;فضل التوحيد&lt;br /&gt;(KEUTAMAAN TAUHID) &lt;br /&gt;                         Berbicara tentang keutamaan tauhid sebenarnya terkandung unsur kewajiban untuk bertauhid. Sebab “tidak berarti bahwa adanya keutamaan pada sesuatu berarti bahwa sesuatu itu tidak wajib, karena keutamaan merupakan hasil atau buah yang ditimbulkan. Seperti sholat jama’ah yang telah jelas keutamaannya dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة &lt;br /&gt;“Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat sendiri, dua puluh tujuh derajat.” (HR Imam Bukhari [Kitab Adzan, bab Keutamaan Shalat Jama’ah] dan Imam Muslim (Kitab Al Masajid [masjid-masjid], Bab Keutamaan Shalat Jam’ah) Keutamaan yang ada pada shalat jama’ah ini tidak berarti bahwa shalat jama’ah ini tidak wajib. &lt;br /&gt;            Jadi tidak selalu berarti bahwa ketika kita berbicara tentang keutamaan tauhid berarti tauhid itu tidak wajib, sebab tauhid adalah kewajiban yang paling pertama. Tidak mungkin suatu amal akan diterima tanpa tauhid. Tidak mungkin seorang hamba bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tanpa tauhid. Sekaligus bahwa tauhid juga memiliki keutamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Faidah tauhid sangat banyak, diantaranya: &lt;br /&gt;1.      Tauhid adalah penopang utama yang memberikan semangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa; sebab orang yang bertauhid akan beramal untuk dan karena Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik ketika ia sendiri maupun ketika bersama orang banyak. Sedangkan orang yang tidak bertauhid, misalnya seperti orang yang riya`, ia hanya akan bersedekah, shalat dan berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa kalau ada orang yang melihatnya. Oleh karena itu sebagian ulama salaf mengatakan: Sesungguhnya saya sangat ingin bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan melakukan ketaatan yang hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Orang-orang yang bertauhid akan mendapatkan ketenangan dan petunjuk, sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa: &lt;br /&gt;الذين ءامنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al An’aam ayat 82) &lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Nya semata yang tidak ada sekutu bagi Nya, dan mereka tidak menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sedikitpun dalam berbagai hal. Mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan pada hari Qiamat dan mendapatkan petunjuk di dunia dan akhirat.” &lt;br /&gt;Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin –hafizhalullah- mengatakan: Firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (Wahum Muhtaduun; dan merekalah orang-orang yang mendapatkan hidayah) maksudnya di dunia, (mendapatkan hidayah) menuju syari’at Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan ilmu dan amal. Mendapat hidayah dengan ilmu adalah hidayah irsyaad, sedangkan mendapat hidayah dengan amal adalah hidayah taufiq. Mereka juga mendapatkan hidayah di akhirat menuju surga. Hidayah di akhirat ini, untuk orang-orang yang zhalim (mereka mendapatkan hidayah) jalan menuju neraka jahim, sebaliknya untuk orang-orang yang tidak zhalim mendapat hidayah jalan menuju surga (yang penuh kenikmatan). Banyak diantara ulama tafsir yang mengatakan tentang firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (أُولَئِكَ لَهُمُ الأَْمْنُ) mereka adalah orang-orang yang mendapatkan rasa aman: Rasa aman itu di akhirat sedangkan hidayah itu di dunia. Pendapat yang lebih tepat bahwa rasa aman dan hidayah itu bersifat umum, baik di dunia maupun di akhirat.” &lt;br /&gt;Ketika ayat ini turun dirasakan berat oleh para sahabat -radliyallaahu 'anhum-. Mereka mengatakan: “Siapakah diantara kita yang tidak menzholimi dirinya sendiri ?” Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menjelaskan: “Maksud ayat tersebut bukan seperti yang kalian kira, yang dimaksud zholim dalam ayat tersebut adalah syirik, tidakkah kalian mendengar perkataan lelaki yang sholeh, Luqman: &lt;br /&gt;إن الشرك لظلم عظيم &lt;br /&gt;“Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang sangat besar.” (QS Luqman: 13)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa jenis zholim: &lt;br /&gt;1)      Zholim yang paling besar yaitu syirik dalam hak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;2)      Zholim yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, dengan tidak memberikan haknya, seperti orang yang berpuasa dan tidak berbuka, orang yang shalat malam terus dan tidak tidur. &lt;br /&gt;3)      Zholim yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, misalnya memukul, membunuh, mengambil harta dan lain-lain. &lt;br /&gt;Jika tidak ada kezholiman maka akan terwujud keamanan. Namun apakah keamanan yang smepurna ? &lt;br /&gt;Jawabannya: jika imannya sempurna dan tidak dicampuri ma’shiyat maka akan terwujud rasa aman yang mutlak (sempurna), jika iamnnya tidak sempurna maka yang akan terwujud adalah rasa aman yang kurang juga. &lt;br /&gt;Contohnya: Orang yang melakukan dosa besar. Ia akan aman dari ancaman tinggal kekal di neraka, tetapi tidak aman dari adzab yang akan menimpa dirinya, tergantung kehendak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa (apakah diampuni atau di adzab?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء &lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS An Nisaa` ayat 116) &lt;br /&gt;Ayat ini (QS Luqman ayat 13) Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa nyatakan sebagai pemutus antara Nabi Ibrahim 'alaihis salaam dengan kaumnya ketika beliau mengatakan kepada mereka: &lt;br /&gt;وكيف أخاف ما أشركتم ولا تخافون أنكم أشركتم بالله ما لم ينزل به عليكم سلطانا فأي الفريقين أحق بالأمن إن كنتم تعلمون &lt;br /&gt;Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?” (QS Al An’am: 81) &lt;br /&gt;Kemudian Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;الَّذِينَ ءامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأَْمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ &lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al An’aam ayat 82) &lt;br /&gt;الشرك&lt;br /&gt;SYIRIK  &lt;br /&gt;             Pembatal ke-Islaman seseorang yang paling besar adalah syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Oleh karena itu kita temukan dalam al Qur`an Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa mengingatkan kita (agar menjauhkan) syirik, orang-orang yang melakukan syirik dan akibat yang akan mereka rasakan, dalam banyak ayat. Lafadz syirik dan bentukannya disebutkan berulang-ulang dalam al Qur`an lebih dari 160 kali. Demikian juga dalam sunnah, kita temukan sangat banyak hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam yang menjelaskan bahayanya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENGERTIAN SYIRIK &lt;br /&gt;Menurut bahasa: Syirik adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang terjadi antara dua orang atau lebih. &lt;br /&gt;Menurut istilah syar’i: Syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa maksudnya menjadikan sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, baik dalam rububiyahnya ataupun uluhiyahnya, tetapi istilah syirik lebih sering digunakan untuk syirik dalam uluhiyahnya. &lt;br /&gt;Atau: menyamakan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dengan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam hal-hal yang menjadi hak Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;HUKUM SYIRIK &lt;br /&gt;            Syirik adalah larangan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang paling besar. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat An Nisaa` ayat 36: &lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” &lt;br /&gt;Syirik juga merupakan perbuatan haram yang pertama (harus ditinggalkan). Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Al An’aam ayat 151: &lt;br /&gt;قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلاَ تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلاَ تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).” &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENGGUNAKAN KATA SYIRIK &lt;br /&gt;             Jika anda mendapat istilah syirik dalam buku aqidah maka maksudnya bisa berarti syirik akbar atau syirik ashghar. Maka anda jangan menghina orang-orang yang mendakwahkan tauhid bahwa mereka selalu menghukumi segala sesuatu dengan syirik. Fahamilah setiap ungkapan pada tempatnya yang tepat. &lt;br /&gt;            Oleh karena itu anda perlu mengetahui bahwa syirik dalam pengertian syar’I digunakan untuk tiga makna: &lt;br /&gt;1.      Meyakini ada sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam kekuasaan, rububiyah, mencipta, memberi rizqi dan mengatur alam. Siapa yang meyakini bahwa ada orang yang mengatur alam ini dan mengatur seluruh urusannya, maka ia telah menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam rububiyah dan telah kafir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Dalil-dalil (argumen-argumen) yang menunjukkan bathilnya keyakinan akan adanya dzat lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang memiliki hak rububiyah sangat banyak dan begitu jelas, baik dalil yang bisa kita saksikan dari alam ini maupun dalil sam’i (al Qur`an dan as Sunnah). Diantaranya firman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Saba` ayat 22: &lt;br /&gt;قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَوَاتِ وَلاَ فِي الأَْرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ&lt;br /&gt;Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”. &lt;br /&gt;Syirik jenis ini tidak terjadi pada semua orang kafir di zaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa adalah pencipta dan pengatur alam. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman: &lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَْرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS Al Ankabut: 61) &lt;br /&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأَْرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).” (QS Al Ankabut: 63) &lt;br /&gt;2.      Meyakini adanya dzat selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang bisa memberikan manfaat atau madlarat, dzat ini merupakan perantara antara Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan makhluq, maka sebagian jenis ibadah ditujukan padanya. Inilah yang dinamakan syirik dalam uluhiyyah. Syirik inilah yang banyak dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy. Mereka mengatakan tentang sembahan mereka &lt;br /&gt;مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى&lt;br /&gt;(mereka berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS Az Zumar: 3) &lt;br /&gt;Inilah keyakinan yang tersebar di kalangan mereka, sebagaimana friman Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam surat Ghafir ayat 12: &lt;br /&gt;ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” &lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan keadaan mereka dalam surat Shaad: 4-5 &lt;br /&gt;وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ () أَجَعَلَ الآْلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ&lt;br /&gt;Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. &lt;br /&gt;Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menceritakan bahwa tauhid kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dan meninggalkan syirik adalah sebab diutusnya para rasul. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Ar Ra`d ayat 36: &lt;br /&gt;قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. &lt;br /&gt;Syirik akan merusak dan menghapus semua amal dan hal ini berlaku pada seluruh umat. Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman dalam surat Az Zumar ayat 65: &lt;br /&gt;وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ &lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” &lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa memerintahkan (hamba-hamba Nya) untuk beribadah kepada Nya dan melarang menyekutukan (syirik kepada) Nya dalam banyak ayat: &lt;br /&gt;وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS An Nisaa` ayat 36) &lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An Nahl ayat 36) &lt;br /&gt;أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي ءَادَمَ أَنْ لاَ تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ () وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ &lt;br /&gt;“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” (QS Yasiin ayat 60-61) &lt;br /&gt;3.      Mempertimbangkan (dapat perhatian, pujian dan lain-lain) dari selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa dalam perkataan maupun perbuatan. Adapun mempertimbangkan perhatian atau pujian dalam perbuatan seperti riya yang dilakukan oleh orang yang rajin ibadah, misalnya ketika shalat, ia panjangkan berdiri, ruku’ dan sujudnya kemudian ia tampakkan kekhusyu’annya di hadapan orang banyak, ketika ia puasa, ia tampakkan bahwa dirinya sedang puasa, misalnya dengan mengatakan: “Apa anda tidak tahu bahwa hari ini Senin (atau Kamis) ?” “Apa anda tidak puasa ?” Atau ia katakan: “Hari ini saya undang anda untuk berbuka puasa bersama ?” Demikian pula haji dan jihad. Ia pergi haji dan jihad tetapi tujuannya riya`. &lt;br /&gt;Riyanya orang-orang yang cinta dunia seperti orang yang angkuh dan sombong ketika berjalan, memalingkan mukanya atau menggerakkan kendaraannya dengan gerakan khusus.&lt;br /&gt;Riya` dengan teman atau orang yang berkunjung ke rumahnya, seperti orang yang memaksakan diri meminta seorang ‘alim atau seorang yang dikenal ahli ibadah untuk datang ke rumahnya agar dikatakan bahwa fulan telah mengunjungi rumahnya, atau sebaliknya ia kunjungi mereka (orang-orang ‘alim dan ahli ibadah) agar dikatakan bahwa kami telah mengunjungi fulan atau kami telah bertemu dengan ‘alim fulan dan yang lainnya. &lt;br /&gt;Sedang riya dengan perkata yang dilakukan oleh orang-orang ahli agama seperti orang yang memberikan nasehat di majlis-majlis, kemudian ia menghafal hadits-hadits dan atsar-atsar khusus untuk acara-acara tertentu agar bisa berbicara dan debat dengan orang-orang, sehingga tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut, tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki ilmu yang kuat dan perhatian yang besar terhadap keadaan ulama-ulama salaf, tetapi ketika kita lihat di rumahnya bersama keluarganya, ia adalah orang jauh dari keadaan tersebut. Contoh lain adalah menggerak-gerakkan kedua bibir untuk berdzikir di hadapan orang banyak dan menampakkan kemarahan terhadap kemunkaran di hadapan orang, tetapi ketika ia berada di rumah ia tidak mengingkari atau lalai melakukan hal tersebut. &lt;br /&gt;Semua perbuatan ini mengurangi kesempurnaan tauhid dan ikhlas. &lt;br /&gt;Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan tercelanya perbuatan ini, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;ألا أخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال ؟ قال: قلنا: بلى, قال: الشرك الخفي أن يقوم الرجل يصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل.&lt;br /&gt;“Maukah kalian saya beritahu tentang perbuatan yang bagi saya itu lebih saya takuti daripada Al Masih Ad Dajjal? Kami katakan: Ya,” Ia berkata: “Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Syirik khafiyy (yang tersembunyi) yaitu seseorang mengerjakan shalat kemudian ia perbaiki shalatnya karena ia mengetahui ada orang yang melihatnya.” (Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah hadits ini hasan. Shahih Sunan Ibni Majah 2/310 hadits no 3389). &lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: &lt;br /&gt;من سمع سمع الله به ومن راءى راءى الله به&lt;br /&gt; “Siapa yang memperdengarkan amalnya maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan memperdengarkan (aibnya) dan siapa yang riya` maka Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa akan akan menampakkan (aibnya pada hari Qiamat.” &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;MACAM-MACAM SYIRIK &lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam mengungkapkan pembagian syirik meski intinya tidak terlepas dari tiga penggunaan kata syirik yang telah dibahas di atas. Namun pembagian yang merangkum semuanya bisa kita katakan bahwa syirik terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;1.      Syirik Akbar. &lt;br /&gt;Syirik ini terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;1)      Syirik yang berkaitan dengan dzat Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam rububiyah Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Syirik ini terbagi lagi menjadi dua: &lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam ta’thil, seperti syirik yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang atheis.&lt;br /&gt;(2)   Syirik yang dilakukan oleh orang yang menjadikan sembahan lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa tetapi tidak menafikan asma (nama-nama), sifat-sifat dan rububiyah Nya, seperti syirik yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang menjadikan Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa sebagai salah satu dari tiga Tuhan (trinitas). &lt;br /&gt;2)      Syirik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa atau syirik dalam uluhiyyah. Syirik ini ada empat jenis: &lt;br /&gt;(1)   Syirik dalam berdo’a; yaitu berdo’a kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;(2)   Syirik dalam niat, keinginan dan kehendak. Beramal karena ditujukan kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa menyebabkan pahalanya hilang. &lt;br /&gt;(3)   Syirik dalam keta’atan; yaitu seorang hamba taat kepada makhluk dalam perbuatan ma’shiyat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;(4)   Syirik dalam mahabbah; yaitu seorang hamba mencintai makhluk seperti cintanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. &lt;br /&gt;2.      Syirik Ashghar. &lt;br /&gt;Syirik Ashghar terbagi menjadi dua: &lt;br /&gt;1)      Yang Zhahir (tampak); &lt;br /&gt;-         mengerjakan amal dengan riya`. Melakukan perbuatan untuk selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa yang zhahir (tampak)nya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, tetapi dalam hatinya tidak ikhlas karena Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa.&lt;br /&gt;-         dengan ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa, perkataan: Ma Syaa Allah wa Syi`ta. &lt;br /&gt;2)      Yang Khafiyy (samar); &lt;br /&gt;Yaitu sesuatu yang kadang-kadang, terjadi dalam perkataan atau perbuatan manusia tanpa ia sadari bahwa itu adalah syirik. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas -radliyallaahu 'anhuma- bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;الشرك فى أمتي أخفى من دبيب النمل على الصفا&lt;br /&gt;“Syirik bagi umatku lebih halus (samar) dari pada barjalannya semut di atas batu yang licin (hitam).” (Hadits ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, hadits no 3730 dan 3731) &lt;br /&gt;Karena begitu halusnya syirik ini sehingga para sahabat bertanya pada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bagaimana caranya terhindar dari syirik ini? Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (Bacalah) oleh kalian semua &lt;br /&gt;اللهم إنا نعوذبك من أن نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلمه&lt;br /&gt;“Ya Allah, kami berlindung kepada Mu dari perbuatan (kami) menyekutukan Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada Mu dari sesuatu yang tidak kami ketahui.” (HR Imam Ahmad 4/403 dan Ath Thabrani dalam Mu’jam Kabir dan Ausathnya sebagaimana dikatakan oleh Al Haitsami 10/223-224. Al Haitsami mengatakan: Rawi-rawinya Imam Ahmad adalah rawi-rawi shahih selain Abu Ali dan ia dianggap tsiqah oleh Ibnu Hibban). &lt;br /&gt;(Disarikan dari buku Syarh Nawaqidhit tauhiid, tulisan Syekh Abu Usamah Hasan bin Ali Al ‘Awaji, Maktabatul Liinah, cet pertama, 1993-1413)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/tauhid.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2968224201542074574?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2968224201542074574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/06/makna-tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2968224201542074574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2968224201542074574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/06/makna-tauhid.html' title='MAKNA TAUHID'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6235523774676489417</id><published>2009-06-02T17:01:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T17:04:53.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>12 LANGKAH AGAR PUASA KITA SEMPURNA</title><content type='html'>Agar puasa kita dapat sempurna ada beberapa tips yang mesti kita perhatikan. Untuk itu Al-Madina mencoba mengangkat sebuah tulisan dari Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Jarullah dalam buku beliau yang berjudul Risalah Ramadhan tentang langkah-langkah menggapai kesempurnaan ibadah puasa yang berisikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: &lt;br /&gt;"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ". (HR. Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati untuk itu anda hendaknya telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar anda tidak ragu-ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;"Manusia ssenantiassa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manfaatkan bulan ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al Quran. &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Jibril alaihis salam selalu menemui Nabi shallallahu alaihi wa salllam untuk membacakan Al Quran baginya."&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)&lt;br /&gt;Dan pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab yang sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, ia jangan anda hadapi dengan perbuatan serupa. Nasehatilah dia dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa".&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)&lt;br /&gt;Ucapan itu dimaksudkan agar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya. Disamping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hendaknya anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur kepada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa, sebab Allah berfirman: "Agar kamu bertakwa"(Al-Baqarah: 183).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu berkata: &lt;br /&gt;"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ucapkanlah Bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a: &lt;br /&gt;"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/puasa.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6235523774676489417?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6235523774676489417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/06/12-langkah-agar-puasa-kita-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6235523774676489417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6235523774676489417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/06/12-langkah-agar-puasa-kita-sempurna.html' title='12 LANGKAH AGAR PUASA KITA SEMPURNA'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6421124025070239747</id><published>2009-05-04T13:10:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T13:11:03.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>SIHIR DAN DUKUN</title><content type='html'>Segala puji hanya kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan umat, Nabi besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang tiada lagi Nabi sesudahnya. &lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri; orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka. &lt;br /&gt;Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kepada hamba-hambaNya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya. &lt;br /&gt;Dengan memohon pertolongan Allah Ta'ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama. Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara', sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran. Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah dalam Islam. Karena Allah Ta'ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta'ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka. &lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu  hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Barangsiapa mendatangi 'arraaf' (tukang ramal) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari." (HR.Muslim). &lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:'Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Daud). &lt;br /&gt;"Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi  Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan lafazh: 'Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." &lt;br /&gt; "Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: 'Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Al-Bazzaar, dengan sanad jayyid). &lt;br /&gt;Hadits-hadits yang mulia di atas menunjukkan larangan mendatangi peramal, dukun dan sebangsanya, larangan bertanya kepada mereka tentang hal-hal yang ghaib, larangan mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, dan ancaman bagi mereka yang melakukannya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, kepada para penguasa dan mereka yang mempunyai pengaruh di negerinya masing-masing, wajib mencegah segala bentuk praktek tukang ramal, dukun dan sebangsanya, dan melarang orang-orang mendatangi mereka. &lt;br /&gt;Kepada yang berwenang supaya melarang mereka melakukan praktek-praktek di pasar-pasar, mall-mall atau di tempat-tempat lainnya, dan secara tegas menolak segala yang mereka lakukan. Dan hendaknya tidak tertipu oleh pengakuan segelintir orang tentang kebenaran apa yang mereka lakukan. Karena orang-orang tersebut tidak mengetahui perkara yang dilakukan oleh dukun-dukun tersebut, bahkan kebanyakan mereka adalah orang-orang awam yang tidak mengerti hukum, dan larangan terhadap perbuatan yang mereka lakukan. &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang umatnya mendatangi para peramal, dukun dan tukang tenung. Melarang bertanya serta membenarkan apa yang mereka katakan. Karena hal itu mengandung kemungkaran dan bahaya besar, juga berakibat negatif yang sangat besar pula. Sebab mereka itu adalah orang-orang yang melakukan dusta dan dosa. &lt;br /&gt;Hadits-hadits Rasulullah  tersebut di atas membuktikan tentang kekufuran para dukun dan peramal. Karena mereka mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib, dan mereka tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti, tunduk, taat, dan menyembah jin-jin. Padahal ini merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui hal-hal yang ghaib dan mereka meyakininya, maka hukumnya sama seperti mereka. Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri dari mereka. &lt;br /&gt;Seorang muslim tidak boleh tunduk dan percaya terhadap dugaan dan sangkaan bahwa cara seperti yang dilakukan itu sebagai suatu cara pengobatan, semisal tulisan-tulisan azimat yang mereka buat, atau menuangkan cairan timah, dan lain-lain cerita bohong yang mereka lakukan. &lt;br /&gt;Semua ini adalah praktek-praktek perdukunan dan penipuan terhadap manusia, maka barangsiapa yang rela menerima praktek-praktek tersebut tanpa menunjukkan sikap penolakannya, sesungguhnya ia telah menolong dalam perbuatan bathil dan kufur. &lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak dibenarkan seorang muslim pergi kepada para dukun, tukang tenung, tukang sihir dan semisalnya, lalu menanyakan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dengan jodoh, pernikahan anak atau saudaranya, atau yang menyangkut hubungan suami istri dan keluarga, tentang cinta, kesetiaan, perselisihan atau perpecahan yang terjadi dan lain sebagainya. Sebab semua itu berhubungan dengan hal-hal ghaib yang tidak diketahui hakikatnya oleh siapa pun kecuali oleh Allah Subhanahhu wa Ta'ala. &lt;br /&gt;Sihir sebagai salah satu perbuatan kufur yang diharamkan oleh Allah, dijelaskan di dalam surat Al-Baqarah ayat 102 tentang kisah dua Malaikat: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir  kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:"Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (Al-Baqarah: 102) &lt;br /&gt;Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu sihir, sesungguhnya mereka mempelajari hal-hal yang hanya mendatangkan mudharat bagi diri mereka sendiri, dan tidak pula mendatangkan sesuatu kebaikan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ini merupakan ancaman berat yang menunjukkan betapa besar kerugian yang diderita oleh mereka di dunia ini dan di Akhirat nanti. Mereka sesungguhnya telah memperjualbelikan diri mereka dengan harga yang sangat murah, itulah sebabnya Allah berfirman: "Dan alangkah buruknya perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir itu, seandainya mereka mengetahui." &lt;br /&gt;Kita memohon kepada Allah kesejahteraan dan keselamatan dari kejahatan sihir dan semua jenis praktek perdukunan serta tukang sihir dan tukang ramal. Kita memohon pula kepadaNya agar kaum muslimin terpelihara dari kejahatan mereka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati terhadap mereka, dan melaksanakan hukum Allah dengan segala sangsi-sangsinya kepada mereka, sehingga manusia menjadi aman dari kejahatan dan segala praktek keji yang mereka lakukan. Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Mulia ! (Risalah Sihir dan Perdukunan Syeikh bin Baz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/sihir_dan_dukun.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6421124025070239747?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6421124025070239747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/05/sihir-dan-dukun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6421124025070239747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6421124025070239747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/05/sihir-dan-dukun.html' title='SIHIR DAN DUKUN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7350280156043452748</id><published>2009-05-04T12:46:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T12:47:31.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>ETIKA BERDO`A</title><content type='html'>1. Terlebih dahulu sebelum berdo`a hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo`a di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam maka Nabi bersabda kepadanya: "Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo`alah". (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu', penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda berdo`a. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;" Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu` kepada Kami". (Al-Anbiya': 90).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;3. Berwudhu' sebelum berdo`a, menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan di saat berdo`a. Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy`ari Radhiallaahu anhu disebutkan bahwa setelah Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selesai melakukan perang Hunain :" Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau". (Muttafaq'alaih).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;4. Benar-benar (meminta sangat) di dalam berdo`a dan berbulat tekad di dalam memohon. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu berdo`a kepada Allah, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo`a, dan jangan ada seorang kamu yang mengatakan :Jika Engkau menghendaki, maka berilah aku", karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya". Dan di dalam satu riwayat disebutkan: "Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan". (Muttafaq'alaih).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;5. Menghindari do`a buruk terhadap diri sendiri, anak dan harta. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Jangan sekali-kali kamu mendo`akan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir do`a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do`amu". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;6. Merendahkan suara di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai sekalian manusia, kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdo`a kepada yang tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdo`a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertai kamu". (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;7. Berkonsentrasi di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Berdo`alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do`a dari hati yang lalai". (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;8. Tidak memaksa bersajak di dalam berdo`a. Ibnu Abbas pernah berkata kepada `Ikrimah: "Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut".(HR. Al-Bukhari)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/etika_doa.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7350280156043452748?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7350280156043452748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/05/etika-berdoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7350280156043452748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7350280156043452748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/05/etika-berdoa.html' title='ETIKA BERDO`A'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3341923931175931281</id><published>2009-04-03T10:42:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T10:43:51.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>MENGINGAT KEMATIAN</title><content type='html'>Manusia dalam bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam keadaan rawan. Karena kematian senantiasa mengancamnya dari segala arah, bahkan kenyataannnya setiap detik ada orang yang meninggal. Baik karena bencana seperti banjir, longsor, gempa, atau karena konflik, kecelakaan, kejahatan, penyakit dan wabah, bahkan banyak di antara kita yang sehat wal'afiat, jauh dari wilayah konflik dan bencana serta hidup dengan aman sejahtera, namun mendadak meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, pasal hadits-hadits para nabi, bab kematian Nabi Musa u , dari Abu Hurairah t : " Malaikat maut diutus kepada Nabi Musa (dengan menyerupai manusia) membawa kabar kematian. Maka Nabi Musa menampar mukanya tepat pada matanya. Lalu malaikatpun kembali kepada Allah dan berkata: ya Robbi Engkau telah mengutusku kepada orang yang tidak menginginkan kematian. Allah menjawab: baiklah katakan pada Musa agar meletakan tangannya pada tubuh sapi dan katakan bahwa usianya akan ditambah sebanyak bulu sapi yang tertutup oleh telapak tangannya itu, 1 helai sama dengan 1 tahun. Seteleh pesan itu disampaikan Nabi Musa u berkata: ya Robbi setelah itu apa? Allah I menjawab: "setelah itu adalah kematian". Akhirnya Nabi Musapun berkata: kalau demikian halnya matikanlah saya sekarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi masalahnya bukan bagaimana caranya kita menghindari kematian itu. Karena kematian itu pasti datang, baik ditunggu ataupun dilupakan, baik dalam keadaan genting ataupun aman, dalam keadaan senang atau sedih. Tapi masalahnya adalah bagaimana keadaan kita ketika kita sudah masuk ke alam barzakh (kubur) kemudian masuk ke alam Akhirat. Apakah kita akan masuk ke dalam golongan orang-orang mu'min atau sebaliknya masuk ke dalam golongan orang-orang berdosa dan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Barra bin Azib (t), bahwa Rasulullah e bersabda dalam hadits yang panjang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya hamba yang mu'min jika sudah dalam detik-detik meninggalkan dunia menuju Akherat, ia akan didatangi oleh serombongan Malaikat yang banyaknya sejauh mata memandang, wajah mereka bersinar laksana matahari, mereka membawa kain kafan dari Surga yang amat wangi. Lalu turunlah malaikat maut untuk mencabut ruhnya. Lalu dikeluarkanlah ruh itu dengan amat mudah seperti mengeluarkan setetes air dari mulut teko. Kemudian para malaikat pun segera mengambil ruh itu dan meletakkannya di atas kain kafan, maka tersebarlah aroma wewangian yang luar biasa. Lalu rombonganpun membawa ruh itu ke atas langit sampai bertemu dengan Allah I. Setiap malaikat langit yang berpapasan bertanya kepada mereka: Ruh siapakah gerangan yang harum ini? rombonganpun menjawab: ini adalah ruh fulan bin fulan dengan menyebut nama panggilannya yang paling bagus ketika ia di dunia. Lalu seluruh malaikat langitpun ikut mengiring ruh yang baik ini sampai bertemu dengan Rabbul Izzah. Ketika sampai, Allah I berfirman: tulislah hambaku ini ke dalam golongan orang-orang yang tinggal di Surga 'Illiyyin" (surga yang tinggi). Lalu rombongan-pun kembali ke bumi dan memasukan kembali ruh itu ke dalam jasadnya ketika ia sudah berada di lubang lahad …...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hamba yang kafir saat kematiannya tiba, datanglah rombongan malaikat yang bermuka hitam, banyaknya sejauh mata memandang, mereka membawa kain lap kumal dan berbau busuk. Lalu turunlah malaikat maut, mengumpulkan nyawanya dari seluruh anggota tubuh, lalu keluar dengan menarik ruhnya sekaligus seperti mencabut kawat berduri dari kapas yang basah,. Maka rombongan malaikatpun dengan kasar meletakan ruh itu ke atas kain busuk tadi sehingga tersebarlah bau busuk yang menyengat. Lalu rombonganpun membawa ruh tersebut ke atas langit. Setiap kali berpapasan dengan malaikat, malaikat itu menghindar sambil bertanya: ruh siapakah gerangan yang amat bau ini ? rombongan pun menjawab : ini adalah ruh si fulan bin fulan dengan menyebut namanya yang paling jelek waktu di dunia .Ketika sampai di langit pertama pintu pun di ketuk, namun malang malaikat penjaga langit tidak mengizinkannya untuk menghadap Rabbul Izzah.&lt;br /&gt;Lalu Rasululah membaca ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan berlaku sombong terhadapnya tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak akan masuk Syurga hingga seekor unta dapat melewati lubang jarum, dan demikianlah kami membalas orang-orang jahat" . (Surat Al-A'rof:40)&lt;br /&gt;Maka rombonganpun melemparkan ruh itu dan menghempaskannya ke bawah dengan sekeras-kerasnya. Lalu Rasulullah membaca Firman Allah :""Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka sesungguhnya itu seperti dilemparkan dari atas langit sehingga disambar burung atau diterbangkan angin ke tempat yang dalam".(Surat Al-Haj:31). (Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perjalanan ruh setiap anak manusia setelah kematiannya. Hanya ada dua kemungkinan, menjadi ruh yang baik atau sebaliknya menjadi ruh yang buruk. Dan bagi orang yang mu'min kematian adalah merupakan 'bel istirahat' dari kepenatan kehidupan dunia. Sekarang ia beristirahat di alam barzah yang luas terbentang menunggu Hari Kiamat dengan tidur pulas sehingga tidak merasakan kejemuan menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ruh bagi orang yang kafir dan banyak dosa , maka kematiannya merupakan bagaikan 'sirine kebakaran'. Ia akan memulai hari-harinya dengan kesibukan-kesibukan menghadapi siksa Allah yang tidak pernah ada hentinya. Firman Allah I :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada mereka dinampakkan api Neraka setiap pagi dan petang. Dan pada hari Kiamat (diperintahkan kepada Malaikat): masukanlah Fir'aun dan pengikutnya ke dalam azab yang sangat keras". (Surat Al-Mu'min:46)&lt;br /&gt;Mengingat Mati adalah obat mujarab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya problema kehidupan yang kita hadapi, dan menumpuknya kewajiban yang kita pikul - sehingga seorang muslim merasakan benar apa yang dikatakan oleh seorang juru da'wah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia - Tentu akan membuat lelah fisik, penat pemikiran dan ruhiyah. Sehingga banyak yang merindukan adanya hari ke delapan dan ke sembilan.&lt;br /&gt;Seseorang datang kepada Umar bin Khattab t lalu mengatakan: "tidakkah tuan beristirahat sejenak dari pekerjaan ini". Beliau menjawab: bukan di sini tempat beristirahat, tapi tempat istirahat kita adalah di Akhirat".&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih ampuh nasehatnya daripada nasehat yang diberikan jenazah dan batu nisan, oleh karenanya menghadirkan gambaran keadaan kita ketika maut menjelang adalah perbuatan yang sangat utama bagi orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya. Wallahu A'lam Bishshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imran Rosadi, Lc.&lt;br /&gt;sumber : http://www.van.9f.com/mengingat_kematian.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3341923931175931281?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3341923931175931281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/mengingat-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3341923931175931281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3341923931175931281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/mengingat-kematian.html' title='MENGINGAT KEMATIAN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2422481823173502393</id><published>2009-04-03T10:41:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T10:42:04.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>GHIBAH YANG DIBOLEHKAN</title><content type='html'>Ghibah adalah salah satu perbuatan yang tercela dan memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ghibah dapat mencerai-beraikan ikatan kasih sayang dan ukhuwah sesama manusia. Seseorang yang berbuat ghibah berarti dia telah menebarkan kedengkian dan kejahatan dalam masyarakat. Walaupun telah jelas besarnya bahaya ghibah, tapi masih banyak saja orang yang melakukannya dan menganggap remeh bahaya ghibah (mengum-pat/menggunjing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ternyata ada beberapa hal yang mengakibatkan seseorang diperbolehkan untuk mengumpat/menggunjing. Namun sebelum mengetahui kriteria masalah apa saja yang membolehkan seseorang untuk melakukan ghibah, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa itu ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah e berikut ini:&lt;br /&gt;"Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci." Si penanya kembali bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya ?" Rasulullah e menjawab, "kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada)." (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits di atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Allah I berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk Ghibah yang Diperbolehkan.&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhu As-Shalihin, menyatakan bahwa ghibah hanya diperbolehkan untuk tujuan syara' yaitu yang disebabkan oleh enam hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.&lt;br /&gt;Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 148:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nisa' : 148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang teraniaya boleh menceritakan keburukan perbuatan orang yang menzhaliminya kepada khalayak ramai. Bahkan jika ia menceritakannya kepada seseorang yang mempunyai kekuasaan, kekuatan, dan wewenang untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, seperti seorang pemimpin atau hakim, dengan tujuan mengharapkan bantuan atau keadilan, maka sudah jelas boleh hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi walaupun kita boleh mengghibah orang yang menzhalimi kita, pemberian maaf atau menyembunyikan suatu keburukan adalah lebih baik. Hal ini ditegaskan pada ayat berikutnya, yaitu Surat An-Nisa ayat 149:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu menyatakan kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa." (QS. An-Nisa: 149)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;Pembolehan ini dalam rangka isti'anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bahu membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Istifta' (meminta fatwa) akan sesuatu hal.&lt;br /&gt;Walaupun kita diperbolehkan menceritakan keburukan seseorang untuk meminta fatwa, untuk lebih berhati-hati, ada baiknya kita hanya menyebutkan keburukan orang lain sesuai yang ingin kita adukan, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut ijma' ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadits. Apalagi hadits merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui. Ini dilakukan untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid'ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan untuk kebaikan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menceritakan kepada khalayak tentang seseorang yang berbuat fasik atau bid'ah seperti, minum-minuman keras, menyita harta orang secara paksa, memungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya.&lt;br /&gt;Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan sepanjang niat kita dalam melakukan hal itu hanya untuk kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bila seseorang telah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan di atas agar orang lain langsung mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain tersebut.Wallahu a'lam bishshawab&lt;br /&gt;Ummu Ziyad, S.S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah, Imam Syuyuthi, Imam Syaukani,, Maktabah Al-Manar, Yordania.&lt;br /&gt; http://www.van.9f.com/ghibah_yang_boleh.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2422481823173502393?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2422481823173502393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/ghibah-yang-dibolehkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2422481823173502393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2422481823173502393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/ghibah-yang-dibolehkan.html' title='GHIBAH YANG DIBOLEHKAN'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2172620938727771735</id><published>2009-04-03T10:38:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T10:39:24.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur'an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;1. Tidak menyekutukan Allah.&lt;br /&gt;Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)&lt;br /&gt;Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk&lt;br /&gt;disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya&lt;br /&gt;2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT.&lt;br /&gt;"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)&lt;br /&gt;Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:&lt;br /&gt;"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)&lt;br /&gt;3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah; karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman&lt;br /&gt;"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).&lt;br /&gt;4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT&lt;br /&gt;Firman Allah SWT&lt;br /&gt;Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)&lt;br /&gt;Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.&lt;br /&gt;5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.&lt;br /&gt;Firman Allah swt :&lt;br /&gt;(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)&lt;br /&gt;"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).&lt;br /&gt;6. Menegakkan sholat.&lt;br /&gt;Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :&lt;br /&gt;"Hai anakku, dirikanlah shalat …"&lt;br /&gt;Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.&lt;br /&gt;…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)&lt;br /&gt;7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.&lt;br /&gt;Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :&lt;br /&gt;"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104).&lt;br /&gt;8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.&lt;br /&gt;"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)&lt;br /&gt;9. Tidak Menyombongkan diri&lt;br /&gt;Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;br /&gt;10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik&lt;br /&gt;Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."&lt;br /&gt;Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminuddin&lt;br /&gt;Sumber : Tafsir Ibnu Katsir&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/nasehat_luqman.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2172620938727771735?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2172620938727771735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2172620938727771735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2172620938727771735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html' title='NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-6367661225700540963</id><published>2009-04-03T10:36:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T10:37:59.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Penyakit-Penyakit Hati</title><content type='html'>Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi &lt;br /&gt;Pengantar:&lt;br /&gt;Untuk sedikit menambah pengetahuan kita tentang penyakit hati, berikut ini akan saya kutipkan risalah dari buku "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah..." karya Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunaimi. Akan tetapi, barangkali risalah itu sendiri lebih tepat disebut karya Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi, karena beliaulah yang menulisnya sebagai syarh (penjelasan) dari kitab Aqidah yang disusun oleh Imam Ath-Thahawi yang dikenal dengan kitab "Aqidah Thahawiyah". Sedang Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunami adalah yang melakukan tahdzib (penataan ulang). Semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya:&lt;br /&gt;"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122) &lt;br /&gt;Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk. &lt;br /&gt;Dua Bentuk Penyakit Hati: &lt;br /&gt;Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Allah berfirman, artinya:&lt;br /&gt;"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)&lt;br /&gt;Ini yang disebut penyakit syahwat. &lt;br /&gt;Allah juga berfirman, artinya:&lt;br /&gt;"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, artinya:&lt;br /&gt;"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125) &lt;br /&gt;Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya. &lt;br /&gt;Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian. &lt;br /&gt;Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat: &lt;br /&gt;Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44) &lt;br /&gt;Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya. &lt;br /&gt;*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.van.9f.com/penyakit_hati.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-6367661225700540963?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/6367661225700540963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/penyakit-penyakit-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6367661225700540963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/6367661225700540963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/penyakit-penyakit-hati.html' title='Penyakit-Penyakit Hati'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3221589120718351646</id><published>2009-04-03T10:32:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T10:34:15.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>Islam dan Syarat "Laa Ilaaha Illallaah"</title><content type='html'>Segala puji bagi Allahl, shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Rasulullah n, para sahabatnya, dan orang yang selalu setia kepadanya.&lt;br /&gt; Ketahuilah wahai saudaraku se-Islam –semoga Allah selalu merahmati kami dan anda– bahwa tiga prinsip pokok yang harus dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah adalah: Seorang hamba harus mengenal Tuhannya, Agamanya, dan Nabinya yaitu Muhammad n. &lt;br /&gt; Tuhan kita : Dia-lah Allah yang mendidik/mengatur kita, mengatur sekalian alam dengan karunia nikmat-Nya dan Dia-lah sembahan kita … kita tidak memiliki sesembahan selain Dia l. &lt;br /&gt; Agama kita : Adalah Islam, yaitu berserah diri kepada Allah dengan mengesakan-Nya, dan tunduk serta patuh kepada-Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan ahlinya. &lt;br /&gt; Nabi kita : Ialah Muhammad ibnu Abdillah ibnu Abdil Muththolib bin Hasyim, dan Hasyim adalah dari suku Quraisy, dan Quraisy adalah bangsa Arab,  dan  Arab  adalah  dari  anak  keturunan  Ismail  bin Ibrahim e. &lt;br /&gt;Prinsip pokok agama ini dan sendinya ada dua perkara :&lt;br /&gt;Pertama : Memerintahkan beribadah hanya kepada Allah semata dengan tiada sekutu bagi-Nya dan komitmen serta loyal kepada-Nya, dan mengkafirkan orang yang meninggalkan-Nya.&lt;br /&gt;Kedua : Waspada terhadap bentuk kesyirikan dalam beribadah kepada Allah, bersikeras dalam hal itu dan memusuhinya. &lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT لا إله إلا الله &lt;br /&gt;1.        AL ILMU (MENGETAHUI) :&lt;br /&gt;Dalam arti kata menafikan dan menetapkan (maksudnya: menafikan atau meniadakan segala bentuk ketuhanan selain Allah, kemudian menetapkan hanya Allah-lah yang berhak menjadi Tuhan dan sesembahan, pent). Dimana hati ini mengetahui apa yang diucapkan oleh lidah. Allah l berfirman:&lt;br /&gt;( فَاعْلَمْ أنَّهُ لآإلَهَ إلاَّاللهُ ) &lt;br /&gt;“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allah”.                           (QS.47:19). &lt;br /&gt;  ( إلاَّ مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ) &lt;br /&gt;“Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya)”. (QS. 43 : 86). &lt;br /&gt;Rasulullah n bersabda :&lt;br /&gt;"Barangsiapa meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada sembahan (yang haq) selain Allah maka dia masuk surga." (HR. Muslim) &lt;br /&gt;Maknanya adalah : tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan ibadah itu ialah semua apa yang disukai Allah dan diridhai-Nya, dari ucapan dan perbuatan yang nampak dan yang tersembunyi. &lt;br /&gt;2. AL YAQIN (KEYAKINAN) :&lt;br /&gt;Yaitu mengetahui-Nya dengan sempurna yang menafikan keraguan dan kesyakwasangkaan. Allah l berfirman:   &lt;br /&gt; “Sesungguhnya orang-orang mukmin  itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan diri mereka di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al Hujarat : 15). &lt;br /&gt; Dan Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;((Aku bersaksi  bahwa tiada sesembahan selain Allah, dan Aku adalah utusan Allah, tiada seorang hambapun menemui Allah (meninggal) dengan membawa dua kalimat syahadat tanpa syak (keraguan) melainkan ia masuk surga)). (HR. Muslim) &lt;br /&gt;3.        AL IKHLASH (KEIKHLASAN) :&lt;br /&gt;Yang menafikan kesyirikan. Allah l berfirman :&lt;br /&gt;( ألاَ لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ  ) &lt;br /&gt;“Ingatlah hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. 39: 3) &lt;br /&gt;( وَمَآ أمِرُوْآ إلاَّ لِيَعْبُدُوْااللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَآءَ ) &lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (QS.98: 5).&lt;br /&gt;Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;((Manusia yang paling berbahagia dengan syafa`atku di hari kiamat ialah orang yang mengucapkan : “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada  Tuhan   yang  berhak disembah   melainkan Allah) dengan penuh keikhlasan dari hatinya)). (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;4.        AL MAHABBAH (KECINTAAN) :&lt;br /&gt;Yaitu mencintai kalimat ini dan apa-apa yang menjadi konsekuensi logisnya, serta gembira dengan itu semua. Allah l berfirman :&lt;br /&gt;]وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللهِ أنْدَاداً يُحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللهِ وَالَّذِيْنَ ءَامَنُوا أشَدُّ حُبّاً للهِ[ &lt;br /&gt;“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (QS. 2: 165) &lt;br /&gt;Dan Rasulullah n bersabda :&lt;br /&gt;((Ada tiga hal yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan merasakan manisnya iman, yaitu : hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya, dan hendaknya ia mencintai seseorang karena Allah, dan hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya darinya, sebagaimana ia benci dimasukkan ke dalam neraka)). (Muttafaqun  `alaih) &lt;br /&gt;5.        ASH SHIDQU (KEJUJURAN) :&lt;br /&gt;Yang menafikan dusta, yang menghalangi nifak. Allah l berfirman:&lt;br /&gt;( وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ) &lt;br /&gt; “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.29:3) &lt;br /&gt;Allah l berfirman:      &lt;br /&gt;( وَالَّذِي جَآءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أوْلَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ ) &lt;br /&gt;“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya,mereka itulah orang-orang bertakwa”. (QS. 39 : 33) &lt;br /&gt;Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;((Barangsiapa mati dan dia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah dengan penuh kejujuran dari hatinya, maka ia masuk surga.)) (HR. Ahmad) &lt;br /&gt;3.       AL INQIYADU LIHUQUQIHA (TUNDUK DAN PATUH TERHADAP HAK-HAKNYA) : &lt;br /&gt;Yaitu berupa amalan-amalan wajib yang ikhlas karena Allah dan mencari keridhaan-Nya. Allah l berfirman:&lt;br /&gt;(وَأنِيْبُوا إلَى رَبِّكُمْ وَأسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أنْ يَأتِيَكُمُ الَعَذَابُ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُوْنَ) &lt;br /&gt;“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. 39 : 54) &lt;br /&gt;Allah l berfirman:&lt;br /&gt;(وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إلَى اللهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى) &lt;br /&gt; “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh.” (QS. 31 : 22) &lt;br /&gt;4.       AL QOBUL (MENERIMA) : &lt;br /&gt;Lawan daripada menolak … dimana kadang-kadang diucapkan oleh orang yang sudah mengetahuinya, namun tetap menolak dan tidak menerimanya dari orang yang menyeru kepadanya disebabkan oleh fanatisme dan kesombongan.&lt;br /&gt;Allah Ta`ala berfirman :&lt;br /&gt;(إنَّهُمْ كَانُوا إذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri.”  (QS. 37 : 35) &lt;br /&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;شروط الاسلام، شروط لا إله إلا الله، ونواقض الإسلام &lt;br /&gt; إعداد : دار القاسم &lt;br /&gt;Penerjemah: Abdurrauf AR.&lt;br /&gt; http://www.van.9f.com/islam_dan_sarat_laailahaillallaah.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3221589120718351646?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3221589120718351646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/islam-dan-syarat-laa-ilaaha-illallaah_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3221589120718351646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3221589120718351646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/islam-dan-syarat-laa-ilaaha-illallaah_03.html' title='Islam dan Syarat &quot;Laa Ilaaha Illallaah&quot;'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-2051175424868216125</id><published>2009-04-03T10:14:00.003+07:00</published><updated>2009-04-03T10:28:27.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>MENGGAPAI PERTOLONGAN ALLAH</title><content type='html'>Hampir semua orang pernah mengalami masa-masa sulit seperti roda yang selalu berputar, kadang hidup kita di atas, di waktu lain berpindah ke bawah. Kita sebagai manusia yang serba memiliki kelemahan (Q.S. 4 : 28) akan selalu mengharapkan pertolongan Allah l yang Maha Kuasa, khususnya pada saat-saat yang sulit dan kritis.&lt;br /&gt;Allah l memberikan pertolongan-Nya kepada kita hanya bila ada upaya dan usaha dari diri kita sendiri. Ia l tidak memberi pertolongan-Nya sebagai sesuatu yang dijatuhkan begitu saja dari langit. Allah l berfirman :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. 13:11)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Adapun upaya yang harus kita lakukan untuk mendapat pertolongan Allah l diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beriman kepada Allah l dan beramal shalih, Allah l berfirman :&lt;br /&gt;Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. 30:47)&lt;br /&gt;2. Ikhlash merupakan kunci penting bagi terbukanya pintu pertolongan Allah l dan sesungguhnya pekerjaan tanpa niat yang ikhlash akan menjadi sia-sia. Allah l berfirman :&lt;br /&gt;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus,… (QS. 98:5)&lt;br /&gt;3. Menolong dan membela agama Allah l, Firman Allah l :&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS. 47:7)&lt;br /&gt;Ayat tersebut menegaskan bahwa pertolongan Allah bersifat aksioma, sebagai konsekuensi dari loyalitas yang tinggi yang dimiliki orang-orang yang beriman., karena syarat dari datangnya pertolongan Allah l dalam ayat ini adalah kita diminta untuk terlebih dahulu menolong dan membela agama Allah l.&lt;br /&gt;4.Bersungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap pengorbanan, tenaga dan waktu kita di jalan Allah l. Firman Allah l :&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. (QS. 29:69)&lt;br /&gt;Kita harus meyakini bahwa kehidupan di dunia ini merupakan ujian yang Allah l berikan kepada kita, selama kita masih hidup, selama itu pula kita diperintahkan untuk terus berusaha dan berjuang sebatas kemampuan manusiawi. Firman Allah l:&lt;br /&gt;"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ……". (QS. 2:286)&lt;br /&gt;5.Bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah l sambil tetap menjaga ketakwaan kita., karena bersabar dalam penderitaan dan kesenangan menjadikan kita selalu dekat kepada Allah l. Firman Allah l :&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS. 3:200)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tetap memelihara sikap istiqamah, karena orang yang beristiqamah atau berpegang teguh pada petunjuk Allah l akan selalu berada dalam kebenaran di dalam meniti kehidupan ini dan akan dibebaskan oleh Allah l dari perasaan resah, takut dan khawatir menghadapi segala ujian dan cobaan hidup, sehingga mereka merasa aman dan tentram tanpa merasa sedih dan was-was. Firman-Nya l :&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Rabb kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. 46:13)&lt;br /&gt;7. Kemudian berdoalah dengan penuh kepasrahan kepada Allah l, Firman-Nya l :&lt;br /&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)&lt;br /&gt;Berdoa dengan rasa takut dan suara lirih, merupakan salah satu bentuk kesungguhan dan kepasrahan di hadapan Allah l.&lt;br /&gt;8. Setelah itu janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah l, karena akan menjadikan diri kita berada dalam kesulitan, seperti yang termaktub dalam firman-Nya l:&lt;br /&gt;Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 39:53)&lt;br /&gt;Setelah sikap-sikap diatas bisa dimiliki, maka nantikanlah pertolongan Allah yang pasti datang . Firman Allah l :&lt;br /&gt;Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (QS. 25:31)&lt;br /&gt;Hanya saja perlu dicatat, jangan diartikan bahwa pertolongan Allah l itu selalu datang dalam bentuk yang sesuai dengan keinginan kita, bisa saja Allah l memberi pertolongan dalam bentuk yang tidak kita inginkan, bahkan sebaliknya. Tetapi yakinilah bahwa itu adalah awal dari sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A`lam Bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Ummu Faqih Rendusara.&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-2051175424868216125?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/2051175424868216125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/menggapai-pertolongan-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2051175424868216125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/2051175424868216125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/menggapai-pertolongan-allah.html' title='MENGGAPAI PERTOLONGAN ALLAH'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-7292305411443178443</id><published>2009-04-03T10:09:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T10:13:08.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>ADAB PENUNTUT ILMU</title><content type='html'>Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.&lt;br /&gt;Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Ikhlas karena Allah I .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerena Allah I dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah e telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya e :&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah I sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya ) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.&lt;br /&gt;2.Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk meng-hilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faidah dari ilmu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah disyaratkan untuk memberi mamfaat pada orang lain itu kita duduk dimasjid dan mengadakan satu pengajian ataukah kita memberi mamfa'at pada orang lain dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawaban yang benar adalah yang kedua; karena Rasulullah e bersabda :&lt;br /&gt;"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (HR: Bukhari)&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.&lt;br /&gt;3. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at. Karena kedudukan syari'at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak berarti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid'ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah e. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalaan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman shahabat, bahkan pada masa Rasulullah e masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.&lt;br /&gt;5. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).&lt;br /&gt;6. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.&lt;br /&gt;7. Mencari kebenaran dan sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gasa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai kita mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, mencari kebenaran dalam ilmu sangat penting karena sesungguhnya pembawa berita terkadang punya maksud yang tidak benar, atau barangkali dia tidak bermaksud jahat namun dia keliru dalam memahami sebuah dalil.Wallahu 'Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Dikutip dari " Kitabul ilmi" Syaikh Muhammad bin Shalih Al'Utsaimin&lt;br /&gt;.(Abu Luthfi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.van.9f.com/adab_menuntut_ilmu.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-7292305411443178443?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/7292305411443178443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/adab-penuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7292305411443178443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/7292305411443178443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/04/adab-penuntut-ilmu.html' title='ADAB PENUNTUT ILMU'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-4966508540493528504</id><published>2009-03-06T00:42:00.001+07:00</published><updated>2009-03-06T00:44:23.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>RESEP DI CINTAI SUAMI (KIAT RUMAH TANGGA SAKINAH)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/R2dy3NR828I/AAAAAAAAAA4/FiWtOOmJljs/s1600-h/Forever+love...gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/R2dy3NR828I/AAAAAAAAAA4/FiWtOOmJljs/s200/Forever+love...gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145207392077405122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan yang terbaik&lt;br /&gt;Seorang isteri harus pintar pintar menjaga keharmonisan hubungannya dengan suami dengan cara memberikan “servis” terbaiknya kepada suami.&lt;br /&gt;2. Setia dan jaga kehormatan&lt;br /&gt;Kesetian adalah symbol dari cinta sejati,seorang isteri harus pandai menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;3. Tidak memaksakan kehendak&lt;br /&gt;Sebagai wujud sifat qana’ah yang sangat terpuji, maka seorang isteri jangan berjiwa kelewat materialistic,sehingga uang dan harta yang menjadi tolak ukur kasih sayangkepada suami.Qana’ah adalah menerima apa adanya,baik banayak atau sedikit dengan kata lain tidak memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;4. Pinta kelola keuangan &lt;br /&gt;Seorang isteri harus mampu mengelola keuangan rumah tangga yang diamanatkan suaminya dengan sebaik baiknya dan sebijaksana mungkin tidak boros,tetapi tidak pula kikir.&lt;br /&gt;5. Perhatian kepada anak&lt;br /&gt;Seorang isteri (ibu rumah tangga0 harus memberikan kasih saying terbaiknya kepada anak-anaknya,adil dan proporsional dalam memperlakuakan anak-anakanya.&lt;br /&gt;6. Komitmen dan jujur&lt;br /&gt;seorang isteri harus senantiasa menjaga kejujuran kepada sang suami begitu pula sebaliknya,kejujuran merupakan bentu komitmen diri yang sangat penting.&lt;br /&gt;7. Waspadai pergaulan&lt;br /&gt;Seorang isteri harus menghindarkan diri dari pergaulan lelaki yang bukan muhrimnya,meskipun si suami bukan tipe pencemburu,sebab hal ini sudah merupakan hokum agama,bukan soal takut sisuami cemburu atau tidak,teapi bukan berarti wanita dilarang berinteraksi dengan lelaki non muhrim bila untuk keperluan muamalat seperti berjualan di pasar, tugas, dan sebagainya.&lt;br /&gt;8. Positive thinking&lt;br /&gt;dalam berumah tangga perlu adanya rasa saling percaya atau satu sama lain bila ada persoalan melanda,atau berita miring menerpa maka masing2 pihak jangan lantas emosional,berburuk sangka dulu dan saling menyudutkan.&lt;br /&gt;9. Mensupport suami&lt;br /&gt;Seorang isteri harus bisa memberikan support kepada suami dalam menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga atau tugas tugas lainnya.&lt;br /&gt;10. Selalu jalin komunikasi&lt;br /&gt;Kunci utama membina hubungan rumah tangga sakinah adalah komunikasiyang baik dan adanya saling pengertian yang disertai komitmen kuat yang dilandaskan pada nilai-nilai luhur agama dan social.&lt;br /&gt;(by.ust.Anshory Huzaimi/Cahaya Nabawiy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-4966508540493528504?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/4966508540493528504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/03/resep-di-cintai-suami-kiat-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4966508540493528504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/4966508540493528504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/03/resep-di-cintai-suami-kiat-rumah-tangga.html' title='RESEP DI CINTAI SUAMI (KIAT RUMAH TANGGA SAKINAH)'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/R2dy3NR828I/AAAAAAAAAA4/FiWtOOmJljs/s72-c/Forever+love...gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-3978941723481329272</id><published>2009-01-27T01:42:00.002+07:00</published><updated>2009-02-18T00:19:36.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>KELUARGA SAKINAH</title><content type='html'>Oleh: Azhari&lt;br /&gt;baitijannati – Awal mula kehidupan seseorang berumah tangga adalah dimulai dengan ijab Kabul, saat itulah segala sesuatu yang haram menjadi halal. Dan bagi orang yang telah menikah dia telah menguasai separuh agamanya.&lt;br /&gt;Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. [HR. al-Hakim].&lt;br /&gt;Sebuah rumah tangga bagaikan sebuah bangunan yang kokoh, dinding, genteng, kusen, pintu berfungsi sebagaimana mestinya. Jika pintu digunakan sebagai pengganti maka rumah akan bocor, atau salah fungsi yang lain maka rumah akan ambruk. Begitu juga rumah tangga suami, istri dan anak harus tahu fungsi masing-masing, jika tidak maka bisa ambruk atau berantakan rumah tangga tersebut.&lt;br /&gt;Mari kita telaah satu persatu masing-masing fungsi suami dan istri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Suami&lt;br /&gt;Suami mempunyai kewajiban mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya, tetapi disamping itu ia juga berfungsi sebagai kepala rumah tangga atau pemimpin dalam rumah tangga. Alloh SWT dalam hal ini berfirman:&lt;br /&gt;Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Alloh telah melebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya dan karena mereka telah membelanjakan sebagian harta mereka. (Qs. an-Nisaa’: 34).&lt;br /&gt;Menikah bukan hanya masalah mampu mencari uang, walaupun ini juga penting, tapi bukan salah satu yang terpenting. Suami bekerja keras membanting tulang memeras keringat untuk mencari rezeki yang halal tetapi ternyata tidak mampu menjadi pemimpin bagi keluarganya.&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (Qs. at-Tahriim: 6).&lt;br /&gt;Suami juga harus mempergauli istrinya dengan baik:&lt;br /&gt;Dan pergauilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (Qs. an-Nisaa’: 19).&lt;br /&gt;Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Al-Khudzri].&lt;br /&gt;Dalam satu kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasul berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya, “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?” Rasulullah Saw hanya tersenyum lalu berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti.“&lt;br /&gt;Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah memberikan sebuah kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan agar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain. Lalu suatu hari hari para istri Rasulullah itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Yang paling aku sayangi adalah yang kuberikan cincin kepadanya.” Kemudian, istri-istri Nabi Saw itu tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan merasakan bahwa dirinya tidak terasing.&lt;br /&gt;Bahkan tingkat keshalihan seseorang sangat ditentukan oleh sejauh mana sikapnya terhadap istrinya. Kalau sikapnya terhadap istri baik, maka ia adalah seorang pria yang baik. Sebaliknya, jika perlakuan terhadap istrinya buruk maka ia adalah pria yang buruk.&lt;br /&gt;Hendaklah engkau beri makan istri itu bila engkau makan dan engkau beri pakaian kepadanya bilamana engkau berpakaian, dan janganlah sekali-kali memukul muka dan jangan pula memburukkan dia dan jangan sekali-kali berpisah darinya kecuali dalam rumah. [al-Hadits].&lt;br /&gt;Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku sendiri adalah yang paling baik diantara kalian dalam memperlakukan keluargaku. [al-Hadits].&lt;br /&gt;Begitulah, suami janganlah kesibukannya mencari nafkah di luar rumah lantas melupakan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga. Suami berkewajiban mengontrol dan mengawasi anak dan istrinya, agar mereka senantiasa mematuhi perintah Allah, meninggalkan larangan Allah swt sehingga terhindar dari siksa api neraka. Ia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah jika anak dan istrinya meninggalkan ibadah wajib, melakukan kemaksiatan, membuka aurat, khalwat, narkoba, mencuri, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Istri&lt;br /&gt;Istri mempunyai kewajiban taat kepada suaminya, mendidik anak dan menjaga kehormatannya (jilbab, khalwat, tabaruj, dan lain-lain.). Ketaatan yang dituntut bagi seorang istri bukannya tanpa alasan. Suami sebagai pimpinan, bertanggung jawab langsung menghidupi keluarga, melindungi keluarga dan menjaga keselamatan mereka lahir-batin, dunia-akhirat.&lt;br /&gt;Tanggung jawab seperti itu bukan main beratnya. Para suami harus berusaha mengantar istri dan anak-anaknya untuk bisa memperoleh jaminan surga. Apabila anggota keluarganya itu sampai terjerumus ke neraka karena salah bimbing, maka suamilah yang akan menanggung siksaan besar nantinya.&lt;br /&gt;Ketaatan seorang istri kepada suami dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah jalan menuju surga di dunia dan akhirat. Istri boleh membangkang kepada suaminya jika perintah suaminya bertentangan dengan hukum syara’, missal: disuruh berjudi, dilarang berjilbab, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dikehendaki. [al-Hadist].&lt;br /&gt;Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah. [HR. Muslim, Ahmad dan an-Nasa'i].&lt;br /&gt;Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (Qs. an-Nisaa’: 34).&lt;br /&gt;Ta’at kepada Allah, ta’at kepada Rasul, memakai jilbab (pakaian) yang menutup seluruh auratnya dan tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah. (Qs. al-Ahzab: 32).&lt;br /&gt;Sekiranya aku menyuruh seorang untuk sujud kepada orang lain. Maka aku akan menyuruh wanita bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadap mereka. [al-Hadits].&lt;br /&gt;Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan hatimu jika engkau memandangnya dan mentaatimu jika engkau memerintahkan kepadanya, dan jika engkau bepergian dia menjaga kehormatan dirinya serta dia menjaga harta dan milikmu. [al-Hadist].&lt;br /&gt;Perselisihan&lt;br /&gt;Suami dilarang memukul/menyakiti istri, jika terjadi perselisihan ada beberapa tahapan yang dapat ditempuh,&lt;br /&gt;Istri-istri yang kalian khawatirkan pembangkangannya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka dari tempat tidur, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak membahayakan). Akan tetapi, jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. (Qs. an-Nisaa’: 34).&lt;br /&gt;Hendaklah engkau beri makan istri itu bila engkau makan dan engkau beri pakaian kepadanya bilamana engkau berpakaian, dan janganlah sekali-kali memukul muka dan jangan pula memburukkan dia dan jangan sekali-kali berpisah darinya kecuali dalam rumah. [al-Hadits].&lt;br /&gt;Jika kalian merasa khawatir akan adanya persengketaan diantara keduanya, maka utuslah seorang (juru damai) dari pihak keluarga suami dan sorang juru damai dari pihak keluarga istri. Jika kedua belah pihak menghendaki adanya perbaikan, niscaya Allah akan memberi taufik kepada suami-istri. (Qs. an-Nisaa’: 35).&lt;br /&gt;Demikianlah Islam mengatur dengan sempurna kehidupan keluarga sehingga terbentuk keluarga sakinah dan bahagia dunia-akhirat. Wallahua’lam.&lt;br /&gt;Sumber : (baitijannati.wordpress.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-3978941723481329272?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/3978941723481329272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/keluarga-sakinah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3978941723481329272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/3978941723481329272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/keluarga-sakinah.html' title='KELUARGA SAKINAH'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-5224221811072638592</id><published>2009-01-25T01:42:00.000+07:00</published><updated>2009-01-27T01:41:55.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada  SAIDINA ALI R.A.</title><content type='html'>Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3&lt;br /&gt;tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Jujur dalam berkata-kata.&lt;br /&gt;2) Menjauhi segala yg haram.&lt;br /&gt;3) Merendahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada&lt;br /&gt;3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Merahsiakan ibadahnya.&lt;br /&gt;2) Merahsiakan sedekahnya.&lt;br /&gt;3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3&lt;br /&gt;tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Takut berlaku dusta dan keji.&lt;br /&gt;2) Menjauhi kejahatan.&lt;br /&gt;3) Memohon yang halal kerana takut&lt;br /&gt;jatuh dalam&lt;br /&gt;keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3&lt;br /&gt;tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Mengawasi dirinya.&lt;br /&gt;2) Menghisab dirinya.&lt;br /&gt;3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah&lt;br /&gt;s.w.t.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-5224221811072638592?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/5224221811072638592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/nabi-muhammad-saw-kepada-saidina-ali-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5224221811072638592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/5224221811072638592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/nabi-muhammad-saw-kepada-saidina-ali-ra.html' title='NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada  SAIDINA ALI R.A.'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2193098270184835772.post-1659610196103223929</id><published>2009-01-21T09:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-24T12:13:57.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><title type='text'>CARA MENDIDIK ANAK</title><content type='html'>-Syeikh Muhammad Soleh Uthaimin&lt;br /&gt;Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal- hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan. &lt;br /&gt;2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian. &lt;br /&gt;3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja. &lt;br /&gt;4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya. &lt;br /&gt;5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita. &lt;br /&gt;6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal- hal ini. &lt;br /&gt;7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka. &lt;br /&gt;8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku- buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah, Mu'tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak. &lt;br /&gt;9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa. &lt;br /&gt;10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair- syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah. &lt;br /&gt;11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia- kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik. &lt;br /&gt;12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan. &lt;br /&gt;13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah. &lt;br /&gt;14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan. &lt;br /&gt;15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak. &lt;br /&gt;16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik. &lt;br /&gt;17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu. &lt;br /&gt;18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri. &lt;br /&gt;19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya. &lt;br /&gt;20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking. &lt;br /&gt;21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat. &lt;br /&gt;22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap. &lt;br /&gt;23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah. &lt;br /&gt;25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan. &lt;br /&gt;26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang- orang yang suka melakukan hal itu. &lt;br /&gt;27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut. &lt;br /&gt;28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain. &lt;br /&gt;29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah- perintah. &lt;br /&gt;30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka). &lt;br /&gt;Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan. &lt;br /&gt;WaAllahu ta'ala a'lam. &lt;br /&gt;Dari mathwiyat Darul Qasim "tsalasun wasilah li ta'dib al abna''" asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . Diterjemahkan oleh, Ubaidillah Masyhadi http://mifty- away.tripod. com/id44. html &lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;Moga ALLAH subhanahu wa ta'ala memelihara kita dan keluarga kita dari api neraka, amin. &lt;br /&gt;Sebarkan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2193098270184835772-1659610196103223929?l=dhivasiwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/feeds/1659610196103223929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/test.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/1659610196103223929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2193098270184835772/posts/default/1659610196103223929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dhivasiwa.blogspot.com/2009/01/test.html' title='CARA MENDIDIK ANAK'/><author><name>Khaidir muhaj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02084880198852093477</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_H1yasK-pEnk/TEh51uqmjeI/AAAAAAAAAT4/yX_9tIjTEGI/S220/e01df1f008a77cd319486d83dedf3_7401.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
